stdClass Object ( [error] => stdClass Object ( [message] => (#4) Application request limit reached [type] => OAuthException [code] => 4 ) ) fb : 0 tw : 3 pt : 0 in : 1

33

post meta:33result : postmeta old
SocialPresence

Assassin’s Creed Revelation Preview: A Dessert Best Served With Revelation


Sejak pertama kali dirilis pada 2007, 3 seri utama Assassin’s Creed (AC) telah terjual sebanyak 28 juta unit diseluruh dunia dan dikenal sebagai salah satu IP terbaik yang ada dalam generasi 7 ini akibat story yang begitu mantap, gameplay yang menghibur dan termasuk elemen edukasi sejarah dan telah menyebarkan franchisenya ke buku komik, Facebook, novel, film pendek dan masih banyak lagi. Tentunya dengan kesuksesan itu Ubisoft pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merilis seri terbaru AC yaitu Revelation.

Pihak Ubisoft Montreal kembali menjadi lead developer dengan bantuan dari Ubisoft studio Annecy, Quebec, Singapore, Bucharest dan Massive Entertainment. Pihak developer menjanjikan AC Revelations sebagai AC paling imersif dan menunjukkan kulminasi perjalanan Ezio sebagai master assassin. Game ini akan dirilis untuk PS3, Xbox 360 dan PC  pada November secara simultan.

Disebut sebut sebagai chapter final dalam trilogy Ezio, Ezio pun untuk pertama kalinya mengunjungi luar negeri yaitu Turki dan kini karakter utama dalam seri AC yaitu Altaïr, Ezio dan Desmond semuanya playable!! Dan mungkin kamu bertanya bagaimana Ezio berkomunikasi dengan Altaïr? Jawabannya adalah Ezio menggunakan sebuah “seal” yang memungkinkan dirinya masuk ke memori Altaïr seperti halnya Desmond menggunakan animus (Jika anda sudah menonton Inception pasti paham dengan konsep mimpi dalam mimpi yang kurang lebih seperti ini) dan untuk Desmond sendiri, kini ia pun menggunakan Animus v2.03 dan ia pun memiliki akses ke “Black Room” yang memungkinkan ia mengunjungi memori yang hilang.

Mereka memiliki peran besar dalam menghadapi templar di Konstantinopel pada jaman kerajaan Ottoman yang terbagi menjadi 4 distrik yaitu Constantine, Beyazid, Imperial dan Galata tak ketinggalan daerah Cappadocia di Turki tengah dapat player kunjungi.

Segi gameplay pun mendapat banyak improvisasi seperti tambahan gadget Hookblade, yang bisa digunakan untuk menarik musuh, melakukan zipline di gedung, maupun mempercepat navigasi sebanyak 30% layaknya di Spiderman maupun Just Cause 2.

Selain itu, Ezio pun kini mampu menggunakan lebih dari 300 variasi bomb yang dapat dibuat sendiri

Eagle Vision pun berganti nama menjadi Eagle Sense dan kini mendapat fitur baru seperti mengetahui dari mana target berada dan prediksi akan kemana, dengan itu Ezio pun dapat menyalip karakter tersebut dan menaruh jebakan maupun ambush site.

Borgia tower dari ACB pun kini kembali dengan nama Assassin’s den dimana player diwajibkan untuk menghabisi templar yang ada dalam menara tersebut dan setelah player membangun Assassin’s den maka player pun dapat mengupgrade bangunan disekelilingnya dan menambahkan zipline di atapnya namun player dapat kehilangan den tersebut seiring bertambahnya notoritas dan untuk menanggulangi hal tersebut maka Ezio pun dapat menyuruh anak buahnya untuk berjaga maupun menaruh seorang master assassin sehingga markas tidak akan jatuh ke tangan musuh.

Sidequest pun kini menjadi random event yang dinamis dan terjadi selama Ezio mengelilingi kota seperti pada saat Ezio melihat toko yang dirampok maupun melihat anak kecil yang meminta tolong.

Diatas semua itu, levelling assassin pun dinaikkan dari 10 level menjadi 15 level dan untuk melengkapi paket yang cukup lengkap maka multiplayer kembali dihadirkan namun telah “refined and expanded” dan juga tambahan mode baru meskipun kali ini lebih terfokus pada narasi.

Tentunya,dengan segala kelebihan tersebut ACR bisa menjadi game terbaik dalam serial AC dan saya tak peduli jika ada orang yang berkata Ezio kini menjadi “milking cow” selama ACR mampu menutup trilogy Ezio dengan banyak fitur baru tentunya fans berat AC series pun tak akan kecewa.


Tags: , , , , , , , , ,
Kategori: GAME