Game pertama Titok yang mengangkat isu Pak Satpam vs Mbak Ngesot

Titok dan Kawan-kawan. Mungkin banyak pembaca yang bertanya, siapa sih Titok ini dan apa hubungannya dengan isu-isu yang tengah hangat dibicarakan di Indonesia?

Di kalangan game developer Indonesia, nama Titok seakan-akan menjadi salah satu karakter game “primadona”. Hal tersebut dikarenakan karena dia selalu menyikapi isu dan masalah yang tengah hangat dibicarakan di Indonesia, namun dengan caranya sendiri yang terkesan nyantai dan “geje”. Titok sendiri adalah karakter game yang dibuat oleh teman-teman dari Agate Jogja, yang saat ini sudah memiliki sekitar 19 mini game. Lucunya, masing-masing game dibuat untuk menyikapi isu-isu yang tengah hangat di masyarakat Indonesia, dimana dalam game-game tersebut Titok dikisahkan selalu menyikapi masalah tersebut dari sudut pandang dirinya, dengan gaya “geje” ala Titok.

Jangan sampai uang sumbangan toilet kamu hilang gara-gara anggota dewan tertidur..

Contohnya nih, ketika ada isu Toilet DPR yang menghabiskan dana milyaran, Titok pun ikut serta untuk mencari uang dengan caranya sendiri. Atau yang masih hangat, ketika Justin Bieber menyebut Indonesia sebagai negara antah berantah, Titok pun sigap dengan mengajari Jastin Beibeh (plesetannya.. :D) beberapa tradisi Indonesia agar dia lebih mengenal bahasa dan juga tradisi Indonesia sendiri.

Ajarin Jastin Beibeh bahasa Indonesia agar tidak disebut negara antah berantah lagi..

Hari ini, Titok juga merilis game terbarunya, Episode 19: Titok Nonton Konser yang mengisahkan suka duka Titok dan Edi saat menonton konser Larumu (hehehe) beberapa waktu yang lalu. Ceritanya nih, di tengah-tengah konser keduanya ingin ke toilet secara bersamaan, dan kamu harus mengendalikan Titok agar mencapai toilet lebih cepat dari Edi. Gameplay-nya mirip dengan game Dance-Dance Revolution, dimana kamu harus menekan tombol anak panah di keyboard sesuai dengan anak panah yang ada di layar untuk mempercepat lari Titok. Lucu kan?

Susahnya kalau sama-sama ingin ke toilet saat asyik nonton konser..

Hampir semua game Titok berformat mini game berbasis flash yang bisa kamu akses di Gejegames atau di website resmi Titok. Ketika dikonfirmasikan ke Titok, -eh maksud saya Frida Dwi salah satu kreator Titok, pengembangan game-game Titok memang tidak memakan waktu lama, hanya 3 hari sampai 2 minggu saja, dan yang mengerjakannya pun juga paling banyak 2 orang saja.

Ketika ditanya tentang inspirasi dalam membuat game Titok dan Kawan-kawan, lebih lanjut UBe -sapaan akrab Frida Dwi di kalangan Game Developer Indonesia menuturkan, “Kami ingin mencoba menawarkan sudut pandang baru dalam menyikapi masalah/isu yang terjadi, kami menyebutnya dengan istilah sudut pandang Titok. Sudut pandang yang “geje”, mencoba menarik ide dari titik yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan, dibungkus dengan atmosfer “fun” dengan harapan saat orang-orang bisa “memainkan masalah” dengan fun”. Yap, sudut pandang Titok ini selain geje, juga terkadang kocak dan tidak terprediksi sebelumnya. Salah satu contohnya adalah Ikut Demo, yang dibuat saat banyak terjadi demo kenaikan BBM pada awal April lalu. Memang sih Titok ikut demo, tetapi tidak untuk ikut berteriak-teriak membawa spanduk, tetapi justru melihat peluang dengan berjualan minuman di tengah-tengah mereka. Kreatif!

Yang haus.. yang haus...

Dalam serial game Titok dan Kawan-kawan, Titok ternyata tidak sendirian, ada Nia wanita yang selalu menjadi dambaannya, mbak Ngesot yang suka membuat kejutan di kampung Titok, hingga Edi kawannya. Oiya, beberapa waktu lalu, saya sempat menginterogasi Titok lho.. Ingin tahu bagaimana interogasi saya terhadap Titok? Tunggu artikel saya selanjutnya ya.. :D

25 keseluruhan 2 dilihat hari ini