Crytek Kembali Demokan CryEngine 3, Efek Physics Terlihat Realistis

Gamer penggemar first-person shooter pasti setidaknya pernah mendengar CryENGINE. Engine yang dikembangkan Crytek mulai 2004 lalu, dan sudah diplot khusus untuk memperkuat game dengan genre FPS. Serial FPS yang mengoptimalkannya dan dikembangkan Crytek adalah Crysis. Karena kualitas grafisnya, serial Crysis kemudian selalu menjadi benchmark game – game FPS lainnya. Pada Maret 2009 lalu selama event Game Developers Conference, CryENGINE 3 mulai didemokan, bahkan langsung dijanjikan mendukung konsol, tidak hanya PC saja. Crytek menyiapkannya untuk platform seperti Microsoft Windows, PlayStation 3, Xbox 360 dan juga Wii U. Khusus PC-nya, engine ini dikabarkan mendukung DirectX 9 sampai 11. CryENGINE 3 sendiri mulai dirilis Oktober 2009.

Pasca perilisannya, Crytek terus memperbaiki engine mereka tersebut, bahkan juga memungkinkan penggunaannya untuk bidang selain game. Crytek pun bakal menunjunjukkan kemampuan terbaik CryENGINE 3 untuk Crysis 3, yang bakal dirilis 2013 mendatang. Kabar terakhir, Crytek merilis demo video yang memamerkan kemampuan engine tersebut dalam menciptakan model lingkungan dan karakter yang terlihat realistis. Engine ini juga diklaim mampu menghadirkan efek soft-body physics untuk mensimulasikan tampilan physic yang reslistis, seperti yang terlihat dalam demo video berikut, bertajuk “Rigs of Rods,” sebuah simulasi open-source driving. Team pengembang video tersebut menggunakan kombinasi CryENGINE 3 dan sistem physics Beam. Hasilnya, mungkin menjadi visualisasi damage paling realistis yang pernah ada dalam sebuah video.

httpv://youtu.be/KppTmsNFneg

Sumber: BeamNG You Tube


SHARE
Previous articleMortal Kombat VS DC Universe Lagi?
Next articleSiapkan Kocek Untuk Membeli Assassin’s Creed III: UbiWorkshop Edition!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.