Dunia Film Indonesia Tercoreng Namanya

Kehebohan film ini berasal dari informasi sang produser, KK Dheraj, yang mengatakan bahwa ia berhasil mendatangkan Mr. Bean dari Inggris. Namun ketika diputar di bioskop Indonesia, para penonton berhasil dikecewakan oleh sang produser, sebab ternyata Mr. Bean yang dimaksud bukanlah Rowan Atkinson, melainkan sosok Mr. Bean yang diperankan oleh orang lain.

Tentu saja hal ini menuai kritik di kalangan masyarakat, terutama dunia perfilman. Hujatan terhadap KK Dheraj-pun tersampaikan melalui Twitter. Joko Anwar, sutradara Pintu Terlarang, Madame X, dan Modus Anomali bahkan berkomentar bahwa KK Dheraj harus dituntut karena telah melakukan kebohongan publik.

Sementara itu KK Dheraj berkomentar bahwa Ia tidak berbohong. Ia mengatakan bahwa film tersebut telah berhasil menghibur penontonnya, dan Mr. Bean yang Ia maksud selama ini adalah sosok “Mr. Bean” dari Inggris. KK Dheraj bahkan menyebutkan bahwa Ia tidak mengetahui siapa sebenarnya Mr. Bean yang tampil dalam filmnya. Meskipun dalam poster film dan informasi yang ia berikan selama ini mengarah pada Rowan Atkison yang merupakan sosok Mr. Bean sebenarnya.

Kritik atas film Mr. Bean Kesurupan Depe tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri. Sebuah website film Kanada, TwitchFIlm.com memberitakan “Mr Bean Returns..Im Indonesia Horror Comedy?”. Website lain, BeyondHollywood.com juga sempat membahas mengenai film ini. Namun sejak awal kedua website tersebut meragukan dan mempertanyakan kebenaran sosok Mr. Bean yang hadir dalam film tersebut.

Rowan Atkinson sendiri bahkan merespon film ini dalam account Facebook-nyam dengan menuliskan: “Kami baru saja mendengar ada film di Indonesia dengan judulMr Bean. Perlu diketahui bahwa tak ada hubungannya dengan Mr Bean atau Mr Rowan Atkinson”. Atas kritikan yang begitu besar, YLKI, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia memprotes KK Dheraj yang telah melakukan pembohongan publik melalui informasi yang tidak jelas atas produknya.

Menurut saya pribadi Mr. Bean Kesurupan Depe benar-benar telah mencoreng nama dunia perfilman Indonesia di mata dunia. Sementara geliat film Indonesia mulai terasa dan menghadirkan film-film berkualitas, beberapa rumah produksi masih saja mencoba menggali keuntungan tanpa memberikan kualitas melalui produk filmnya yang tidak berbobot melalui film-film horror yang seringkali dekat dengan pornografi ataupun memberi informasi yang tidak jelas seperti Mr. Bean Kesurupan Depe. Banyaknya produksi film semacam inilah yang akhirnya membuat film berkualitas menjadi tidak tampak di permukaan. Penikmat film-pun akhirnya banyak yang dikecewakan dan memilih untuk menonton film produksi luar negeri karena takut untuk dibuat kecewa lagi. Hal ini tentu saja akhirnya menciptakan kemunduran bagi dunia film Indonesia dan membuat masyarakat menyepelekan film-film Indonesia.