Detail Mengenai Luminous Engine dan Agni’s Philosophy

 

Salah satu kontributor media Jepang Impress Watch, Zenji Nishikawa, berhasil mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Square Enix mengenai Luminous Engine dan Agni’s Philosophy.Adabeberapa gambar baru dari demo yang diperlihatkan Square Enix di event E3 2012 lalu.

Wawancara tersebut dilakukan terhadap Chief Technology Officer Square Enix Yoshihisa Hashimoto, Technology Division Lead Artist Square Enix Ryo Iwata, Visual Works Chief Creative Director and Senior Manager Square Enix Takeshi Nozue, Technology Division Lead Engineer Square Enix Hiroshi Iwasaki, dan Technology Division Senior R&D Engineer Square Enix Remi Driancourt.

Hashimoto mengatakan bahwa tujuan proyek Agni’s Philosophy (Agni) ini adalah memperlihatkan visual realtime yang sebelumnya diperlihatkan secara pre-rendered. Beliau di sini berperan sebagai produser dan sutradara, menyutradarai baik konten proyek maupun teknologinya sekaligus menangani masalah manajemen dan pengecekan kualitas.

Iwata berperan sebagai artis utama di proyek ini. Dia mendesain karakter utama, Agni (dengan bimbingan dari Tetsuya Nomura yang menjelaskan mengapa desain karakternya terlihat khas). Tampilan dunia, setting, dan framework (alur cerita) dibuat dari hasil diskusinya bersama Nozue dan Hashimoto. Beliau juga ikut mengubah data film CG pre-rendered menjadi data klip demo real time.

Nozue bertanggung jawab di bidang penulisan skrip, pengarah art, dan pengarah event/stage. Dia juga mengarahkan CG pre-rendered yang akan menjadi basis dari video demo real time-nya.

Sebelumnya mungkin banyak yang bertanya-tanya apa sih pre-rendered atau pre-rendering itu. Pre-rendering itu adalah sebuah proses dimana video tidak di-render (diolah) secara real-time oleh piranti keras (hardware) yang menampilkan atau memainkan video tersebut. Justru video tersebut menjadi semacam rekaman yang di-render dengan peralatan yang berbeda (jauh lebih canggih daripada piranti keras yang digunakan untuk memutar video). Aset-aset pre-rendered ini bisa digunakan oleh developer ke perusahaan lain di luar perusahaan miliknya. Aset-aset ini biasanya memiliki tingkat kompleksitas yang terlalu tinggi untuk diolah pada piranti keras tempat video tersebut dimainkan.

Demo real time Agni menggunakan banyak data atau aset yang sama yang pernah digunakan di trailer pre-rendered yang sudah dibuat oleh Visual Works. Demo real time ini berjalan di PC spesifikasi tinggi dengan sistem operasi Windows 7 64 bit, dengan komponen standar yang bisa dibeli di toko PC. Para staf tidak menyebutkan detail komponennya, hanya saja Hashimoto mengatakan bahwa PC yang dipakai menggunakan spesifikasi yang sama seperti PC milik developer lain saat menunjukkan demo teknologi mereka masing-masing.

Spesifikasi grafis dari demo real time ini meliputi resolusi 1920×1080 full HD, framerate bervariasi antara 30 dan 60, format FP16 (16 bit floating point) untuk rendering HD. Satu buah frame terdiri dari lima hingga sepuluh juta poligon. Ini termasuk poligon tak terlihat yang digunakan sebagai penciptaan bayangan dan pemrosesan lebih lanjut.

Berikut adalah gambar-gambar perbandingan antara film pre-rendered yang dibuat oleh Visual Works dengan demo real time (Visual Works yang sebelah kiri, sedangkan demo real time yang di sebelah kanan).

   
   
   

 

Scene yang sama dengan perbedaan saat efek pencahayaan dinyalakan dan dimatikan. Scene paling bawah adalah scene final yang kita lihat demonya.

   
   
  

 

Scene-scene Agni dan kakek tua di demo ini menunjukkan bagaimana teknologi “eyeball shader” bekerja. CG Visual Works menggunakan raytracing untuk rendering bola matanya. Dan raytracing dianggap masih terlalu susah untuk dilakukan secara real time saat ini, sehingga mereka menggunakan “eyeball shader” ini.

Kredit di akhir demo real time Agni menunjukkan logo Yebis. Yebis ini adalah sebuah middleware (software komputer yang memberikan pelayanan lebih dari software yang tersedia di OS) pemrosesan lebih lanjut dari Silicon Studio (studio yang mengembangkan 3D Dot Game Heroes). Berikut adalah beberapa scene yang menunjukkan middleware dari Yebis.

Kamu bisa melihat artikel sebelumnya di sini sekaligus untuk melihat trailer real time demo Agni di event E3 2012 lalu.

[Sumber : Game Watch, Andriasang]


SHARE
Previous articleJadikan Kamu Salah Satu Karakter dalam Splinter Cell: Blacklist!
Next articleCity Tuesday – Ulangi Lima Menitmu Untuk Mencegah Terorisme
Pecinta game (terutama RPG) yang dulunya merupakan fans dari Zigma - sekarang adalah Feature Editor Zigma Omega hingga saat ini. Sekarang Reyner telah menjadi apoteker lulusan salah satu fakultas negeri di Surabaya. Selain game, Reyner juga mengikuti update mengenai anime dan manga terbaru, dan juga sedikit melirik dunia gunpla.