Mungkin beberapa diantara kalian pernah memainkan Limbo, game platformer sarat puzzle dari pengembang game indie asal Denmark, Playdead yang memulai debutnya Juli 2010 lalu sebagai game ekslusif Xbox Live Arcade, dan menyusul kemudian PlayStation Network serta Microsoft Windows setahun kemudian. Pertama kali melihatnya, kamu pasti langsung tertarik dengan grafisnya, yang dominan hitam – gelap monokrom, menyiratkan kesen seram… Apalagi pada beberapa adegan kamu memang menjumpai ada makhluk yang tergantung.

Limbo dengan penampilan yang sederhana, dominan monokrom...

Selain kekuatan grafis dan permainan cahaya yang hebat, Limbo juga banyak dipuji karena efek suaranya yang mencekam serta kesederhanaan gameplay dan kontrolnya, namun tetap membuat kita untuk terus bermain dalam bidang sidescrolling 2D. Banyak efek fisika diterapkan di sana, khususnya dalam menambah efek realistis gerakan jatuh dari sebuah obyek atau karaktermu, yang dikendalikan dalam sebuah misi menyusuri setting penuh jebakan di lingkungan yang berbahaya untuk mencari adiknya. Grafisnya yang bernilai seni tinggi itu juga terasa menjadi penawar pahit ketika puzzle-nya seakan tidak memberimu kesempatan untuk berhasil di kesempatan pertama. Hampir di tiap kesempatan puzzlenya membuat pemain merasakan tampilan ngeri kematian karakter.

Penampilan makhluk yang berupa bayangan mengingatkan Obscura pada Limbo

Ups, jadi keterusan yang mengulas Limbo… Bukan, ini bukan sekuelnya kok, namun satu game yang mencoba tampil dengan style yang mirip Limbo, walaupun tidak secara monokrom. Inilah Oscura, game buatan Chocolate Liberation Front dan MTV Networks ini menawarkan art style unik, semua makhluk dan sebagian besar lingkungan diliputi kegelapan, dan menampilkan mereka seakan bayangan bergerak saja yang terlihat sangat kontras dengan background-nya yang bercahaya terang. Ditambah efek suara dan musiknya yang juga mencekam, membuat Oscura terasa gothic.

Opsi kontrol kedua melalui on-screen keypad... lebih mudah karena terlihat langsung!

Kemudian untuk gameplay, juga sederhana. Platformer yang ditampilkan secara 2D sidescrolling, dengan banyak obyek yang kamu lalui pada setiap levelnya bisa menghabisi karakter yang kamu kendalikan. Ada roda dengan besi runcing, juga celah menganga yang dihiasi duri tajam, bahkan makhluk menyeramkan yang terlihat hanya sebagai bayangan saja, juga bertebaran di sepanjang levelnya — menyentuh mereka berarti kematian. Tenggelam  dalam air juga bisa menewaskan karaktermu, dan sepertinya game ini memang tidak ikhlas jika kamu bisa melalui satu levelnya sukses tanpa tewas.

Tampilan slow motion-nya makin berasa hitam - putih...

Kamu sendiri mengendalikan karakter bergerak dan menyalakan lampu di sepanjang level, karena meang dengan pancaran cahaya kegelapan bisa diusir. Selama berjalan kamu juga bisa mengumpulkan shards of light, yang bisa kamu ginakan untuk melambatkan waktu, dan membuat tampilannya ketika dalam kondisi slow motion makin berasa seperti Limbo. Kontrolnya juga sederhana. Ada dua mode, tombol virtual, atau langsung menekan pada layar yang menuntutmu melakukan beberapa gerakan menyapukan jari untuk mengaktifkan fungsi tertentu — seperti untuk memulai adegan slow motion, jika shards of light-nya mencukupi. Kontrol kedua yang langsung menekan pada layar lebih menarik, karena kamu cukup sentuh sisi kiri – kanan layar untuk bergerak ke ke arah bersangkutan, tekan layar dua kali untuk melompat, atau sapukan jari untuk mengaktifkan mode slow motion.

Banyak obyek dalam game yang bisa langsung menghabisi karaktermu

Oscura memang bukan game HD. Namun dengan tampilan dan gameplay sederhana, dipadukan style art-nya yang unik, sudah cukup membuatnya menarik dibandingkan tipikal platformer 2D sidescrolling yang memang minim pilihannya. Kamu bisa mendapatkan game ini melalui Apple App Store (yang sudah dirilis sejak akhir tahun 2011 lalu), dan juga Google Play Store (yang baru dirilis 15 Juni 2012 lalu). Oh ya, jika mencari game mobile 2D sidescrolling lain yang cukup recommended, bisa mencoba Wind-up Knight yang pernah dibahas di Zigma edisi 115, atau bisa kamu akses langsung di Apple App Store dan Google Play Store.

+ Kontrol sederhana, tidak membuat frustasi meski pasti sering mati
+ Art-nya menarik, termasuk efek pencahayaannya
- Kadang berasa monoton
- Hanya 12 chapter yang singkat, belum ada update-nya

121 keseluruhan 5 dilihat hari ini