Puas Dengan Multiplayer, Mass Effect 3: Extended Cut Tawarkan Adegan Sinematik

Mass Effect 3 dirilis 6 Maret 2012 lalu untuk X360, PS3 dan PC langsung dengan satu paket downloadable content / DLC single player From Ashes. DLC tersebut juga menyuguhkan kostum alternatif untuk setiap anggota squad, satu misi, squadmate tambahan dan senjata baru. DLC kedua berupa  multiplayer pack yang disebut Resurgence Pack, dirilis 10 April 2012. Menyusul kemudian multiplayer pack lainnya Rebellion Pack, yang eksis mulai 29 Mei 2012. Kini tak kurang sebulan dari DLC terakhir, BioWare mengkonfirmasikan Mass Effect 3: Extended Cut, DLC pack yang menawarkan cutscene sinematik baru, dan juga adegan tambahan selama akhir permainan yang diyakini bakal memperpanjang ending Mass Effect 3. DLC ini bakal dirilis 26 Juni 2012 nanti, gratis!

Di Amerika Extended Cut bisa didownload 26 Juni 2012, sedangkan negara lain menyusul pada 4 Juli 2012. Menurut blog mereka, BioWare mengungkapkan jika DLC sarat cutscene ini mengambil jatah hard diskhampir 2GB — yang mana menjadi batasan ukuran DLC dari Microsoft. Meskipun seakan terfokus menambah sisi cerita, namun tidak ada perubahan pada keseluruhan ceritanya (jadi, berhenti berandai – andai ada ending yang lebih baik), hanya memberi wawasan yang lebih dalam atas hasil usaha perlawanan Commander Shepard melawan Reapers, berdasar setiap keputusan yang sudah kamu ambil. BioWare menyarankanmu me-load data save sebelum penyerangan ke base Cerberus, sehingga kamu bisa menikmati keseluruhan apa yang menjadi bagian DLC ini.

Mass Effect 3: Extended Cut Interview with Casey Hudson, Mac Walters, and Jessica Merizan

httpv://youtu.be/3y7xk1_x8ko

Sumber: BioWare

 


SHARE
Previous articleSetelah Marvel vs Capcom 3, Firebrand Siap Tampil Kembali di Project X Zone
Next articleMicroVolts : “One Bullet One Kill”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.