Google Mengupdate Maps, Berikan Opsi Akses Peta Secara Offline

Jauh sebelum Google I/O Developer Conference berlangsung, tepatnya awal Juni 2012 lalu, memang sudah banyak yang menduga jika Google bakal mengkonfirmasikan secara resmi update aplikasi Google Maps mereka selama event tersebut. Dan memang benar, bersamaan dengan konfirmasi mereka, pagi ini kami mendapatkan notifikasi update untuk beberapa aplikasi Google. Termasuk salah satunya adalah Google Maps.

Menurut smartphone kami, Google Maps ter-update ke versi 6.9.0. Dan satu fitur yang sudah ditunggu oleh mereka yang biasa memanfaatkan Google Maps untuk membantu navigasi adalah fasilitas untuk bisa menyimpan data peta secara offline, alias offline caching. Seperti kita ketahui, Google Maps adalah aplikasi peta yang untuk bisa memetakan posisi kita membutuhkan dukungan koneksi data mumpuni, serta juga bantuan lokasi BTS operator, sebagai salah satu metode pengukuran lokasi. Namun intinya, tanpa koneksi data, Google Maps sama saja bohong.

Jika kamu belum meng-update Google Maps, versi lama memiliki opsi pre-cache map area pada menu Labs!

Versi Google Maps sebelumnya juga menyediakan opsi “pre-cache.” Namun fitur tersebut bersifat eksperimental, dan lebih bersifat sementara, karena ketika storage Droid-mu penuh, maka data peta yang disimpan dalam cache tersebut harus siap dikosongkan. Saat itu metode pre-cache-nya memang memberi kemungkinan kita melihat area yang sudah disimpan cache-nya secara offline, namun hanya dalam radius 10 mi alias 16.09344 kilometer persegi saja. Selain itu, pada area yang disimpan cache-nya itu kamu tidak bisa pencarian manual.

Namun melalui Google I/O dan update baru Google Maps ke versi 6.9.0, kami menemukan solusi dari kendala navigasi offline Google Maps, walaupun tidak seperti yang kita bayangkan, seperti misalnya pada aplikasi pemetaan dari Garmin atau Nokia Maps. Tidak ada peta offline yang bisa di-download secara terpisah, justru Google tetap memaksamu untuk melakukan cache, bahkan sementara ini ada batasan yang bisa di-cache dan disimpan secara offline. Kami sendiri mencobanya selama beberapa jam, dan ternyata tidak menemukan satupun bagian Surabaya (dari ujung wilayah Kenjeran – hingga mendekati daerah Waru), yang bisa disimpan untuk bisa diakses secara offline. Padahal sebelumnya saat masih bersifat eksperimental Labs, melalui metode pre-cache, semua area bisa dengan mudah disimpan cache-nya untuk dilihat peta offline-nya.

Apa yang kami temui adalah informasi di layar menunjukkan jika “offline maps tidak available di area tersebut,” entah itu sementara, atau selamanya. Jika memang belum tersedia offline maps-nya, semoga Google segera membenahi. Karena dari seluruh bagian Pulau Jawa yang kamu coba disimpan offline, hanya sebagian kecil di selatan Jawa Barat saja yang bisa disimpan (Cikelet, Cibalong, Cipatujah… ada yang tahu… hehe!) dengan perkiraan ukuran… 45 MB! Dan parahnya, ada user di luar sana yang melaporkan, meskipun area-nya bisa disimpan, tidak bisa digunakan untuk navigasi atau pun pencarian rute sederhana. Kami bakal meng-update impresi aplikasi ini begitu akses peta offline bisa dilakukan untuk wilayah Surabaya.

Keseluruhan Surabaya belum bisa diakses secara offline... :(

Bagi kami update baru Google Earth Android ke versi 7.0.0.7386 yang juga meluncur pagi ini (akan kami ulas di bagian lain), masih lebih worthed untuk disimak, karena menawarkan tampilan udara secara 3D dari sudut 45 derajat — yang tentu saja, tetap menuntutmu menyediakan koneksi data yang baik dan kuota yang besar untuk bisa menikmatinya. Hanya saja sayangnya tampilan udara 3D tersebut juga masih belum menampilkan semua bagian dunia, hanya sebagian kecil kota di Amerika Serikat dan Roma saja untuk sementara ini.

Kamu bisa men-download Google Maps versi terbaru dari Play Store, atau bisa saja download .apk-nya dari link alternatif ini.

Offline maps in Google Maps for Android

httpv://youtu.be/J6sNyKzGOe8

Sumber: Play Store

SHARE
Previous articleAvalon Online : “Special Login”
Next articleTanggal Rilis Resmi Guild Wars 2 Ditetapkan
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.