Terus terang sebenarnya kali ini saya berharap untuk membahas Ice Age 4 di Friday Night Movie Review. Sayangnya, ternyata film tersebut baru ditayangkan hari Jumat. Jadi untuk minggu ini saya akan membahas Madagascar 3. Memang sih film layar lebar yang satu ini sudah tayang sejak beberapa minggu lalu, tapi justru karena itulah saya kira Madagascar 3 masih layak untuk kita bahas bersama-sama. Mengingat ia mampu mengungguli prestasi film layar lebar lain yang hanya ditayangkan sekitar 1-2 minggu saja.

Satu hal yang saya sarankan sebelum Anda melihat film ini adalah, lihatlah kedua prekuelnya terlebih dahulu (Madagascar 1 dan 2). Ini karena Madagascar 3 akan langsung melanjutkan peristiwa dari seri keduanya. Memang tanpa melihatnya pun kamu tetap bisa menikmati Madagascar 3, tapi dengan melihat kedua prekuelnya, kamu akan lebih memahami jalan cerita dan motivasi dari para penghuni kebun binatang Central Park New York ini.

Jika dibandingkan dua seri sebelumnya, Madagascar 3 ini saya kira bisa dibilang jauh lebih baik. Bukan hanya karena ini adalah kulminasi dari kisah perjalanan Alex dkk, tapi juga karena akhirnya mereka menyadari apa yang mereka cari sebenarnya sudah mereka temukan selama ini.

Dari plot, Madagascar 3 ini masih tetap saja konyol dan tidak masuk akal, tapi saya kira itulah inti dari sebuah film kartun. Ceritanya kali ini Alex dkk terpaksa bergabung dengan sirkus keliling untuk menghindar dari kejaran pihak berwajib. Nah untuk bisa kembali ke New York, mereka harus mendapatkan kontrak untuk tampil di New York dari seorang promotor. Mampukah Alex dkk membangkitkan kembali sirkus Zaragoza yang sedang terpuruk, sambil menghindari kejaran pihak berwajib?

Tambahan tokoh antagonis kapten Dubois adalah salah satu hal yang membuat seri ketiga ini begitu memikat. Dubois mampu menampilkan sosok antagonis yang garang, keren, pantang menyerah, tapi tetap bisa mengocok perut para penonton. Selain itu, versi 3D-nya juga bisa dibilang cukup memukau, apalagi ketika memasuki adegan pertunjukan sirkus. Fireworks dari Katty Perry, dan juga animasi yang penuh dengan warna dijamin akan memanjakan indera penglihatan dan pendengaran Anda. Bahkan saya kira ini adalah pertama kalinya saya merasa adegan dalam suatu film kartun terasa begitu keren bahkan nyaris mengharukan.

Tidak heran Madagascar bisa bertahan di bioskop Indonesia untuk waktu yang sangat lama. Ceritanya yang penuh humor, animasi yang memanjakan mata, sampai dengan pesan moral yang ingin disampaikan, semuanya bersatu menjadi film kartun yang layak dan wajib Anda tonton. Oh iya, saya juga tidak sabar untuk melihat Madagascar 4, melihat sekarang Alex dan kawan-kawan telah menemukan “rumah” mereka dan akan memulai awal baru. Memang benar, “Rumah” bukanlah suatu tempat atau bangunan tertentu, melainkan dimanapun berkumpulnya sahabat dan juga orang0-orang yang mempercayai dan menerima mu apa adanya. Sudahkan Anda menemukan “Rumah”?

httpv://youtu.be/C05pGnZQQtE

 

51 keseluruhan 1 dilihat hari ini