Lenovo IdeaTab S2110, Ice Cream Sandwich Bernuansa Transformer

Nama Lenovo kian mendunia setelah mereka mendapatkan IBM PC Company Division pada tahun 2005, divisi IBM yang sebelumnya dikenal melalui seri notebook ThinkPad. Tidak heran, sampai saat ini pun banyak yang beranggapan jika notebook/netbook keluaran Lenovo mewarisi jiwa ThinkPad yang terkenal handal, berkualitas, dengan daya tahan dan kinerja tinggi. Lenovo sendiri juga membuat brand baru laptop dan netbook dengan segmen pasar consumer yang lebih luas (karena ThinkPad lebih menyasar pengguna bisnis), yaitu IdeaPad.

Dikonfirmasikan Januari 2008, dengan model pertamanya IdeaPad Y710, Y510, dan U110 dan kini juga mencapai Z Series yang lebih ditargetkan untuk pengguna multimedia, serta S Series yang pasti lebih banyak kita temui di pasaran karena memang inilah seri yang mewakili netbook. Karena segmen yang lebih luas itulah, IdeaPad justru hadir dengan gaya yang eye-catching melalui layar glossy, dan casingnya yang berwarna, namun minus TrackPoint khas ThinkPad.

Dan seperti yang pernah beberapa kali kita ulas sebelumnya, brand IdeaPad juga mewakili jajaran tablet. Pertama kali diperkenalkan 2011 lalu, kita sudah mendapatkan tiga tablet IdeaPad, yaitu K1, A1 dan P1. Dua diantaranya masuk ke pasar lokal, yaitu IdeaPad A1 dan IdeaPad K1 yang sudah mengadopsi chipset dual-core. Selain keduanya, Lenovo Indonesia juga memasukkan ThinkPad Tablet yang juga mengadopsi Android 3.0 (upgradeable ke Android 4.0) yang lebih berkelas. Sayang ketiganya jarang sekali terdengar di pasaran, atau bahkan kalah namanya dibandingkan tablet lain yang lebih sering melakukan promosi. Selain A1 dan K1, masih masuk tablet IdeaPad adalah IdeaPad P1, saudara kembar IdeaPad K1 namun menggunakan prosesor Intel Atom dan OS Windows 7.

1
2
3
SHARE
Previous articleAvalon Online : “Weekly Login Event Periode 25-29 Juli 2012”
Next articleCollector’s Edition Bravely Default Flying Fairy
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.