OUYA: A New Design of Video Game Console, Hanya Seukuran Kubus Rubik!

Masih ingat dengan OUYA? Bakal konsol baru berbasis Android 4.0 Ice Cream Sandwich, yang sempat membuat heboh Kickstarter karena berhasil mengumpulkan dukungan dana untuk pengembangan mencapai $3,654,566 (kini mencapai $5.4 juta dari lebih 42 ribu orang) hanya dalam kurun waktu dua hari saja! Kami sudah banyak mengulas siapa saja yang berada di balik proyek ini, seperti apa kira – kira bentuknya, dan bagaimana spesifikasinya. Beberapa hari lalu muncul kepastian ukuran konsol Android ini… Jangan kaget ya, ternyata hanya seukuran kubus Rubik!!

Yup, sistem Android yang rencananya meluncur Maret 2013 mendatang dengan harga $99, dan secara legal boleh kamu hack ini ukuran setiap sisinya tidak lebih dari 5 inchi, seperti itu yang diungkapkan desainernya Yves Béhar. Desainer kawakan yang berperan sebagai lead hardware designer tersebut mengungkapkan jika team-nya sengaja menjauhi desain konsol game yang sudah umum di pasaran, seperti Xbox 360 dan PS3. Di artikel kami sebelumnya sudah terlihat seperti apa kira – kira modelnya, dan melalui team Yves Béhar, model kubus tersebut dimampatkan menjadi tidak lebih dari 5 inchi saja setiap sisinya.

Demikian diperkirakan OUYA ukurannya tak lebih dari kubus Rubik. Menjadikannya seperti The Cube-nya Transformers atau Tesseract-nya The Avengers, ya :) Dengan ukuran standar kubus Rubik rata-rata 2.2 inchi di setiap sisinya, maka jika memang benar tidak lebih dari 5 inchi nantinya kamu tidak perlu bingung menempatkannya dimana, atau bahkan dengan mudahnya disimpan dalam ransel atau tas laptop.

Ukuran dan desainnya menjadi bagian krusial dalam pengembangan OUYA. Karena dengan sumber pemrosesan utama nVidia Tegra 3 serta prosesor quad-core, 1GB RAM, 8GB internal storage dan dua port USB, masalah sirkulasi udara menjadi perhatian penting di sini. Yang jelas internalnya tidak boleh panas untuk mencegah overheat — meskipun sejatinya prosesor mobile sudah di-set agar tidak sampai terlalu panas. Sedangkan desainnya lebih pada sisi estetika. Jika memang ingin menjadi salah satu bagian ruang keluarha, OUYA tidak boleh terlalu banyak menyita ruang, dan tetap unik seandainya kita melihatnya dari sisi seni. Selain itu, desain konsol ini juga tidak akan menyusahkan para pengguna awam untuk bisa membuka dan mengetahui isinya, karena hanya dikunci dengan mur yang standar.

Melengkapi informasi dari artikel kami sebelumnya, OUYA menjalankan Ice Cream Sandwich yang termodifikasi antar mukanya, serta hardware-nya moddable (bahkan kita juga mendapatkan panduan untuk itu) dan rootable (model untuk developer tersedia selama campaign Kickstarter seharga $699, atau $1,337 dengan opsi langsung ter-ROOT, alias bisa diakses file sistemnya). Beda seperti policy tipikal Android lainnya, di sini aktivitas rooting tidak akan menggagalkan garansinya. Semua sistem bisa digunakan sebagai development kits, memungkinkan semua penggun OIYA dan gamer untuk menjadi developer untuk game mereka sendiri, tanpa harus dibebani biaya lisensi memanfaatkan softwarenya. Dan semua game yang dirilis untuk OUYA, diharuskan memiliki opsi free-to-play, serta ada opsi lain yang berbayar untuk bermain, atau menggunakan konseo in-app purchase alias iAP.

OUYA: A New Kind of Video Game Console

httpv://youtu.be/AZ-fdN9cibI

SHARE
Previous articleBersiaplah Untuk Tampilan Baru Duniaku Dalam Duniaku Network Mark II!!
Next articleRPG Fantasi dari CyberConnect2, Guilty Dragon
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.