Apple: Nothing is Original?

Pasca perang paten panjang yang berlangsung nyaris dua tahun antara Samsung dan Apple, kita mungkin beranggapan sama seperti Apple… Samsung yang mencuri…. Benarkah seperti itu? Benarkah semua paten yang digunakan oleh Apple tersebut hasil inovasi mereka sendiri?

2. Desain persegi panjang dengan sudut membulat bukan hanya milik Apple

Benar, dan jika seandainya LG mau mengambil langkah seperti Apple menuntut Samsung, mereka bisa menang mudah. Sebenarnya desain persegi panjang dengan sudut membulat pertama kali diakui melalui LG KE850, alias LG Prada. Bisa kamu lihat dua desain awalnya di atas, dua smartphone persegi panjang yang lebar, minim tombol, dominan dengan layar sentuh: Apple iPhone dan LG KE850 Prada (yang mana sudah memenangkan International Forum Design Product Design Award pada tahun 2007). Jika melihat kemiripan konsep keduanya, siapa pun pasti bakal berpikir mereka “bersaudara.” Kenyataannya keduanya berasal dari dua “orang tua” yang berbeda… gambar di atas merupakan foto – foto spy shoot awal kedua smartphone yang seakan bersaudara tersebut.

LG Electronics sendiri mengklaim jika Apple mencuri desain LG Prada mereka (persegi panjang, sudut membulat, layar besar, minim tombol) dan mewujudkannya melalui iPhone. Woo-Young Kwak, kepala LG Mobile Handset R&D Center, menyebutkan melalui press conference, “We consider that Apple copied the Prada phone after the design was unveiled when it was presented in the iF Design Award and won the prize in September 2006.” LG kemudian mengklaim jika Apple mencuri ide dan konsep Prada. Tuntutan hukum oleh LG dikabarkan bakal diajukan pasca pernyataan tersebut, namun hingga saat ini LG tidak pernah menindaklanjuti pernyataannya.

Beberapa versi ptotorype alias purwa rupa iPhone yang diajukan Apple… Entah apakah benar Purple dan Howarth tersebut sudah ada sejak tahun 2005… :)

Bisa jadi, LG takut dengan kenyataan rupanya Apple punya senjata, versi purwa rupa yang disebut “Purple” yang diklaim tertanggal Agustus 2005, dan “Howarth” dari Maret 2006. Dan kedua purwa rupa tersebut juga diajukan Apple selama persidangan dengan Samsung. Namun apa pun kenyataan jika purwa rupa Apple atas iPhone sudah eksis sejak 2005, namun smartphone dengan konsep desain persegi panjang bersudut membulat, minim tombol, layar touchscreen lebar pertama adalah LG KE850, yang sudah diakui dunia karena memenangkan iF design award 2007, dimana produk yang ingin mengikuti kontes tersebut harus dimasukkan desainnya sebelum September 2006.

LG P940 alias Prada 3.0… desainnya lebih mengotak ya. Sayang tekstur kulit di casing belakang rupanya dari bahan plastik, jauh mengurangi kesan high-class yang diajukan LG ketika pertama kali mengenalkannya dengan harga awal Rp 7 jutaan!!

Bicara LG Prada, kamu mungkin juga asing mendengar inkarnasi terbarunya di Indonesia — lagi – lagi karena kenyataan jika di negara kita, Android lebih identik sebagai Samsung Galaxy. Adalah LG Prada P940, alias LG Prada 3.0, anggota terbaru smartphone fashion high-class Prada yang masih dijual resmi di Indonesia seharga Rp. 3,999,000. Prada P940 menjadi salah satu alternatif dual-core dengan RAM 1GB yang paling worthed, karena harganya di bawah 4 jutaan. Melalui smartphone ini kamu mendapatkan layar berbahan IPS dengan ukuran 4.3 inchi, beresolusi 480 x 800 pixel serta kerapatan tiap pixel-nya 217 ppi. Prosesornya dari chipset keluarga TI OMAP 4430, dengan dua inti 1 GHz Cortex-A9, dipadukan dengan GPU PowerVR SGX540 serta RAM 1GB. Kamera 8 MP (3264 x 2448 pixel) di panel belakangnya dilengkapi autofocus dan lampu LED, serta mampu merekam video dengan kualitas HD — setara dengan kameranya LG Optimus 2X! Kemudian yang membuatnya menarik adalah antar mukanya yang dominan warna hitam dan putih. Hanya satu yang paling penulis kurang sukai dari Prada ini — sama seperti smartphone LG lainnya. Dukungan upgrade software dari LG terlalu lamban!

Sumber: Apple Matters

Lanjut ke halaman 4

Share this article

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.