Impresi Demo 2 PES 2013!

Sebagian besar gamer bola pasti sekarang lagi asik nyobain demo 2-nya Pro Evolution Soccer (PES) 2013, bagaimana tidak? Ada 7 klub top Eropa yang sekarang bisa dimaenin di dalam demo, mulai dari Madrid, Barca, MU, Juventus, Bayern Munchen, Atletic Bilbao, dan Valencia; masih ada 4 klub lagi dari Copa Libertadores: Santos, Corinthians, Boca Junior, dan Chivas. Tapi bukan itu yang bikin kita bakal ketagihan maenin demo 2 kali ini, banyak elemen yang diperbaiki oleh Konami dibanding demo pertama mereka. Salah satu elemen yang paling terasa perubahannya adalah akurasi dan ketepatan “power bar” passingnya. Kalo di demo pertama masih sering ada passing yang sepertinya gak pas dengan keinginan hati, baik arah ataupun kekuatan passingnya, nah di demo 2 ini semua perasaan itu sepertinya bisa dibilang sudah gak ada lagi. Saya sendiri memainkan demo dengan settingan “pass assistance” default atau 3 bar menggunakan Juventus melawan klub seagresif Barca, aliran bola tetap bisa kita kendalikan dengan baik.

Berbicara elemen lainnya adalah AI yang lebih “pintar” bagaimana pemain memposisikan diri seolah-olah mereka mengerti kita mau mengarahkan bola kemana, khususnya pemain sayap atau full-back seperti Alves (Barca) atau Evra (MU) yang akan terlihat aktif bergerak di sayap. Bermain dengan Juve, posisi Pirlo juga terasa pas dengan perannya di tengah, mengisi posisi kosong, mencari ruang untuk bisa memberikan umpan-umpan yang lagi-lagi “berbeda” mulai animasi dan keakuratannya yang mirip seperti aslinya. Bukan melebih-lebihkan tapi itu yang saya rasakan bagaimana PES 2013 bisa memberikan pengalaman yang berbeda dalam memainkan game bola.

Buat gamer yang suka bermain dengan tempo lambat dan menahan bola, bermain 10 menit sepertinya bakal terasa pendek, apalagi demo kali ini hanya bisa dimainkan dengan waktu 5 menit, permainan benar-benar terasa sangat singkat banget! Elemen lainnya yang terasa berbeda adalah teknik menembak yang rasanya sedikit diperbaiki, kalo di demo pertama hampir sebagian besar tendangan bisa jadi tendangan ‘geledek’ nah klo sekarang tendangan ‘geledek’-nya lebih berkurang tergantung posisi pemain saat memegang bola. Tempo permainan juga lebih cepat dibanding demo pertama, meski sama-sama menggunakan “game speed” nol atau default, memainkan demo 2 terasa lebih cepat.

Demo kali ini juga memasukkan “training mode” di dalamnya, dimana kita bisa mencoba melatih beberapa menu latihan mulai dari dribbling, defence, trap, long-pass dan shooting. Ada latihan “knuckle shot”-nya juga loh, hehehe. Mode ini benar-benar membantu kita mengerti bagaimana seharusnya kita memainkan seri 2013 kali ini. Teknik drible baru seperti “Deft Touch Dribble” dan “Double Touch” misalnya; yang kalo kita coba langsung dalam pertandingan kayanya akan sulit bagi kita untuk mengerti kapan harus menggunakannya, karena perlu dilakukan berulang-ulang supaya kita terbiasa dengan teknik tersebut.

Aura stadion terasa lebih memanas, pendukung tuan rumah lebih aktif meneriakkan yel-yel nama tim dengan keras, begitu pula saat lawan memegang bola atau dalam posisi menyerang tuan rumah. Saat lawan mengambil tendangan sudut misalnya, pendukung tuan rumah akan bersiul lebih keras yang bikin suasana game lebih seru. Sekian impresi kali ini, semoga cukup membuat kita penasaran bagaimana hasil akhirnya nanti; yang rencananya akan dirilis akhir bulan ini dan awal Oktober untuk seri Winning Eleven.