Lightning Returns: Final Fantasy XIII, Aksi Lightning Melawan Waktu untuk Menyelamatkan Dunia

Pada tanggal 1 September 2012 lalu mungkin menjadi saat yang membahagiakan bagi para penggemar serial FF XIII. Karena dalam acara  Final Fantasy Gallery yang diselenggarakan oleh Square Enix, mereka mengkonfirmasikan game penerus FF XIII-2 dengan fokus pada pertempuran terakhir Lightning. Konsep game ini diambil dari dua kalimat kunci, yakni Lightning Returns dan World-Driven.

Berjudul Lightning Returns: Final Fantasy XIII, empat orang tim inti pengembang game ini pun menjelaskan konsepnya dalam acara tersebut, antara lain Yoshinori Kitase (produser), Motomu Toriyama (sutradara), Yuji Abe (sutradara desain game), dan Isamu Kamikokuryo (pengarah art).

Basis game ini adalah waktu, dimana Lightning Returns: FF XIII memiliki sistem real-time, yang akan mengubah waktu siang menjadi malam hari dan mempengaruhi orang-orang serta objek di dalamnya. Kamu harus menyelesaikan game ini dalam waktu 13 hari, tapi batasan ini bisa diperpanjang dengan mengalahkan musuh-musuh yang ada.

Dikisahkan Lightning berada dalam pertarungan finalnya dan hanya memiliki waktu 13 hari sebelum dunia berakhir. Jadi nantinya ada semacam jam yang menunjukkan waktu tersisa bagi Lightning untuk menyelamatkan dunia, dan semua tindakanmu dalam permainan akan menyebabkan waktu berjalan terus. Lightning Returns: FF XIII mengambil setting sebuah tempat bernama Novus Partus, terdiri dari empat buah pulau yang terhubung dengan sistem monorel.

Novus Partus

Lightning sendiri kabarnya bisa dikustomisasi lebih dalam dibandingkan dengan saat di FF XIII dulu, dengan beberapa kostum berbeda dari awal permainan dan juga gaya bertarungnya. Selain itu sistem pertarungannya juga lebih aktif, menjadi gabungan sistem bertarung dari FF XIII dan FF XIII-2. Pihak Square Enix menolak menyebut game ini menjadi sebuah action RPG, mereka bersikukuh bahwa ini adalah sebuah RPG hanya saja dengan kontrol yang lebih responsif, lebih bisa langsung mengarahkan aksi si Lightning.

Dalam event Final Fantasy Gallery tersebut, pihak Square Enix sempat mendemonstrasikan gameplay versi alpha hanya saja terbatas untuk pengunjung (dimana saat itu yang menonton melalui live streamin via Nico Nico langsung terputus). Tapi beberapa media Jepang seperti Famitsu.com dan Dengeki Playstation merangkum demo tersebut.

Trailer memperkenalkan pada dunia dalam game dan sistem waktunya yang unik. Salah satu scene menunjukkan penghitung waktu ””00/02:54:23″, yang kelihatannya bisa bertambah jika Lightning mengalahkan musuh atau menyelesaikan sebuah quest. Scene lainnya menunjukkan Lightning dalam kostum barunya, yang sedang mengejar pelaku pembunuhan. Di sini diperlihatkan aksi cover, seperti bersembunyi di balik tembok. Toriyama menjelaskan semua ini bisa dilakukan dengan kontrol yang simpel.

Kustomisasi Lightning

Berikutnya adalah adegan pertempuran, yang dilakukan secara langsung dengan konsol PS3. kamu bisa mengkustomisasi senjata, perisai, kostum, dan ability Lightning. Hasil kustomisasi ini bisa disimpan dan diganti sesuka hati saat pertempuran berlangsung. Kombinasi tersebut memiliki nama masing-masing semisal Blast Witch atau Holy Liberator, dan sepertinya ada scene perubahan penampilan (hm, perubahan ala Sphere Grid di FF X-2?). Bisa dibilang mirip dengan sistem Paradigm Shift, tapi masih belum jelas nama resmi dari sistem kustomisasi ini.

Pastinya gauge ATB yang menjadi ciri khas serial FF tetap dihadirkan di sini. Hanya saja dengan tambahan dimana kamu bisa mengatur skill-skill tertentu ke tombol utama kontroler, semisal mengatur tombol menghindar ke tombol kotak (mengontrol langsung aksi Lightning). Musuh-musuh yang lebih besar memiliki beberapa kondisi Break. Kondisi pertama disebut Knockdown, yang memungkinkanmu untuk mencuri item dari musuh yang terkapar. Kondisi Break paling akhir adalah Overclock, yang akan menghentikan waktu. Di demo tersebut diperlihatkan Lightning membuat seekor Behemoth memasuki kondisi Overclock dengan melemparkannya ke udara dan kemudian membekukannya, diakhir dengan serangan dahsyat ke tanah.

Setelah demo berakhir, Square Enix kemudian menunjukkan lukisan cat minyak dari sang pengarah art, Isamu Kamikokuryo, yang memulai debutnya di dunia saat event tersebut. Berjudul City of Light, ini adalah lukisan cat minyak pertama dari beliau semenjak 15 tahun lalu. Beliau membuat studio sendiri di kantornya dan menghabiskan waktu selama sebulan untuk menyelesaikan lukisan tersebut, dan mempolesnya sehari sebelum acara ini berlangsung.

City of Light, lukisan cat minyak Isamu Kamikokuryo

Di akhir acara, sang produser Yoshinori Kitase mengatakan, “Kita sangat bahagia bisa memperlihatkan bahwa Lightning kembali sebagai karakter playable di game ini, dan sangat bersemangat untuk melihat bagaimana reaksi penggemar dengan sistem pertarungan yang langsung mengendalikan Lightning, serta lingkungan yang selalu berkembang dan bisa dijelajahi sesuka hati.”

Sang sutradara, Motomu Toriyama menambahkan, ”Meningkatnya kebebasan pemain, kustomisasi, dan konektivitas dengan dunia nyata, akan menjamin bahwa babak pamungkas ini akan menjadi penutup yang dahsyat untuk cerita Lightning.” Lightning Returns: FF XIII akan dirilis oleh Square Enix pada tahun 2013 mendatang untuk 360 dan PS3.

Pesan dari Yoshinori Kitase (Produser):

httpv://youtu.be/WH6UMTcuau4

Motomu Toriyama (Sutradara):


httpv://youtu.be/Cj66f6Pvyuk

Yuji Abe (Sutradara desain game):

httpv://youtu.be/LaJ5QjbBjfI

Isamu Kamikokuryo (Pengarah art):

httpv://youtu.be/WD54oDFNWJg

[ Sumber : Siliconera (2), CVG (2), Andriasang (2, 3, 4, 5)]