Episode 08 – Master It! Keshin Armed!! (極めろ!化身アームド!!, Kiyamero! Keshin Aamudo!!)

Shuu (yang awalnya muncul di Inazuma Eleven GO the Movie: The Ultimate Bonds Gryphon) muncul di episode ini membantu Raimon untuk kabur dari pertandingan melawan Team A5. Dia menggunakan Keshin-nya, Ankoku Shin Dark Exodus, untuk mengalihkan perhatian Team A5. Kemudian dia membantu Raimon untuk menguasai penggunaan Keshin Armed. Tenma pun berhasil menggunakan Keshin Armed lagi.

Setelah itu, Team A5 muncul lagi dan menantang Raimon sekali lagi untuk bertanding. Di sini Shindou mengeluarkan hissatsu barunya, Olympus Harmonia, dan juga berusaha untuk menggunakan Keshin Armed tapi gagal. Lalu Shuu meminta Wonderbot untuk melakukan Mixi Max antara dirinya dengan Tenma, sehingga Tenma yang memiliki aura Shuu berhasil mencetak gol untuk Raimon. Pertandingan pun dimenangkan Raimon, kemudian mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Shuu dan meninggalkan God Eden.

Mungkin kemunculan Shuu ini yang menarik, mengingat sebelumnya dia hanya muncul di movie saja. Boleh jadi kamu yang belum menonton movie-nya akan bingung dengan jati diri Shuu ini. Debut Olympus Harmonia juga keren, meskipun mungkin ada yang sudah pernah melihatnya dari versi game Inazuma Eleven Go.

Episode 09 – Get The Holy Book of Champions! (覇者の聖典を手に入れろ, Hasha no seiten o te ni irero!)

Tim Raimon kembali ke masa kini dan meratapi nasib gedung klub sepakbola mereka akan dirobohkan akibat adanya larangan terhadap sepakbola. Untuk mencegah hal yang lebih buruk, mereka berniat ke masa depan dan menyusup ke dalam Soccer Museum, untuk mencuri Hasha no Seiten sehingga mereka bisa menghidupkan kembali tim sepakbola terhebat yang pernah ada. Hasha no Seiten sendiri adalah sebuah buku catatan yang berisi sejarah Inazuma Eleven yang bersejarah, dan ditulis sendiri oleh Endou Daisuke dengan nama pena Master D.

Buku tersebut ada di dalam Soccer Museum tapi terlindungi oleh alarm. Tenma berusaha mengambilnya tapi sayang dia mengenai sensor alarm, sehingga melibatkan Raimon bertanding sepakbola dengan para robot penjaga. Tenma menggunakan Keshin Armed dan mengantarkan Raimon menuju kemenangan dengan angka 1-0. Kembali ke masa sekarang, Raimon memutuskan untuk meneliti tulisan yang ada di Hasha no Seiten. Mereka kemudian mengetahui fakta dari Kino Aki bahwa tulisan tangan di buku tersebut tak lain dan tak bukan adalah tulisan tangan Endou Daisuke, sehingga hanya dia dan Endou Mamoru saja yang bisa membacanya.

Episode yang cukup membuat nostalgia dengan melihat Hasha no Seiten dan tulisan tangan Endou Daisuke yang unik. Hanya saja untuk pertandingan sepakbolanya tidak terlalu seru, yang terobati dengan adanya debut hissatsu Blitz Bridge dari para robot penjaga di Soccer Museum.

Episode 10 – A Shocking Reunion! Endou Daisuke!! (衝撃の再会!円堂大介!!, Shougeki no Saihai! Endou Daisuke!!)

Raimon pun berusaha memecahkan tulisan dalam Hasha no Seiten dengan cara bertemu langsung dengan Endou Daisuke. Bersama dengan Kidou Yuuto, mereka pun kembali ke masa lalu saat Endou Daisuke masih hidup. Terbaring di rumah sakit, Kidou berusaha menanyakan isi buku tersebut langsung ke Daisuke, tapi dia menolak karena menganggap isi buku itu tidak akan membantu Kidou.

Kidou pun kembali ke tim Raimon dan menjelaskan hasilnya, namun Aoi tidak menyerah begitu saja. Aoi pun mendatangi Daisuke dan menceritakan semua kondisi yang dihadapi Raimon dan ancaman hilangnya sepakbola di masa depan. Daisuke pun mengatakan bahwa isi buku tersebut adalah impiannya mengenai tim terkuat dalam sepakbola yang mustahil untuk dibentuk. Kemudian Daisuke pun menyetujui untuk berbicara tentang hal tersebut dengan yang lain, tapi tiba-tiba Protocol Omega 2.0 datang dan menantang Raimon untuk bertanding sepakbola.

Raimon pun kembali dihajar oleh Protocol Omega 2.0, dimana Beta menggunakan Keshin Armed dan membuat timnya menang dua angka. Di akhir babak pertama, Daisuke pun tiba-tiba muncul dan menyatakan ingin menjadi pelatih untuk babak kedua.

Episode lain yang membuat saya bernostalgia, apalagi kalau bukan karena adanya Endou Daisuke. Masih tetap sama dengan gaya khasnya yang nyentrik, yang walaupun sudah terbaring di rumah sakit tapi masih tetap semangat. Terlihat sekali perbedaan kekuatan Protocol Omega 2.0 dengan Raimon, dan bisa kita lihat bersama bahwa pantang menyerah menjadi kunci kemenangan di mana-mana, seperti yang ditunjukkan Raimon.

115 keseluruhan 2 dilihat hari ini