Darksiders II, Lebih Baik dan Lebih Gelap

Mungkin bagi kamu yang memainkan Darksiders pertama, pasti akan merasa bahwa plot di game kali ini lebih ringan dibanding sebelumnya, namun dari segi gameplay, Darksiders II bisa dikatakan jauh lebih baik daripada seri sebelumnya.

Tidak hanya itu, environment kali ini pun dibangun tidak hanya gelap, namun juga membawa kesan tidak enak bagi siapapun yang melihatnya, seolah tidak pernah ada rasa bahagia sedikit pun saat masuk di dalam dunia game ini. Selain itu, game ini juga memiliki sistem yang dapat membuatmu mengeksplorasi semua tempat secara bebas, serta dunia yang tidak itu-itu saja. Game ini juga memiliki gameplay yang dipoles jauh lebih baik dari seri sebelumnya, namun bagi kamu yang belum pernah memainkan game ini sebelumnya, maka kamu akan sedikit kesusahan pada awal permainan, namun itu tidak jadi masalah setelah kamu memainkannya setidaknya satu atau dua jam.

Overall, game ini cocok untukmu yang suka dengan game bernuansa ‘gelap’ dengan gameplay yang seru untuk dimainkan.

Cerita yang Terlalu Panjang, Bisa Membuat Bosan

Selain perubahan yang baik di game kedua ini, ada juga hal yang dirasa paling mengganggu di game ini, yaitu dalam plot ceritanya. Kenapa? Karena plot cerita dalam game ini lebih standard daripada seri pertamanya, dan lagi… lebih panjang!

Bila ceritanya sedikit dipoles mungkin akan jauh lebih baik. Namun cerita sepanjang ini bisa membuatmu yang memainkan game dengan prioritas cerita akan bosan saat tengah permainan dan mungkin akan meninggalkannya.

Tapi berbeda bila kamu mementingkan gameplay-nya, game ini masih sangat patut untuk dimainkan, terutama untuk kamu penggemar Darksiders. Namun ada juga beberapa bug kecil yang “berjangkit” di game ini, tapi menurut saya tidak terlalu mengganggu permainan.

Spesifikasi Sistem Minimum
Operating System: Windows XP, Vista or Windows 7
Processor : Intel P4 @ 3GHz or similar AMD
RAM: 2 GB
HDD: 10 GB free disk space
Graphics: 512 MB Graphics Memory
Sound Card: DirectX 9 Compatible
DirectX: Version 9

SHARE
Previous articlePrototype 2, Kini Lebih Leluasa Menjelajahi Sudut-Sudut Kota
Next articleResident Evil: Retribution, Hadapi Virus Zombie yang Menjalar ke Seluruh Dunia
Art Director di TouchOn Magazine (nama baru dari Zigma dan Omega) Memiliki interest yang besar dalam dunia design dan photography. Merupakan penggemar berat film serta salah satu penggebuk drum di redaksi yang kini menikmati hobi baru sebagai penulis.