Friends, Inovasi LEGO Untuk Memikat Pasar Cewek

Identik dengan pasar anak cowok, tidak membuat LEGO berhenti berinovasi. Mereka terus mendesain tema-tema yang ditargetkan untuk memikat pasar anak cewek. Di tahun 1979, LEGO mengenalkan tema Scala. Selain tema yang mirip Barbie ini, di tahun 1992 LEGO juga menghadirkan Paradisa, sub-tema dari LEGO Town. Niatan LEGO untuk masuk ke pasar cewek makin terasa ketika mereka merilis Belville di tahun 1994.

Scala
Paradisa
Belville

Walau produk-produk Belville terus diluncurkan hingga tahun 2009, putri saya, Freya, baru melirik LEGO ketika melihat LEGO Friends di toko mainan. Ya, dari semua tema LEGO untuk anak cewek, menurut saya Friends yang dirilis awal tahun 2012 ini yang paling memikat.

Friends menghadirkan lima karakter cewek: Andrea, Emma, Mia, Olivia, dan Stephanie. Set-set yang dirilis selalu berkaitan dengan kelima cewek tersebut. Hal ini sangat pas, karena menurut hasil riset, anak cowok bermain dalam sudut pandang orang pertama, sementara anak cewek bermain dalam sudut pandang orang ketiga.

Mia, Emma, Andrea, Stephanie, Olivia

Menariknya, LEGO tidak menggunakan minifig standar dalam tema Friends ini. Menggantikan peran minifig, hadirlah minidoll figure. Untungnya minidoll ini memiliki skala yang tidak jauh dengan minifig standar, sehingga kompatibel dengan berbagai aksesoris minifig. Untung juga minidoll ini tidak semengerikan doll di Scala atau Belville. Minidoll ini cantik dan sangat potensial. Bayangkan bila nantinya LEGO merilis tema khusus Disney Princess dengan princess-nya berbentuk minidoll ala Friends (eh, nggak mustahil lho… toh sekarang sudah ada LEGO Duplo seri Disney Princess).

Hal lain yang menarik bagi saya adalah setting tempatnya. Friends ber-setting di sebuah kota bernama Heartlake City. Tiap set yang diproduksi akan merepresentasikan bagian-bagian dari Heartlake City. Katanya, siapa pun yang mengumpulkan keseluruhan set Friends bisa membangun Heartlake City seperti yang tergambar dalam peta.

Peta Heartlake City

1
2
3
SHARE
Previous articleInazuma Eleven Go Chrono Stone Episode 18, Kehadiran Para Karakter Baru yang Mengejutkan
Next articleJames Cameron: “Avatar 4 Akan Jadi Sebuah Prekuel”
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.