Yuk Mengenal Komikus Modern Indonesia

Pekan Komik Nasional menurut saya pribadi, yang merupakan lawatan saya yang pertama di acara tahunan ini, benar-benar bagus dengan mengangkat para komikus lokal. Meskipun saya pribadi sudah jarang membaca komik, tetapi pada akhirnya saya membawa pulang dua karya komikus lokal dari acara ini. Mari berkenalan dengan masing-masing Komikus yang sempat saya temui.

1. Sweta Kartika

Pertama kali masuk ke Pekan Komik langsung merapat ke tempat mas-mas yang satu ini. Langsung aja saya cap-cus dengan pertanyaan-pertanyaan ringan menyerang komikus yang satu ini. Asli mana ya mas? Langsung di jawab Kebumen, Jawa Tengah. Sweta, yang juga menjaga langsung stan-nya sendiri, dengan ramahnya menjawab pertanyaan saya berikutnya. Sekarang sibuk apa? dia disibukkan dengan pekerjaannya sebagai salah satu art designer di salah satu studio game di Jakarta. Sweta yang sudah memulai karirnya selama dua tahun ini tampak sibuk dengansketchbooknya. Tiap waktu menunggu di stannya dia habiskan dengan menggambar. Mungkin bagi teman-teman yang bercita-cita menjadi komikus bisa meniru ya, untuk meningkatkan skill, tentunya.

Duduk didepan gambar-gambar monster bikinannya yang sangat indah dan terinspirasi dari berbagai hewan dan legenda lokal menguatkan posisi Sweta sebagai komikus yang menjunjung tinggi budaya lokal.

2. Lesehan Studio

Mengintip ke stan kedua, yakni Lesehan Studio. Datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta dengan dua punggawanya yakni Bagus dan Bayu. Pertama saya ucapkan terima kasih kepada mas Bayu  karena telah meminjami saya bolpoin :P . Membuka pertanyaan tentu saja mengenai Lesehan Studio sendiri. Diperkuat sebanyak tiga belas orang, studio ini berawal dari sebuah komunitas. Melihat ke websitenya langsung, LesehanStudio.com, ternyata mereka sudah memiliki beberapa judul komik yang dapat dibaca dan diunduh.

Saya harap nantinya komik di website mereka bisa berbahasa Inggris sehingga banyak orang luar tahu karya anak-anak bangsa. :D

3. Gita Juwita & SYS (7artland)

Nah stan berikutnya ini merupakan kolaborasi antara dua  komikus wanita yang luar biasa.

Keduanya yang memiliki pendekatan yang agak berbeda dengan komikus-komikus di pekan komik ini. SYS dengan Komik Edukatifnya, Sang Sayurnya merupakan finalis International Manga Award pertama di tahun 2007. Alasan yang sedikit mengocok perut karena alasan SYS yang lebih memilih mendesain karakter sayur yang mudah digambar daripada karakter manusia, yang untuk menggambar tangan saja harus berjari lima, sedangkan sang sayur cukup satu saja :D . Sedangkan Gita Juwita, wanita yang memiliki akun deviantart disini, memperlihatkan tas dengan ilustrasinya, yang  pewarnaannya yang sangat saya suka,  yang merupakan produk yang menurut saya bisa menjadi tren kedepannya. Selain memang mengurangi penggunaan tas plastik, tas semacam itu juga stylish , lebih membuat menarik para pemakainya.

4.  Moon Eclipse Studio

Untuk studio satu ini, studio lokal dari Surabaya yang saat saya datangi stannya, dijaga oleh salah satu punggawanya yakni Wendy. Basa-basi sebentar, studio yang merupakan studio pertama di Surabaya yang memberikan kursus menggambar secara digital, ternyata memiliki pembinaan semulai dari level anak-anak hingga dewasa, Saya sendiri ditawari untuk mengikuti kursus disitu, meskipun ingin sekali tapi apa daya kuliah dan kegiatan lain terlanjur memenuhi hidup saya :P

Karya-karya yang dipajang dibelakang stannya merupakan hasil karya dari murid-murid di studio ini. Sangat kental sekali dengan teknik-teknik pewarnaan digital bukan?

5. Aji Prasetyo

Terakhir yang satu-satunya belum saya kunjungi adalah stan dari Komikus Opini, Aji Prasetyo. Meskipun masih ada stan lain yang terpaksa tidak saya kunjungi karena tidak adanya komikus yang bersangkutan, namun terobati dengan mendengar kisah sepak terjang Mas Aji Prasetyo.

Melihat dari stan-stan sebelumnya, stan yang dijaga oleh Mas Aji terlihat sangat berbeda. Karena yang dibawakan oleh Mas Aji adalah sebuah komik opini, komik yang isinya merupakan opini terhadap kejadia-kejadian sosial yang berlangsung di sekitar. Meskipun lebih senior daripada yang lainnya, bukan berarti Mas Aji tidak memiliki semangat muda. Dengan semangatnya, Mas Aji yang memulai karir di dunia perkomikan nasional di tahun 2000, berbicara berbagai macam hal dengan saya. Dimulai dari nge-blog, Mas Aji lalu memilih untuk memberikan opini melalui media komik karena media ini jauh lebih populer daripada media-media lainnya, menurutnya. Salah satu judul komiknya yang sudah terbit yakni Hidup Itu Indah.

 

Setelah puas berbincang-bincang dengan para komikus Indonesia ini, bagaimana dengan sedikit menyaksikan beberapa foto karya-karya mereka berikut ini di Pekan Komik Nasional.

Promotional illustration dari Sweta Kartika
Komik opini oleh Aji Santoso
Komik dari 7artland
Kaos opini oleh Aji Santoso

Terus maju dunia perkomikan Indonesia!


SHARE
Previous articleKilas Balik Film Resident Evil
Next articleEnam Foto Baru The Man with the Iron Fists
Penulis berbagai macam tema, mulai dari anime, game, kucing, Naruto, Dragon Ball, meme, netizen, dan banyak hal lainnya seputar itu.