As Seen On TV: Master Chef Season 3

Kemarin Masterchef US Season 3 akhirnya ditayangkan juga di Starworld, dan untuk memperingati tayangan perdana ini, Starworld menayangkan dua episode sekaligus. Format audisi untuk Masterchef season 3 ini masih tidak berubah. 100 peserta yang sudah lolos audisi babak awal diharuskan menampilkan satu masakan yang akan dinilai oleh 3 juri (Gordon Ramsay, Joe Bastianich, dan Graham Elliot). Mereka mendapatkan waktu satu jam untuk memasak masakan, dan 5 menit tambahan untuk memberikan sentuhan akhir dan menatanya di piring, di depan dewan juri.

Seperti biasa, babak eliminasi selalu dibumbui dengan berbagai hal kocak, mulai dari kue dengan boneka bobble head dari ketiga juri, kontestan yang menolak untuk menjawab pertanyaan Gordon Ramsay, dan yang paling kocak adalah kontestan bernama Mike, yang berdandan ala koboi sambil membawa kuda sungguhan. Lucunya, si kuda dengan santainya buang air kecil di studio dihadapan ketiga juri, ketika Mike sedang memasak. Yang lebih mengherankan lagi, si koboi ternyata lolos dari babak eliminasi ini.

Selain Mike, banyak kontestan lainnya yang memiliki kepribadian unik. Misalnya saja ada seorang ibu yang baru saja bercerai, bernama Monti Carlo (Monte Carlo adalah salah satu daerah tujuan wisata yang terkenal di Prancis), anaknya dinamai Danger. Yup saya tidak bercanda, ia benar-benar menamai anaknya Danger. Monti menyuguhkan Sheperd Pie untuk para juri, dan walaupun ia tidak sempat membuat saus, dan juga sedikit terlalu manis, tapi ia berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Pemuda keturunan Asia berumur 19 tahun, Michael juga memiliki latar belakang cerita yang cukup unik. Ia ingin membuktikan pada orang tuanya bahwa koki adalah profesi yang patut dibanggakan. Ia juga adalah seorang gay, dan dengan terang-terangan ia mengakui fakta ini dihadapan para juri. Michael memasak Chinese Dumpling, yang menurut ketiga juri, sangat enak untuk dimakan. Satu hal yang saya tidak pahami, kenapa para juri memakan chinese dumpling dengan memotongnya menggunakan pisau? Tidakkah mereka tahu cara makan seperti itu justru membuat kaldu didalam dumpling mengalir keluar? Jenis dumpling yang dimasak Michael harusnya dimakan bulat-bulat menggunakan sumpit, jadi ketika digigit, kuah kaldu yang harum dan gurih akan menyebar di dalam mulut.

Christine Ha, walau buta ia berhasil lolos audisi dengan performa yang sangat baik

Dari semua kontestan yang lolos pada audisi pertama dan kedua ini, yang paling mengesankan menurut saya adalah Christine Ha. Sejak 10 tahun yang lalu ia mengalami sakit yang menyebabkan penglihatannya berkurang secara bertahap. Sekarang ini ia sudah buta total, tapi hebatnya, hal ini tidak menghalanginya untuk meneruskan kuliah, dan juga memasak tentunya. Christine menunda kelulusannya untuk mengikuti Masterchef, dan hasilnya tidak mengecewakan. Tiga juri yang ada menyukai masakannya, bahkan mereka mengatakan bahwa masakan Christine (lele ala vietnam) adalah salah satu yang paling enak di babak audisi ini. Joe dan Gordon mengatakan bahwa kebutaan Christine justru bisa menjadi keunggulan tersendiri, karena ini berarti indera perasa dan penciumannya akan lebih terasah dibanding kontestan lain. Saya merasa kagum akan kegigihan dan kemampuan Christine, tapi apakah ia bisa bertahan di babak-babak selanjutnya?

Total ada sekitar 20 orang yang diloloskan di dua episode audisi ini. Episode depan kita masih akan disuguhi satu audisi lagi, dan kemudian ketiga juri akan memutuskan 18 orang yang akan mengikuti babak utama. Saya sudah tidak sabar melihat performa peserta kali ini, dari sekilas saya kira mereka memiliki kemampuan yang tidak kalah dari kontestan season 2. Jadi silakan bergabung dengan saya lagi minggu depan untuk menyaksikan 18 kontestan yang akan masuk babak final.


SHARE
Previous articleDuniaku Movie Review: Resident Evil: Retribution
Next articleMelanjutkan Kegilaan Gangnam Style
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.