Apple iPhone 5 Ternyata Banyak yang Cacat Produksi!

Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, iPhone 5 mulai dikapalkan 21 September. Banyak dari mereka yang memesan secara pre-order sudah mendapatkan iPhone generasi keenam ini. Dan banyak juga melaporkan beberapa masalah, seperti begitu mudahnya casing belakang iPhone 5 ini tergores!

Mimpi buruk mereka para pembeli awal iPhone berlanjut. Jika sebelumnya iPhone 4 diganjar masalah penerimaan sinyal yang kurang baik karena penempatan posisi antena, kemudian iPhone 4S juga sama karena dilaporkan baterainya boros, kali ini para pembeli awal iPhone 5 melalui jalur pre-order ada yang melaporkan bahwa lapisan aluminium hasil anodizing pada bagian belakang dan sepanjang pinggirnya ternyata mudah tergores dan terlepas.

Sebagian besar masalah tersebut didapatkan oleh mereka yang memesan iPhone 5 warna Black & Slate — walaupun yang White & Silver dilaporkan ada juga yang tergores. Mereka mendapati goresan dan terkelupasnya lapisan aluminium hasil proses anodizing tersebut begitu iPhone 5 dikeluarkan dari kotaknya, dan awalnya diduga itu masalah quality control yang buruk. Karena memang lapisan tersebut berperan untuk memberi warna, dan tidak terlalu tebal, sehingga tipikal lapisan anodizing bakal terkelupas seiring waktu, atau karena cacat penggunaan, terutama di bagian sudut – sudutnya. Jadi pastikan jika kamu membelinya, segera beri perlindungan dengan softcase atau silicon case, karena jika disimpan di saku, sentuhan dengan benda keras lain seperti kunci bisa dengan mudah membuat lapisannya terkelupas.

Bisa kamu lihat melalui video drop test iPhone 5 berikut ini, dimana terlihat lapisan aluminiumnya menjadi yang paling rentan terkelupas:

iPhone 5 vs Samsung Galaxy S3 Drop Test

Namun harus diakui, iPhone 5 ini juga menjadi iPhone yang paling tahan terhadap benturan. Jika dulu iPhone 4S langsung retak lapisan layarnya, maka kamu hanya perlu kuatir yang terkelupas atau pecah adalah lapisan aluminiumnya saja, yang terlalu “sensitif” saat bersentuhan dengan benda padat lainnya.

iPhone 5 Drop Test and Durability Video

Dan video berikut ini juga makin meyakinkan kita, jika lapisan aluminium tersebut patut menjadi satu alasan utama untuk membeli case pelindung tambahan, jika kamu ingin mempertahankannya dengan kondisi 99% pada pemakaian waktu yang lama. Sekali lagi diperlihatkan jika lapisan tersebut begitu mudahnya terkelupas, apalagi jika dibandingkan dengan panel belakang pada iPhone 4S.

iPhone 5 Rear Case Scratch Test

Sejauh ini Apple masih belum membuat pernyataan sehubungan masalah tersebut. Dan malangnya, meskipun belum ada pernyataan resmi, muncul lagi video yang menunjukkan jika sebenarnya Apple sudah mengetahui bahwa panel belakang dan lapisan aluminumnya mudah tergores / cacat, namun mereka tetap melanjutkan proses produksinya. Bisa kamu lihat melalui video berikut ini, yang dibuat sebelum iPhone 5 dikonfirmasikan, bahkan sumber yang berada di video tersebut seharusnya memberikan informasinya juga jauh sebelum video di-upload. Video tersebut mengklaim jika salah satu pekerja di pabrik Foxconn, pabrik dimana iPhone 5 dirakit, mengetahui bahwa unit iPhone 5 yang mereka kerjakan sebenarnya banyak yang fault (pada casing belakangnya yang mudah tergores), dan dengan hanya 10% diantaranya saja yang kondisinya bagus. Jika satu pekerja itu saja tahu bahwa casing belakang iPhone 5 mudah tergores, seharusnya Apple pun tahu akan masalah tersebut sebelum mulai menjualnya. Masih menurut video di bawah, disarankan kamu menunggu sampai Oktober 2012 nanti, saat unit iPhone 5 yang lebih baik kualitas casingnya mulai dikirimkan ke Apple dan dipasarkan.

Foxconn Worker Claims New iPhone 5 is Poorly Made

Sumber: MacRumors

SHARE
Previous articleSetelah MoHunt Avenger-nya Marvel Hijrah ke Nendoroid
Next articleTGS 2012: Picotto Knights, Jika Diablo Digabung Castle Crasher
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.