Jelajah Tokyo: Harajuku

    Masih dalam rubrik khusus Jelajah Tokyo. Kali ini kita akan berhenti di Harajuku. Distrik ini terkenal akan gaya fashion gothic lolita-nya. Bahkan Gwen Stefani, vokalis band No Noubt, begitu terinspirasi dengan fashion Harajuku, sampai-sampai dia membuat lagu tentangnya. Gwen juga memiliki merek fashion sendiri, bernama Harajuku Style.

    Harajuku memiliki tiga wilayah yang wajib dikunjungi. Yang pertama adalah kuil Meiji Jingu. Ini adalah salah satu kuil yang paling terkenal di Tokyo. Cobalah mengunjungi kuil ini pada hari Minggu. Jika beruntung, kamu bisa melihat upacaya pernikahan Shinto di sini. Sayang sekali, karena saat itu waktunya tidak panjang, saya skip kunjungan ke kuil ini. Padahal saya datang ke Harajuku pas hari minggu.

    Wilayah wajib kedua Harajuku adalah Takeshita-dori atau Takeshita Street. Ini adalah jalanan sempit, dengan berbagai toko fashion di kanan-kiri. Yang menarik, kita akan bertemu dengan banyak orang Amerika kulit hitam (African-American) yang bekerja sebagai sales-promotion toko-toko fashion. Mereka menjadi simbol style Ganguro, yang mengagungkan style Amerika.

    Seperti ketika di Shibuya, Harajuku ketika itu sedang hujan. Bahkan hujannya agak parah. Saya terpaksa harus berteduh di McDonalds Takeshita Street. Yang saya sayangkan, pada hari minggu seharusnya Takeshita Street dipenuhi para cosplayer dan fashionsita bergaya gothic.

    Gerbang masuk Takeshita Street
    Ini style gothic dan punk Harajuku

    Ketika hujan sudah agak reda, saya melanjutkan perjalanan ke wilayah wajib ketiga. Tempat ini bernama Yoyogi Park. Taman ini menjadi pusat kegiatan para fashinosita Harajuku. Pada hari minggu, mereka biasanya berbondong-bondong berkumpul di sini. Bukan hanya itu, terkadang kita bisa menjumpai ahli beladiri yang berlatih, pemusik, street dancer, dan banyak lagi.

    Padatnya Takeshita Street

    Harajuku memang bukan distrik sebesar Shinjuku atau Shibuya. Tapi nuansanya yang unik membuat saya ingin mengunjungi tempat ini. Jika kamu mengunjungi Shibuya, mampirlah sejenak ke Harajuku. Lokasinya tidak terlalu jauh. Hanya satu stop kereta. Atau kamu juga bisa jalan (sekitar 15 menit) sambil menikmati suasana Jepang yang asyik.

    Grafiti di Harajuku
    SHARE
    Previous articleSamsung Galaxy Note II Meluncur Hari Ini, Mau Mendapatkannya Secara Gratis?
    Next articleBad Piggies Akhirnya Dirilis, Sekuel Angry Birds yang Bernuansa Amazing Alex
    Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.