Samsung Galaxy S III Mini, Mainkan Android 4.1 Jelly Bean Pada Layar 4-inchi

Samsung mengumumkan Galaxy S III mini kemarin di Jerman. Meskipun sedikit detail smartphone tersebut sudah kita ketahui sebelumnya, namun inilah beberapa press image penampilan si mini.

Alasan utama Samsung membuat versi mini ini tidak lain karena permintaan akan smartphone dengan layar 4-inchi meningkat pesat di Eropa. Dan bagi sebagian besar pengguna, Galaxy S III dengan layar 4.8-inchi masih terlalu susah digunakan dengan satu tangan. Ternyata fakta tersebut memberi Samsung kesempatan merilis smartphone mahal lainnya hanya karena mendompleng nama Galaxy S III, namun spesifikasinya tidak ada yang bisa dibanggakan.

Samsung GT-i8190 Galaxy S III mini mengadopsi desain terinspirasi alam yang dikampanyekan melalui Galaxy S III dan Galaxy Note II — seperti ringtone bernuansa alam, live wallpaper yang memunculkan gelombang air ketika disentuh. Dengan desain yang mirip satu sama lain, memang seakan Samsung ini malas ya melakukan inovasi. Antara ketiga galaxy tersebut terkesan hanya berbeda ukuran layar. Namun keputusan mencari langkah aman dengan membuat desain yang mirip satu sama lain ini karena Samsung tidak mau mengambil resiko adanya tuntutan lainnya seperti yang diajukan Apple sebelumnya. Toh desain Galaxy S III (yang juga berlanjut pada Note II dan S III mini) sampai saat ini tidak menjadi target siapapun yang merasa ada kemiripan dengan smartphone lainnya.

mini meskipun membawa nama Galaxy S III, juga tidak membawa banyak fitur andalan kakaknya. Namun karena langsung dijual dengan Android 4.1 Jelly Bean, dia bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka pengguna brand lain yang sudah bosan menunggu janji update software. Kemudian di bawah kustomisasi TouchWiz, kamu juga masih mendapatkan aplikasi perintah suara S Voice dan sensor cerdas Smart Stay yang mendeteksi arah pandang mata terhadap layar smartphone.

Kemudian yang membuat banyak ekspetasi terjun bebas, spesifikasinya tidak sebanding dengan nama dan harganya. Ok, layar 4-inchi Super AMOLED dengan resolusi WVGA 800×480-pixel dengan penataan pixel PenTile (terlihat pixelated dalam jarak sangat dekat) masih masuk akal. Namun chopsetnya bukan Exynos quad-core seperti big-brother-nya. Di dalam ada chipset dari ST-Ericsson, yaitu NovaThor dengan dua inti yang mengadopsi teknologi Cortex-A9, berkecepatan 1GHz, 1GB RAM dan GPU Mali-400. Chipset tersebut banyak digunakan di Android kelas menengah, dan performanya memang tidak biasa saja, namun juga jangan diharapkan sefantastis Galaxy S III.

Sisa spesifkasi lainnya seperti yang kami ungkapkan sebelumnya, sensor kamera utama 5-megapixel autofocus dengan flash LED yang mampu merekam video dengan resolusi 1280×720-pixel alias 720p, serta kamera sekunder dengan kualitas VGA. Semartphone yang bekerja di jaringan GSM quad-band secara 2G dan tri-band 3G ini juga memiliki modulWi-Fi a/b/g/n dual-band yang penerimaan sinyalnya lebih baik, Bluetooth 4.0 serta NFC (opsional, tergantu pilihan dan harga). Internal storage-nya ternyata juga hanya 8GB, atau 16GB yang masih bisa diperbesar dengan microSD. Oh ya, kami mendapatkan detail dimensi dan bobotnya, 121.6 x 63 x 9.9mm dan beratnya 111.5g, sudah termasuk baterai 1500mAh.

[nggallery id=70]

Pada intinya, Galaxy S III mini tak lain sekadar reinkarnasi Galaxy S Advance yang nasibnya tidak terlalu baik, kurang begitu laku di pasaran, walaupun sebenarnya memiliki spesifikasi yang lumayan. Dengan “jeroan” yang setara dengan Galaxy S Advance (perbedaan paling kentara dibanding S III mini hanya RAM-nya, S Advance hanya 768MB), harusnya Galaxy S III mini dijual dengan harga setara, Rp. 3.9 jutaan ketika pertama kali diperkenalkan — bandingkan dengan Galaxy S III mini yang bakal dijual dengan harga Rp. 4.5 – 5 jutaan. Saat ini Galaxy S Advance masih dijual dengan harga baru sekitar Rp. 3.3 jutaan, dan second-nya sekitar Rp. 2.7 jutaan, dan pertama kali beredar di Indonesia sekitar Mei 2012. Galaxy S III mini sendiri pertama kali dijual November 2012 nanti.

GALAXY S III mini Product Specifications
Network

HSPA 14.4/5.76 900/1900/2100

EDGE/GPRS 850/900/1800/1900

Display 4.0” WVGA Super AMOLED
Chipset Dual Core 1GHz
OS Android™ 4.1 (Jelly Bean)
Camera 5MP AF + LED Flash / VGA Front
Video

H.264, MPEG-4, H.263, VC-1,

SorensonSpark, WMV7, WMV8

Recording/ Playback : 720p

Audio

MP3, AMR-NB, AAC/AAC+/eAAC+,

WMA, OGG(Vorbis), FLAC

Additional

Features

Game/Video/ Readers/Music Hub
Kies, KiesAir
FM Radio (RDS)

TouchWiz

Google™ MobileServices
  • Google Search, Google Maps, Gmail, Google Latitude
  • Google Play Store, Google Play Books, Google Play Movies
  • Google Plus, YouTube, Google Talk,
  • Google Places, Google Navigation, Google Downloads
Connectivity
  • WiFi a/b/g/n, WiFi HT40
  • GPS/GLONASS
  • NFC
  • Bluetooth® 4.0(LE)
Sensor Accelerometer, Digital compass, Proximity, Gyro
Memory

8/16GB ROM+ 8Gb RAM, microSDup to 32GB

Dimension 121.55 x 63 x 9.85 mm, 111.5 g
Battery 1,500 mAh

Sumber: Samsung Mobile

SHARE
Previous article“New Legends” & “Power”, Dua Tv Spot Terbaru The Man With The Iron Fists
Next articleSaksikan Cerita Lengkap Toy Story: Partysaurus Rex Disini
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.