Blood of the Zombies Hadir untuk iOS dan Android, Buku Interaktif Bernuansa Zombie

Nama Fighting Fantasy mungkin terdengar asing. Terutama karena aslinya adalah sebuah gamebook RPG (buku cerita interaktif yang melibatkan pembacanya dalam menentukan cerita selanjutnya), yang memang kurang populer di sekitar kita. Namun gamebook ciptaan Ian Livingstone (presiden dan CEO Eidos Interactive) tersebut juga sempat diangkat ke versi game sebagai Fighting Fantasy: The Warlock of Firetop Mountain, yang dirilis untuk DS, PSP dan terakhir iOS mulai akhir 2009 lalu.

Dan kini versi game lainnya kembali dikembangkan berdasarkan seri baru gamebook Fighting Fantasy, yaitu Blood of the Zombies. Seperti sebelumnya, gamebook tersebut ber-setting dunia fantasy, dan tetap mengklaim kamu sebagai pembacanya adalah sang Hero. Gamebook-nya sendiri yang masih ditulis Ian Livingstone sudah diterbitkan mulai tahun ini oleh Wizard Books. Versi gamenya ini dirilis sekaligus untuk iOS dan Android mulai kemarin seharga $6. Langsung saja akses iTunes atau Google Play untuk mendapatkannya.

Jadi penarasan, bagaimana ya rasanya menikmati unsur RPG seperti memilih jalan yang tepat, menemukan equipment, menghindari jebakan dan selamat dari pertarungan, hanya dengan membaca teks saja?

[nggallery id=102]

Fighting Fantasy: Blood of the Zombies (iOS and Android)

Blood of the Zombies Hadir untuk iOS dan Android, Buku Interaktif Bernuansa Zombie

Game adaptasi gamebook Fighting Fantasy Blood of the Zombies dirilis versi iOS dan Android. Masih dengan konsep "YOU are the hero!," dan merasakan unsur permainan RPG hanya dengan menentukan pilihan melalui tulisan.

Abaikan

Sumber: Fighting Fantasy

SHARE
Previous articleIGS 2012: Wawancara dengan Leonard, Jawara Tekken Tag Tournament 2!
Next articleSega Umumkan Shining Terbaru, Shining Ark!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.