Highlight AC III: Menengok Masa Lalu Connor yang Kelam

Seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya, Connor bukanlah anak perkotaan yang dibesarkan dengan menyenangkan. Ia merupakan anak yang lahir di sebuah desa milik suku Mohawk.

Cerita dari game ini bermula di desa milik suku Mohawk tersebut, kamu juga akan diberi kesempatan untuk melihat masa kecil Connor di desa pribumi itu. Kamu akan dibawa oleh Ubisoft melihat pertemuan Connor dengan Charles Lee, tokoh sejarah Amerika yang memang benar adanya yang nantinya menjadi jenderal untuk tentara George Washington.
Pada periode masa kecilnya, desa tempat Connor tinggal mendapat sebuah musibah, dimana nantinya kamu, sebagai Connor, mau tidak mau harus ikut dalam memperjuangkan desa dan hidupnya. Dari titik inilah nantinya, Connor akan mendedikasikan hidupnya kepada keadilan. Keadilan untuk hak kelayakan hidup orang-orang pribumi Amerika seperti Connor dan para anggota desanya di Mohawk.

Dari sejarah yang kita ketahui, orang-orang pribumi Amerika mengalami masa yang cukup susah pada saat itu. Dari sinilah kita akan dibawa untuk melihat misi-misi Connor yang membawanya ke cerita dengan rona melankolis di dalamnya. Cukup berbeda dengan AC sebelumnya, dimana ceritanya lebih berfokus pada kelompok tertentu. Connor di sinipun memiliki sifat yang lebih naif dari dua karakter utama sebelumnya, Connor percaya bahwa tindakannya ini dapat membawa hidup para penduduk pribumi menjadi lebih baik, namun karena game ini adalah game sejarah, tentunya, Connor nanti akan mengalami kekalahan di poin-poin tertentu. Berbeda dengan kedua karakter utama sebelumnya, Connor sangat berpengalaman di daerah liar seperti hutan.

Pengaruh Masa Lalu Terhadap Gaya Bertarung

Connor yang dibesarkan di desa memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh dua karakter seri ini sebelumnya, yakni kemampuan untuk bertahan di dunia liar. Connor memiliki kemampuan sebagai pemburu, yang sedikit berbeda dengan seorang pembunuh, namun tentu, ia juga sangat terlatih sebagai seorang Assassin.

Dalam game kali ini, selain dapat melakukan gerakan yang lebih lincah dari Ezio dan Altaïr, Connor juga mampu menggunakan berbagai macam senjata dalam satu kombinasi, contohnya adalah tomahawk, pisau, pistol, musket, dan tentu saja, senjata wajib para Assassin, hidden blade.  Bedanya adalah, Connor selalu menggunakan senjata di kedua tangannya, jadi gaya bertarung dari Connor ini adalah dual-wielding yang mampu memberikan serangan kombinasi yang lebih beragam kepada musuh atau targetmu.

Selain merasakan pengalaman bertarung dengan dua senjata, nantinya kamu juga akan merasakan serunya pertarungan dengan sistem targeting serta kamera yang sudah diredesain mengikuti grafis animasi yang sangat ditingkatkan kualitasnya. Dikatakan oleh Hutchinson bahwa kontrol di dalam dan di luar pertarungan adalah sama, jadi kamu tidak perlu ribet untuk melepaskan lock dari target bila ingin melarikan diri, cukup tekan RT dan kamu akan langsung bisa berlari lagi.

Tambahan menarik lainnya adalah bila kamu melawan musuh satu lawan satu, kamera akan secara otomatis mendekat tanpa harus kamu zoom-in secara manual. Hal ini diberikan oleh Ubisoft untuk menghadirkan lebih banyak adegan dramatis di dalam game.


SHARE
Previous articleHighlight AC III: Mengenal Jagoan Baru Kita, Connor Kenway!
Next articlePara Reyvateil Kembali Menyanyi di Ar Tonelico Hymmnos Concert Complete BOX
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.