Resensi Spesial Halloween: Superman/Batman #77 Fright Night

Menyambut Halloween yang biasa diperingati pada tanggal 30 Oktober, biasanya orang-orang akan menyiapkan kostum-kostum yang bernuansa seram sambil nantinya berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta permen atau hadiah laiinya. Tidak jauh beda, di dunia komik atau dunia film biasanya merilis edisi khusus Halloween menjelang tanggal 30 oktober.

Salah satunya adalah komik Superman/Batman #77 yang rilis pada 21 Oktober 2010. Komik ini ditulis oleh Joshua Williamson dan digambar oleh Ale Garza, Oliver Nome, dan Pete Pantazis. Seperti biasanya, seri Superman/Batman menceritakan petualangan superhero DC dari pihak Superman dan pihak Batman, yang karena ada suatu kejadian mengharuskan mereka untuk beraksi dan bekerja sama.

Dikisahkan di Kota Metropolis terjadi kasus ditemukannya kuburan masal di Suicide Slums. Supergirl (Kara Zor-El) berusaha menangani peristiwa yang tidak lazim ini. Tapi ia butuh ahli analis untuk mengungkap misteri ini. Sayangnya saat ia ke Gotham City, ia tidak bertemu dengan Batman. Justru ia bertemu dengan Robin (Damian Wayne) yang saat itu sedang berhadapan dengan Killer Croc. Robin bersedia membantu walaupun dengan sikap semena-mena layaknya Damian Wayne.

Robin menemukan kesamaan pada mayat yang mereka temukan. Selain berstatus mahasiswa, mereka tewas karena serangan jantung yang serupa. Dan satu hal lagi, para korban mendapat beasiswa dari salah satu perusahaan milik Lex Luthor.

Untuk mengungkap misteri ini, mereka memutuskan untuk ikut pesta Halloween yang diadakan bagi mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Lex Luthor. Di sana mereka melihat bahwa para mahasiswa masih ketakutan dengan apa yang menimpa teman-teman mereka, namun ada satu orang yang tidak merasa takut, dan ia ternyata adalah… Scarecrow.

Scarecrow ternyata bukan lawan sembarangan. Manusia Krypton seperti Supergirl biasanya kebal terhadap fear toxin. Namun ia menemukan campuran ramuan dengan dosis lebih kuat yang bahkan bisa mempengaruhi Supergirl, sehingga Supergirl pun berhalusinasi. Robin berhasil menangani halusinasi Supergirl dan akhirnya mereka bisa meringkus Scarecrow.

Ternyata saat itu Scarecrow terlibat dalam penelitian Lex Luthor yang melibatkan para mahasiswa penerima beasiswa itu. Dan Scarecrow saat itu sedang merasa dendam kepada Lex Luthor, dikarenakan Lex Luthor mencuri Yellow Ring milik Scarecrow (lebih jelasnya silahkan baca kembali Blackest Night #6), sehingga ia menargetkan para mahasiswa penerima beasiswa itu sebagai korban balas dendamnya.

Hal yang menarik di cerita ini adalah bagaimana suasana Halloween kental saat Robin dan Supergirl mengenakan kostum lucu sebagai penyamaran mereka, dan ditambah lagi lawan mereka sarat bernuansa Halloween yaitu Scarecrow beserta fear toxinnya.

Trivia: Cerita di Superman/Batman #77 banyak dipengaruhi dari dampak saga The Blackest Night dan masa ketika Bruce Wayne “tewas”, sehingga mantel Batman diambil alih Dick Grayson dan mantel Robin diperankan oleh Damian Wayne. Kontinuitas cerita termasuk yang berhenti pada versi New 52, dimana saat ini Damian Wayne dikisahkan belum pernah mengenal Supergirl.

SHARE
Previous articleLG and Google Announce Nexus 4, Best-in-Class Hardware with the Best of Google
Next articleSamsung Nexus 10, Tablet Pertama Beresolusi 2560*1600-pixel dan Prosesor 1.7GHz!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.