The Walking Dead Season 3, Episode 1

Ironis, tempat yang aman justru adalah penjara

Tanggal 21 November yang lalu saluran kabel di Indonesia akhirnya menyiarkan season ke-3 dari The Walking Dead. Ini berarti kita ketinggalan satu mingu jika dibandingkan dengan siaran di Amerika. Cukup lumayan, mengingat The Walking Dead adalah salah satu serial TV paling terkenal saat ini (bersama dengan Glee, dan War of Thrones). Mulai minggu ini saya akan membahas tiap episode dari The Walking Dead Season 3, jadi jangan sampai ketinggalan dan kunjungi Duniaku.net tiap minggunya. Oh dan jangan lupa, pastinya akan ada berbagai SPOILER (di bagian synopsis) di tiap episode review.

Ok, sebelum kita memulai membahas episode pertama, ada baiknya kita merangkum terlebih dahulu, apa saja yang terjadi di season sebelumnya. Pada akhir season 2, musim salju mulai melanda peternakan Hershel, akibatnya rawa-rawa yang melindungi daerah sekitar mulai mengering. Alhasil peternakan Hershel-pun diserbu oleh para Walker. Di tengah kekacauan ini, Shane mencoba untuk membunuh Rick, tapi pada akhirnya Rick berhasil membunuh Shane. Sementara itu Hershel, Daryl dan anggota kelompok lainnya mencoba menyelamatkan diri dari kepungan para Walker. Pada akhirnya Rick, Lory, Carl, Daryl, Glenn, Carol, T-Dog, Hershel, Maggie, dan Beth berhasil melarikan diri dan berkumpul kembali. Sementara itu Andrea terpisah dari kelompok, dan ia diselamatkan oleh gadis misterius bersenjatakan katana. Tanpa tempat aman, Rick dkk terpaksa sekali lagi berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

 

Synopsis

Episode pertama dimulai beberapa bulan setelah peristiwa yang terjadi di peternakan Hershel. Musim dingin sudah berlalu, dan Lori segera akan melahirkan. Selama ini Rick dan kelompoknya selalu berpindah-pindah, dari rumah ke rumah lain, dari satu kota ke kota lain, mereka mencoba untuk mencari tempat aman dimana mereka bisa menetap. Sayangnya persenjataan dan ransum mereka mulai menipis, Lori yang akan melahirkan, juga tidak lagi bisa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Ketika memutuskan untuk mencoba satu area yang belum pernah mereka jelajahi, secara tidak sengaja mereka menemukan sebuah penjara.

Carl yang beranjak dewasa

Tentunya seperti tempat lain, penjara ini juga dipenuhi oleh para Walker, tapi hanya ada sedikit walker yang ada di area halaman, dan area ini mudah dikontrol karena dikelilingi oleh pagar yang kokoh. Walaupun persediaan amunisi semakin menipis tapi Rick dan kawan-kawan memutuskan untuk menyerbu masuk dan membunuh semua walker yang ada, mengingat Lori membutuhkan tempat aman untuk melahirkan bayi, dan penjara tentunya memiliki persediaan makanan, obat, bahkan gudang senjata. Dengan sedikit kesusahan Rick dkk akhirnya berhasil membunuh para Walker dan menguasai area halaman. Malam itu untuk pertama kalinya mereka bisa tidur dengan nyenyak.

Keesokan paginya Rick dkk memutuskan untuk masuk lebih dalam lagi ke kompleks penjara. T-Dog, Daryl, Maggie, dan Glenn, menemani Rick untuk membersihkan para Walker. Mereka sempat mengalami kesulitan ketika harus menghadapi Walker yang menggunakan pakaian anti huru-hara, tapi berkat ide dari Maggie, Rick dkk berhasil mengamankan area, dan mereka pun mendapatkan satu blok sel yang bebas Walker. Walau sudah mendapat tempat yang relatif aman untuk menetap, tapi pekerjaan Rick dkk masih belum selesai, mereka masih harus menjelajahi penjara untuk menemukan persediaan makanan, obat, dan senjata.

Bencana menimpa ketika Rick, Daryl, T-Dog, Maggie, Glenn, dan Hershel mencoba untuk mencari tiga kebutuhan yang saya katakan di atas. Hershel yang sedang mencari Maggie dan Glenn yang terpisah dari kelompok karena serangan Walker, diserang oleh Walker, bagian kakinya digigit oleh zombie tersebut. Rick dkk segera membawa Hershel ke ruangan terdekat (yang ternyata adalah sebuah kafetaria). Mau tidak mau, hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Hershel, yaitu mengamputasi kakinya sebelum virus menyebar ke seluruh tubuh. Masih dalam kondisi shock dan tegang setelah memotong kaki Hershel, Rick dkk tiba-tiba dikejutkan oleh lima orang yang tiba-tiba muncul dari bagian belakang kafetaria. Mereka ini adalah…

 

Highlight and Conclusion

Season ke tiga ini dibuka dengan episode pertama yang penuh aksi, sarat drama, dan penuh dengan kejutan. Rick dan kelompoknya sudah berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain selama beberapa bulan, mereka sekarang sudah lebih terlatih ketika harus menghadapi Walker. Bahkan Carl sudah dipercayai memegang pistol untuk membunuh Walker. Kamu benar-benar bisa melihat bahwa ada perubahan yang terjadi dalam kelompok Rick dkk, entah perubahan yang baik atau buruk, yang jelas mereka tampak sudah lebih terbiasa dengan cara hidup yang baru ini. Satu hal yang saya sayangkan, tadinya saya berharap untuk bisa menyaksikan bagaimana mereka bisa bertahan melewati musim salju, dan apakah udara dingin akan berpengaruh pada para Walker. Tapi tidak masalah, karena toh episode pertama ini juga sangat menarik.

Home sweet home, sel penjara menjadi rumah bagi Rick dkk

Selain sarat dengan adegan aksi, episode pertama ini juga kental akan unsur drama. Lori mulai mengkhawatirkan bayi dan juga proses persalinan, hubungannya dengan Rick juga semakin renggang. Bahkan Carl seakan menghindarinya. Carol, sepertinya mulai memiliki perasaan khusus terhadap Daryl, ia bahkan sempat merayunya beberapa kali. Dan tentunya adegan yang paling keren adalah ketika Rick harus mengamputasi kaki Hershel.

Andrea tidak banyak diceritakan di episode ini, dan terus terang saya kurang menyukai adanya dualisme cerita, karena toh sebelumnya Andrea bukanlah tokoh yang terlalu penting. Tapi saya yakin nantinya jalan cerita Andrea dan Michonne akan memiliki arti yang penting juga. Secara keseluruhan saya sangat puas dengan episode pertama ini dan rasanya sudah tidak sabar untuk melihat episode dua. Untuk adegan favorit, bagi saya momen paling WTF adalah pada bagian akhir, ketika Rick dkk menemukan lima orang lain di dalam penjara.


SHARE
Previous articleHighlight AC III: Liberation, Mengenal Aveline Lebih Jauh
Next articleFinal Fantasy Orchestra Album Ikut Meramaikan Perayaan 25 Tahun Seri FF
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.