Oblivion menceritakan keadaan bumi di tahun 2074. Dimana pada masa itu, manusia telah meninggalkan Bumi yang telah hancur. Kehancuran Bumi terjadi 60 tahun sebelumnya karena perang antara manusia dan Scav. Scav atau makhluk pemakan mesin ini menginvasi Bulan dan sebagai pengganti planetnya yang telah hancur. Kehancuran Bulan menyebabkan kekacauan alam di Bumi. Tsunami, gempa bumi, dan berbagai bencana lainnya menghancurkan seluruh permukaan Bumi. Manusia membalas serangan Scav menggunakan nuklir. Pertarungan berhasil dimenangkan, namun Manusia harus meninggalkan Bumi yang telah teradiasi dan hancur. Koloni manusia mulai dibangun kembali di Titan, salah satu bulan di Saturnus.

Tom Cruise berperan sebagai Jack Harper, seorang teknisi drone yang bertugas untuk menjaga kestabilan operasi penyerapan energi bumi. Operasi tersebut dilaksanakan menggunakan mesin penyuling air laut yang kemudian digunakan sebagai energi dalam ekstradisi manusia ke Titan. Para drone bertugas sebagai pemburu yang menjaga operasi ini dari sisa-sisa Scav yang ada di Bumi.

Sebagai film kedua, Joseph Kosinski berhasil menciptakan karya yang patut diperhitungkan. Salah satu keunggulan film ini terletak pada desain dunia yang disajikan. Kondisi Bumi yang telah hancur berhasil digambarkan dengan sangat baik oleh Kosinski, dimana kehancuran oleh alam serta area tandus yang teradiasi mengambil benar-benar terasa menyatu.

Dari segi screenplay, Tom Cruise berhasil menyajikan tokoh Jack Harper dengan gaya “Tom Cruise”, seorang pahlawan yang pendiam, pemikir, dan mencari jati diri. Olga Kurleynko, aktris asal Ukraina yang sebelumnya dikenal sebagai Camille dalam Quantum Solace ikut hadir sebagai pemeran utama wanita, Julia. Penampilan yang tidak kalah baik dengan Tom Cruise berhasil dilakukan oleh Andrea Riseborough yang sebelumnya berperan di Welcome to the Punch, Shadow Dancer, dan Disconnect. Andrea Riseborough berhasil memberikan kesan cerdas, patuh sekaligus seksi pada tokoh Victoria. Nama besar lainnya adalah Morgan Freeman. Berperan sebagai Beech, Morgan Freeman memberikan kesan mentor dengan idealisme tinggi dan kepercayaan besar pada Jack Harper.

Alur Oblivion cukup lambat pada awalnya, dimana eksplorasi film lebih fokus pada setting dunia dan kondisi pada saat itu. Intrik baru dimulai ketika Jack Harper menemukan manusia lainnya di Bumi. Ketegangan terus terbentuk dengan semakin dalamnya cerita dan fakta-fakta yang mengubah keadaan. Kosinski juga berhasil mengakhiri Oblivion dengan menjawab seluruh pertanyaan selama film. Namun sayang, ending Oblivion terasa klise dan terprediksi pada pertengahan film.

Secara keseluruhan Oblivion cukup menghibur bagi penikmat film kasual maupun maniak sci-fi. Bagi penikmat kasual, Oblivion menghadirkan cerita yang bisa direnungkan serta suasana sci-fi thriller yang kuat. Sedangkan bagi para maniak sci-fi, Oblivion bisa menjadi film sci-fi ala Scientology yang patut diperhitungkan.

101 keseluruhan 4 dilihat hari ini