PlayStation 4 vs Xbox One, Mana Yang Lebih Baik Untuk Gamer?

Ajang Electronic Entertainment Expo 2013 menjadi awal dibukanya perang terbuka dua konsol baru yang rencananya akan dirilis akhir tahun nanti, PlayStation 4 dan Xbox One. Memang masih jauh, namun kami mencoba membandingkan keduanya, dan menyimpulkan mana yang terbaik untuk menjadi incaran gamer sejati.

Pusat Multimedia – X1

Ketika Microsoft pertama kali mengumumkan X1, banyak yang heran kenapa gamenya begitu minim, dan justru terfokus untuk menghadirkan sarana hiburan di tengah keluarga. Jelas di sini mereka ingin bukan sekadar gamer saja yang akan menikmati konsol tersebut. Dan dengan kombinasi X1 plus Kinect 2, bukan hanya gamer hardcore saja yang bisa menikmati konsol ini. Siapa pun bisa menggunakannya untuk mengendalikan perangkat elektronik lain yang berhubungan dengan X1, dengan cara yang lebih modern. Tujuan utama Microsoft adalah kamu bisa mengendalikan hampir semua perangkat yang terhubung dengan X1 melalui perintah suara saja.

Microsoft juga sudah bekerjasama dengan beberapa partner yang menjadi penyedia hiburan di Amerika, seperti ESPN, HBO Go, plus dukungan penuh untuk vendor penyedia cable box dan juga channel kabel/satelit, menjadikan X1 sebagai pusat media untuk mengakses banyak sarana hiburan di ruang keluarga. Dan yang menarik, semuanya akan bisa dikendalikan melalui perintah suara atau pengenalan gerakan dengan Kinect 2. Sayang, sepertinya banyak fungsi tersebut baru akan diimplementasikan lebih awal di Amerika Serikat dulu.

Namun tetap saja, Sony menjauhi segmen yang saat ini sedang digarap Microsoft, dan lebih terfokus pada gamer dan aspek sosialnya saja. Sedangkan untuk fungsi standar sebagai pemutar disc, kamu menikmati fungsi player DVD atau Blu-ray kedua konsol ini, yang mendukung output resolusi hingga 4K atau mencapai 4096 × 2160-pixel!

Lanjut ke halaman 11…

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.