5 Manga Fighting yang Tidak Kalah dari Crows X Worst

pertarungan-terheboh-crows-x-worst-hana-guriko

Untuk ukuran manga fighting, Crows dan Worst sangat unik dan mungkin tidak ada duanya. Tapi judul-judul ini minimal bisa menyaingi Crows X Worst!

Judul-judul Crows X Worst menjadi unik karena unsur seperti: tokoh utama yang juga berandalan, padahal biasanya berandalan itu jadi musuh dari protagonis; pertarungan seru dan realistis, tapi diimbangi juga dengan kehidupan remaja, dan pertimbangan apa yang harus dilakukan para pentolan begitu lulus; dan juga komedi. Mencari judul manga fighting yang persis sama dengan itu sih sulit.

Lima judul di bawah ini memiliki rasa sendiri-sendiri dan beberapa kesamaan, yang diharapkan minimal dapat mengobati kerinduan fan Crows X Worst setelah Worst tamat tahun 2013 lalu.

5

Tenjou Tenge

manga-fighting-tenjo-tenge

Pertarungan Terheboh Crows X Worst – 9 Duel Terkeren dari Seluruh Seri!

Inilah 9 pertarungan terheboh Crows X Worst! Mulai dari Crows Zero sampai Worst ada di sini. Mana yang terbaik di antara semuanya?
Baca Juga

Nagi Souichiro dan Bob Makihara adalah dua berandalan ahli bela diri. Mereka ingin membuktikan diri sebagai yang terkuat di Toudou Academy. Masalahnya ternyata banyak orang di sekolah itu yang jauh lebih kuat dari mereka.

Pada akhirnya Nagi dan Souichirou bergabung dengan Juken Club yang dipimpin Maya Natsume. Siapa sangka kalau ini hanya awal dari konflik brutal yang sudah mengakar hingga ratusan tahun?

Tenjou Tenge adalah karya dari Oh! Great, si mangaka di balik Air Gear. Karenanya selain menampilkan perkelahian seru, judul yang satu ini juga berisi muatan fan service yang cukup signifikan. Tidak dianjurkan untuk pembaca yang belum cukup umur.

4

Kongoh Bancho

kongoh-banchou-manga-fighting

Akira Kongo adalah seorang siswa SMA raksasa. Dia hendak menggunakan kekuatannya untuk menghentik Proyek 23 Distrik, yang melibatkan 23 Bancho. Bancho adalah istilah Jepang untuk pentolan atau pemimpin geng. 23 Bancho ini unik karena mereka semua memiliki kekuatan yang sudah tergolong sebagai manusia super.

Saat Akira mengalahkan salah satu Bancho, dia justru jadi terlibat dengan Proyek 23 Distrik. Akira mencoba memanfaatkan ini untuk tetap meraih tujuannya. Dan pertempuran demi pertempuran unik pun terjadi.

Kongoh Bancho sih sudah jauh sekali meninggalkan kesan membumi. Sosok Akira saja lebih terlihat seperti Hulk ketimbang anak remaja. Tapi alurnya yang unik dan karakter Akira yang benar-benar fresh (tidak seperti tiga judul setelah ini) memberi warna berbeda. Dia lebih mengingatkan ke tokoh seperti Bouya Harumichi, petarung perkasa yang pada akhirnya membantu dengan caranya sendiri.

Manga fighting yang satu ini merupakan karya dari Nakaba Suzuki, mangaka dibalik Nanatsu no Taizai.

3

The Breaker

the-breaker-01

Shi Woon adalah seorang remaja yang sering ditindas oleh sekumpulan bully sadis. Ia pada akhirnya diajar oleh Chun Woo, gurunya yang sebenarnya adalah ahli bela diri super. Chun Woo awalnya tidak mau mengajar, tapi dedikasi Shi Woon akhirnya membuatnya luluh juga.

Kabar baiknya, Shi Woon ternyata memiliki bakat, dan kemampuannya berkembang dengan relatif cepat. Kabar buruknya, Shi Woon mulai terseret masalah bersama Chun Woo.

Sebenarnya, The Breaker terlalu mengandalkan penceritaan yang penulis sebut sebagai dramatisasi aksi ala Korea. Mulai dari karakter-karakter musuh yang dibuat jahat sejahat-jahatnya (sampai tiba saatnya si antagonis kalah atau menyadari kesalahannya), hingga karakter protagonis yang sering kali terlalu lembek.

Masalah yang seharusnya bisa teratasi cepat malah berlarut-larut karena sang protagonis dibuat menahan diri, karena berbagai alasan.

Tapi aksi di The Breaker benar-benar seru. Manga fighting yang satu ini patut dicoba kalau kamu menyukai pertarungan-pertarungan heboh.


 

Apakah dua manga fighting teratas di daftar ini? Cek di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous articleFinal Fantasy XV Juga untuk Ponsel, Dunia Virtualnya Bakal Lengserkan Pokemon GO
Next articleLama Menghilang, Young Justice Season 3 Akhirnya Resmi Diumumkan!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.