One Piece 848 Ungkap Kesaktian Brook Menghadapi Pasukan Big Mom!

One Piece 848

One Piece 848 memperlihatkan kalau kelompok bajak laut Topi Jerami masih memiliki senjata untuk menghadapi pasukan Big Mom: Brook!

Seperti biasa, pembahasan One Piece 848 ini akan menyajikan adegan yang belum tayang di versi animenya. Jadi untuk yang belum mengikuti alur kisah Big Mom, apa yang tersaji di bawah ini bisa disebut sebagai spoiler. Untuk yang tidak mau kena bocoran, hati-hati sebelum melanjutkan.

SPOILER ALERT!!

Saat Pedro dan Brook membuat rencana di One Piece 847, keberhasilannya masih diragukan. Bagaimana tidak? Pedro terasa sebagai karakter bintang tamu, seperti Pekkom yang terakhir terlihat ditembak oleh Bege. Sedangkan Brook bahkan di Thriller Bark pun kekuatannya sudah terlihat di bawah ahli pedang lain kelompok Topi Jerami, yakni Zoro. Apakah mereka bisa mengamankan Poneglyp?

Pertama-tama Pedro membuktikan diri. Memanfaatkan kecepatan, teknik pedang, dan bahan peledak, ia menciptakan keributan yang mengalihkan Baron Tamago. Saat Charlotte Smoothie menyadari ini, Brook sudah terlebih dahulu masuk ke tempat penyimpanan Poneglyp. Apa yang dia lakukan di sana?

one-piece-848-brook

Spekulasi – Siapa Sebetulnya Calon Suami Lola One Piece?

Dikatakan kalau aliansi dengan calon suami yang dijodohkan dengan Lola One Piece dulu bisa membantu Big Mom kalahkan Yonko lain! Kira-kira siapa dia?
Baca Juga

Chess Army milik Big Mom itu kuat. Luffy tetap berhasil merontokkan mereka, namun – berdasarkan dialog anak-anak Big Mom di One Piece 846 – kalau saja Nami tidak memiliki vivre card Lola, maka mereka bisa bertarung lebih efektif. Di One Piece 848 ini pun Brook mengomentari kekuatan serangan Chess Army.

Namun apa yang terjadi? Dengan visual yang sangat, sangat keren Brook berhasil menumbangkan mereka semua. Nami dengan vivre card mungkin dapat mengendalikan para homies, namun terakhir terlihat pun para Chess Army masih menggempur Luffy, bukannya berbalik mematuhi perintah Nami seperti para homies di hutan.

Brook menjelaskan kalau para Chess Army, yang bergerak karena potongan jiwa di tubuh mereka, tak bisa melakukan apa-apa menghadapi jiwanya. Biar bagaimanapun, Brook memang bergelar sebagai Soul King. Ternyata gelar itu bukan hanya karena dia bisa mengendalikan jiwanya dan dia musisi.

Sekarang, Brook jelas bisa melumpuhkan sepasukan homies. Bahkan Prometheus dan Zeus sekalipun dalam bahaya bila berhadapan dengan dia. Apakah dia bisa mengendalikan para homies juga, seperti Nami dengan vivre card? Itu patut dinantikan.

Tapi ngomong-ngomong, pertunjukan Brook sebenarnya hanya memakan sedikit halaman di One Piece 848. Ada karakter yang lebih mendapat sorotan: Pudding.

one-piece-848-pudding

Pudding ternyata sudah diatur seperti boneka oleh Big Mom dengan satu tujuan: untuk dinikahkan ke sekutu politiknya. Meski ia cocok dengan Sanji, dan Sanji menanggapi perasaannya, ada indikasi kalau Pudding ingin mengukir jalannya sendiri – seperti Lola. Pada akhirnya, Pudding pun sampai kepada keputusan di halaman ini.

Pudding mengucapkan selamat tinggal kepada Luffy dan Nami. Ia sampai menitikkan air mata, sementara Luffy dan Nami rautnya sampai terkejut. Tapi karena ia berbisik, tidak ketahuan apa sebenarnya yang Pudding rencanakan.

Jadi, apa yang ingin ia lakukan? Sepertinya Pudding akan memastikan kebebasan Sanji. Untuk melakukan itu, ia harus mengambil kunci borgol peledak yang dipegang Big Mom. Taktik berbahaya ini bisa berujung kepada keselamatan Sanji dan kaburnya kelompok Topi Jerami dari Totto Land, tapi… apakah Pudding akan selamat?

Tidak ada pemberitahuan soal penundaan, jadi sepertinya kita bisa mengetahui keputusan rahasia Pudding ini di One Piece 849 pekan depan.

SHARE
Previous articleWake Up, Girls! Cerita Soal Perjuangannya untuk Menjadi Idol
Next articleGuide Final Fantasy XV: Rahasia Menguasai Game HP Justice Monsters Five
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.