Terkuak! Ternyata Karena Hal Ini Hinata Terlihat Lemah dalam Sasuke Shinden

Sasuke Shinden

Ini Bukti Hinata Beneran Hamil dalam Sasuke Shinden

Meskipun banyak yang ragu dengan alasan kenapa Hinata menjadi lemah dalam Naruto Shippuden 484, namun ternyata ada bukti kuat dari sisi alur waktu cerita novel Naruto, yang saat ini justru dibalik kronologi kejadiannya.
Baca Juga

Sudah pada nonton Naruto Shippuden 484? Episode baru ini mengawali filler yang sudah lama dinantikan sejak pertama kali diungkapkan Oktober lalu, karena menawarkan cerita yang fresh karena berbasis pada novel Naruto: Sasuke’s Story: Sunrise (berjudul Sasuke Shinden: Book of Sunrise di Jepang) tulisan Shin Towada. Cerita yang terfokus pada Sasuke pasca perang shinobi dan pertarungan akhir dengan Naruto pada episode sebelumnya ini diprediksi bakal berjalan selama dua bulan.

Nonton Naruto Shippuden 484: Sasuke Shinden 

Selanjutnya, Naruto Shippuden bakal mengisahkan kedua cerita novel lainnya, yaitu Shikamaru’s Story, dengan judul A Cloud Drifting in Silent Darkness, yang diikuti kemudian dengan Hidden Leaf Village’s Story: The Perfect Day for a Wedding. Sama seperti Sasuke Shinden, cerita berbasis dua buku Naruto Hiden tersebut juga belum jelas berapa banyak episodenya.

Ini Bocoran Naruto Shippuden 485, Preview Ep. 484, dan Detail Timeline Shinden & Hiden

Tamat? Ah, itu cuma mitos... ada sekitar 13 tahun sebelum cerita dalam manga Naruto berakhir yang bisa dibuat animenya. Kishimoto senang, Pierrot senang, dan para Navers penggemarnya yang gagal move-on pun juga senang.
Baca Juga

Untuk cerita Shikamaru, mengambil latar waktu dua tahun pasca pertarungan klimaks antara Naruto dan Sasuke. Kemudian buku pertama dari Konoha Hiden yang mengisahkan pernikahan Naruto dan Hinata, secara timeline mengambil waktu beberapa bulan kemudian pasca pertarungan antara Naruto dan Sasuke (lebih jelasnya baca ulasan kami sebelumnya).

Dan karena latar waktu novel epilog ini setelah pertarungan akhir Naruto dan Sasuke, maka kita mendapatkan visualisasi yang berbeda (dibandingkan episode sebelumnya) dari para shinobi yang ikut andil dalam ketiga cerita novel tersebut. Seperti yang sudah tergambar jelas dalam episode 484 kemarin, shinobi favorit kalian tampak lebih dewasa, menggunakan desain dari movie The Last: Naruto the Movie, kecuali Naruto dan Sasuke, yang sedikit berbeda.

Namun seperti yang kami tuliskan sebelumnya, ada beberapa hal menarik yang bisa disaring dari episode filler Sasuke Shinden ini. Salah satunya, adalah selama pertarungan melawan shinobi yang dikendalikan Kekkey Genkai, Hinata dan Chouji diperlihatkan di sini sepertinya mereka itu sangat lemah. Chouji menggunakan jutsu rahasia, membuatnya menjadi kurus, dan mendapatkan sayap, namun ternyata tidak lama dia langsung lelah. Kami belum mendapatkan teori yang menjelaskan kenapa dia bisa selemah itu.

Review Sasuke Shinden, Ini 5 Hal Menarik yang Terjadi dalam Naruto Shippuden 484

Cerita yang fresh, karakter tampak dewasa, kepribadian yang berkembang sampai diangkatnya Genjutsu dan Kekkei Genkei, apa saja hal menarik yang kalian temui selama nonton Naruto Shippuden 484: Sasuke Shinden?
Baca Juga

Sedangkan untuk Hinata, dia mengguankan Tenketsu untuk menahan titik chakra SATU shinobi yang dikendalikan, dan itu hanya sebentar saja, lantas kemudian nyaris pingsan, sampai harus mendapatkan bantuan Naruto. Hal itu jelas tidak normal. Dengan pengalaman perang hebat yang dilakuinya beberapa tahun lalu, seharusnya Hinata bisa lebih kuat. Ada apa dengan Hinata? Bahkan selama movie The Last: Naruto the Movie, Hinata bertarung melawan banyak sekali puppet tanpa lelah, dan bahkan memberikan chakra-nya kepada Naruto.

sasuke-shinden-hinata-hamil

Walaupun tidak disebutkan secara pasti (dan resmi), dan dengan kalian melihat alur cerita novel Naruto yang kami berikan pada artikel kami sebelumnya, sangat mungkin jika lemahnya Hinata itu disebabkan karena dia…. HAMIL!

Ga Sabar Nunggu Boruto Chapter Terbaru? Cerita Lanjutannya Bisa Dinikmati di Sini!

Ga cuma Momoshiki dan Kinshiki Ōtsutsuki saja lawan berbahaya nantinya, kalian juga bisa bertarung ulang melawan Shikadai, Yurui, atau bahkan tidak menuntup kemungkinan, juga melawan Kawaki!
Baca Juga

Ya, penjelasan yang paling logis kenapa Hinata bisa selemah ini selama episode 484 adalah karena dia sudah mengandung Boruto. Memang seharusnya kunoichi (sebutan ninja wanita) yang hamil dilarang untuk bertarung, dan memperhatikan perutnya yang tidak terlihat membesar, bisa jadi Hinata (dan Naruto) belum menyadari jika dirinya hamil. Sepertinya alat tes kehamilan juga belum ditemukan ya, di dunianya Naruto… hehehe!

Sasuke Shinden sendiri memang mengambil latar waktu lebih dari dua tahun pasca pertarungan shinobi, dan juga pasca pernikahan mereka yang akan diceritakan dalam Konoha Hiden (tepatnya, beberapa hari setelah Konoha Hiden), maka seharusnya sih, Hinata sudah hamil beberapa minggu, walaupun mungkin dia tidak menyadarinya. Movie The Last: Naruto the Movie juga latar waktunya diambil sebelum Sasuke Shinden.

Yang bisa menjawab hal ini seharusnya Hinata itu sendiri, kenapa dia bisa mudah lelah dalam pertarungan kemarin. Seharusnya dia merasakan sesuatu. Namun mungkin hal ini disengaja agar kita juga bertanya-tanya, kenapa Hinata bisa selemah itu.

Masashi Kishimoto di Kinokuniya, Kesempatan Ketemu Karakter Terkuat Dalam Naruto

Yang pengen dapat tanda tangannya Kishimoto, yuk kita berangkat bareng...
Baca Juga

Apa yang menjadi pertanyaan sekarang, kenapa justru Sasuke Shinden dianimasikan lebih dahulu sebelum dua buku Naruto Hiden, yang seharusnya secara latar waktu terjadi lebih awal? Apa mungkin ini ada hubungannya dengan serial anime Boruto?


SHARE
Previous articleInikah Kostum Hulk dan Thor untuk Thor Ragnarok?
Next articleHow To Die, Game Karya Mahasiswa yang Menarik Perhatian Pengunjung BEKRAF Game Prime 2016
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.