Review Headshot – Seru, Brutal, dan Penuh Darah!

review Headshot

Film terbaru Iko Uwais yang disutradarai Mo Brothers ini sudah rilis lho. Bagaimana kualitasnya? Baca saja review Headshot ini!

Sinopsis 

iko-uwais-headshot

Sebelum Trailernya Rilis, Tonton Dulu Teaser Spider-Man Homecoming Ini!

Teaser Spider-Man Homecoming dirilis mendahului trailer penuhnya. Walau singkat, rasanya video ini sudah bisa membuat penonton bersemangat!
Baca Juga

Selama dua bulan Dr. Ailin merawat Ishmael. Selama kurun waktu itu, pemuda misterius ini terkapar tak sadarkan diri di rumah sakit dengan tubuh penuh luka.

Saat akhirnya ia bangun pun Ishmael tak ingat kenapa ia bisa sampai koma. Jangankan itu, bahkan identitasnya saja sudah sepenuhnya ia lupakan. Nama Ishmael sendiri diberikan oleh Ailin kepadanya.

Dua bulan sebelumnya Lee, seorang gangster menakutkan, melarikan diri dengan brutal dari penjara. Apakah ada hubungan antara kaburnya Lee dengan Ishmael? Apapun jawabannya, tampaknya jalan kelompok Lee dan Ishmael sudah ditakdirkan untuk bertubrukan.

Penuh Aksi, Penuh Darah

headshot

Dari segi plot film ini mungkin terasa biasa. Bisa saja kamu telah melihat pola serupa di berbagai media hiburan sebelumnya. Yang bisa membuat film ini terasa berkesan bagi penonton adalah dua faktor: kebrutalan yang tidak kenal ampun dan juga pertempuran yang sangat berdarah.

Familier? Ya, kebrutalan dan pertempuran berdarah adalah unsur khas dari The Raid yang juga dibintangi Iko. Headshot sih tidak benar-benar berhubungan dengan dunia The Raid, namun dua unsur ini membuatnya terasa sebagai spiritual successor film itu. Cukup untuk memuaskan para fan yang belum juga memperoleh kabar The Raid 3.

Walaupun plotnya simpel, kamu mungkin sudah melupakan banyak detail setelah keluar dari bioskop. Tapi dijamin kamu tidak akan melupakan adegan-adegan pertarungan di dalamnya, terutama saat karakter Ishmael mulai menghadapi tukang pukul utama Lee.

Setiap adegan aksi disajikan dengan tegas dan jelas, jauh dari kamera goyang-goyang seperti dari seri Bourne. Setiap pukulan dan tendangan akan terasa sakit bahkan ke penonton. Yang jelas, kalau kamu mencari aksi bela diri seru dan penggunaan kreatif berbagai senjata (termasuk pedang patah) Headshot jelas bukan film yang bisa kamu abaikan.

Jelas Sama Sekali Bukan Anak-Anak

headshot-iko-uwais

Mengingat dulu pernah ada fenomena orang tua membawa anak balita ke The Raid, maka penulis akan memastikan dalam review Headshot ini: film ini bukan untuk anak-anak. Tingkat kekerasan yang disajikan kira-kira setara dengan The Raid 2 yang sudah sangat brutal itu.

Tak hanya itu saja, nuansa kelam di film ini juga membangkitkan imaji Killers – film sutradara Mo Brothers sebelum Headshot. Akan ada tumpukan mayat, baik orang baik dan jahat. Dan sebagian besar korban-korban ini tidak mati dengan tenang.

Bahkan selain pertarungan yang super keren, menurut penulis kelebihan Headshot adalah katarsis yang kamu peroleh dari melihat sekumpulan penjahat keji dihajar habis-habisan. Di awal film terutama akan terasa betapa gelapnya film ini saat para antagonis diperkenalkan dan dibangun supaya amukan Ishmael terasa lebih memuaskan.

Kesimpulan

Sebagai penutup review Headshot: sekali lagi film ini bukan untuk anak-anak. Kalau kamu sebagai pembaca masih berusia SMP, disarankan untuk mencari film lain. Film ini juga mungkin kurang cocok untuk yang ingin ke bioskop untuk merasakan emosi positif seperti kegembiraan. Nuansa kelam yang tersaji sejak awal bisa membuatmu kesulitan memperolehnya.

Namun untuk fan film aksi dan penyuka adegan pertarungan seru yang tidak takut darah serta nuansa kelam, jelas ini film yang cocok.

 

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
80 %

SHARE
Previous article5 Karakter Iblis dalam Anime yang Justru Baik Banget dan Membantu Manusia
Next article7 Fakta Mengejutkan PewDiePie di Balik Kekocakannya di Depan Kamera
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.