Suzuki Konomi, Penyanyi Anisong yang Ternyata Penggemar Berat Anime dan Manga

Suzuki Konomi

Suzuki Konomi, adalah penyanyi lagu anime (anisong) yang populer lewat lagu pembuka anime No Game No Life yang pernah ia bawakan, berjudul This Game. Penyanyi cantik kelahiran Osaka ini memulai debutnya dengan lagu Choir Jail setelah memenangkan Anisong Grand Prix di tahun 2011. Saat ini, Ia telah membawakan lagu untuk beberapa anime populer seperti Re:Zero, Absolute Duo, Ange Vierge, Bubuki Buranki, dan tidak lama lagi, Chaos;Child. Suzuki Konomi merupakan salah satu artis yang hadir dalam event Anime Festival Asia Singapura 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 25 hingga 27 November 2016 kemarin. Di tengah kesibukannya, Konomi-san pun menyempatkan diri untuk ngobrol dengan kru Duniaku.net.

Q: Di AFA message video, kamu mengatakan bahwa sebelumnya kamu sudah pernah datang ke AFA sebagai pengunjung. Tetapi kali ini kamu kembali mengunjungi AFA, namun sebagai bintang tamu. Bagaimana perasaanmu dan apa perbedaannya?

Suzuki Konomi: Tentu saja saya sangat senang dan berterimakasih karena saat ini saya bisa kembali datang sebagai bintang tamu untuk AFA tahun ini. Ketika datang sebagai pengunjung, saya merasakan semangat dan support yang luar biasa untuk sang artist pada saat tampil di stage. Untuk itu kali ini saya penasaran bagaimana atmosfer para penonton ketika nanti saya tampil di panggung. Saya senang karena bisa bertemu dengan banyak fans.

Q: Sebagai seorang talenta muda di industri musik saat ini, apakah ada artist veteran yang kamu kagumi atau menginspirasimu?

Suzuki Konomi: Tentu saja ada banyak, namun jika harus memilih, saya sangat mengagumi Okui Masami. Saya pernah berkolaborasi dengannya sekali. Tidak hanya tekniknya dan juga talentanya yang bagus, namun Ia juga orang yang mengagumkan, dan saya merasa terhormat karena pernah memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengannya.

Q: Apakah ada artist lain yang kamu ingin berkolaborasi?

Suzuki Konomi: Saya dari dulu sangat suka sekali dengan anime, terutama Macross Frontier. Dari situ saya kenal dengan May’n, dan saya sangat mengaguminya. Itulah yang membuat saya tertarik dengan anisong, dan saya harap suatu saat nanti saya bisa berkolaborasi dengan May’n.

Q: Sampai dengan saat ini, kamu telah tampil dalam 20 one man live, termasuk di Cina dan Hong Kong. Bagaimana peran keluarga dan juga teman-temanmu dalam membantumu mencapai titik karir yang sekarang ini?

Suzuki Konomi: Saat ini saya tinggal sendiri terpisah dari orang tua, dan saya selalu mendapat telefon dari mereka menanyakan kabar saya, dan ini yang selalu menjadi motivasi dan penyemangat buat saya. Begitu juga dengan teman-teman saya.

Suzuki Konomi

Q: Bagaimana perasaan dan pendapatmu tentang anisong saat memulai debut dibandingkan dengan saat ini, sebagai seorang penyanyi anisong itu sendiri?

Suzuki Konomi: Tahun ini saya bisa pergi untuk melakukan Asia Tour, dibandingkan dengan saat memulai di Jepang dan saat ini bisa sampai ke luar negeri, saya bisa merasakan cinta yang luar biasa untuk anisong. Dan karena itu saya memiliki kewajiban untuk terus bekerja keras membawakan anisong untuk mereka.

Q: Kamu memulai karirmu setelah memenangkan Anisong Grand Prix 2011. Apakah kamu selalu bercita-cita untuk menjadi penyanyi anisong?

Suzuki Konomi: Ya, pada saat berumur 14 tahun, ada teman yang merekomendasikan saya untuk menonton anime, dan itu adalah Macross Frontier. Sejak itu saya sangat menyukai anime, dan selalu meminta rekomendasi anime dari teman saya. Karena itu juga, kemudian saya bercita-cita untuk menjadi penyanyi anisong.

Q: Dari semua lagu anime yang kamu nyanyikan, mana yang merupakan lagu favoritmu?

Suzuki Konomi: Tentu saya saya suka semua lagu yang saya bawakan karena saya mencurahkan jiwa saya untuk semua lagu yang pernah dibawakan, namun jika harus memilih, lagu yang paling favorit dan berkesan adalah single kedua saya yang digunakan sebagai lagu penutup dari anime Sakurasou no Pet na Kanojo, DAYS of DASH. Saat itu saya kira-kira seumuran dengan karakter anime tersebut, jadi saya merasa memiliki banyak kesamaan dengan karakter dalam anime tersebut.

Q: Saat memulai debut, ibu kamu ikut serta dalam pembuatan kostum. Apakah saat ini Ia masih ikut serta membantu dalam pembuatan dan pemilihan kostumnya?

Suzuki Konomi: Untuk saat ini, kostum diatur oleh stylish-san, ibuku sudah tak boleh lagi ikut campur, hahaha! Namun untuk pakaian kasual sehari-hari di luar pekerjaan, ibuku masih mengirimkan pakaian.

Q: Bagaimana rasanya mampu tampil di panggung seperti Animelo?

Suzuki Konomi: Saya merasa sangat tersanjung karena mampu berpartisipasi dalam event besar sekelas Animelo. Setiap tahunnya, pasti ada artist baru yang tampil. Karenanya, saya selalu merasa terstimulasi untuk terus tampil dengan maksimal agar tidak kalah dengan pendatang baru, karena salah satu tujuan saya adalah mampu tampil di Animelo setiap tahunnya.

Q: Jika tidak menjadi penyanyi, apakah ada pekerjaan lain yang ingin kamu lakukan?

Suzuki Konomi: Sejak kecil saya selalu bercita-cita menjadi penyanyi, dan saya sangat yakin bahwa cita-cita tersebut akan tercapai.

Q: Selamat karena telah memasuki usia 20 tahun dan sukses dirayakan dengan Birthday Live 2016 ~Cheers!!. Karena sekarang sudah berumur 20 tahun, apakah masih ada cita-cita lain yang ingin kamu capai?

Suzuki Konomi: Saya ingin lebih banyak tampil di luar negeri. Saya juga ingin mencoba banyak hal baru yang belum pernah saya coba sebelumnya. Dan saya berharap pengalaman tersebut akan membuat saya lebih bertumbuh lagi sebagai seorang penyanyi.

Ingin kenal lebih jauh lagi dengan Suzuki Konomi? Buka halaman 2 ya!

1
2

SHARE
Previous articleSelain Goku Batal Mati Oleh Hit, Bocoran DB Super Terbaru Perlihatkan Android 17
Next articleSungguh Menyedihkan, Inilah 7 Karakter Anime yang Mengalami Nasib Apes Sepanjang Hidupnya!
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.