Review Film Assassin’s Creed – Membingungkan dan Mengecewakan

review film assassin's creed

Film ini sebenarnya berpotensi menjadi bagus, tapi beberapa kesalahan fatal membuatnya mengecewakan. Apa saja? Simak saja review film Assassin’s Creed ini.

Sinopsis

10 Film Adaptasi Game Terbaik Menurut Situs Rotten Tomatoes

Sejauh ini, Assassin's Creed hanya dinilai 16% oleh Rotten Tomatoes. Tapi sebenarnya apa film adaptasi game terbaik menurut situs itu? Ini daftarnya!
Baca Juga

Callum Lynch adalah pria dengan masa lalu kelam. Ini membuat sosok dewasanya menjelma menjadi sosok agresif yang tak ragu membunuh. Pada akhirnya, satu pembunuhan yang ia lakukan membuat dia dijatuhi hukuman mati.

Tapi Lynch tidak mati. Dia justru diseret ke fasilitas Abstergo, di mana ia dihubungkan dengan mesin canggih Animus untuk melihat sepak terjang terakhir Aguilar, Assassin leluhurnya. Apakah Lynch akan menjadi penerus darah Assassin yang mengalir di dalam tubuhnya? Ataukah ia justru akan menghancurkan segalanya?

Kegagalan yang Disayangkan

review film assassin's creed

Sebelum masuk ke kritik, review film Assassin’s Creed ini akan terlebih dahulu menyorot banyak unsur menarik yang sayangnya gagal dimanfaatkan.

Biasanya, film game gagal karena tiga faktor: studio yang tidak memahami gamenya dan ingin filmnya ditujukan ke mainstream, sutradara yang kurang kompeten, dan kualitas aktor seadanya. Seharusnya Assassin’s Creed tidak memiliki dua masalah terakhir.

Jajaran utama aktor film ini adalah Michael Fassbender, Marion Cotillard, dan Jeremy Irons; tiga orang yang kualitas aktingnya tidak diragukan lagi. Sutradara film ini adalah Justin Kurzel, yang sebelumnya sudah membuktikan kualitasnya dalam film Macbeth.

Bahkan sebenarnya Kurzel menyutradarai Fassbender dan Cotillard di Macbeth. Respons positif terhadap Macbeth seakan adalah preview terhadap kualitas Assassin’s Creed. Sayangnya, meski menjanjikan, film ini gagal menyajikan tontonan menghibur. Baik untuk fan gamenya maupun penonton awam.

Pergerakan Alur dan Pembangunan Karakter yang Kurang

Sebenarnya, bagian awal hingga kira-kira pertengahan film Assassin’s Creed bisa terasa oke. Namun sepanjang itu juga karakter yang terbangun dengan signifikan hanya Lynch dan leluhurnya saja. Efeknya? Ketika keadaan mulai rusuh menjelang klimaks, kamu tak akan merasakan ikatan apapun kepada karakter lain.

Ada sekutu yang terbunuh? Tidak ada kesedihan, karena kamu bahkan tidak kenal mereka siapa. Ada antagonis di masa sekarang yang terbunuh? Tidak ada rasa gembira, karena tidak ada upaya untuk membuat dia terlihat sebagai ancaman, atau membuat dia dibenci hingga berapi-api. Yang paling fatal? Karakter yang kurang dibangun ini salah satunya adalah antagonis utama film.

Tomas de Torquemada dan Ojeda dari masa Aguilar sebenarnya lebih menarik. Bahkan sebenarnya kisah Aguilar secara keseluruhan lebih memikat dari Lynch. Tapi kisah Aguilar pun disajikan terpotong-potong, karena film ini lebih fokus dengan Lynch. Jadi kelemahan soal kurangnya keterikatan penonton ke karakter itu masih terasa.

Kejadian demi kejadian di filmnya pun akhirnya mengalir begitu saja. Tak terasa sebagai sebuah sebab akibat, tapi karena sutradara dan penulis naskah hanya ingin memajukan ceritanya secepat mungkin.

Film ini juga menyajikan banyak misteri… namun tak satu pun misteri itu terungkap dengan memuaskan. Bahkan sebenarnya misteri ini pada akhirnya hanya akan membuat penonton bingung begitu jawabannya terungkap ketimbang puas.

Dosa terakhir film ini adalah penutupnya yang terasa begitu saja. Film Assassin’s Creed, seperti Warcraft, seakan sudah menatap terlalu jauh ke depan untuk sekuel hingga mereka tidak fokus menyajikan tontonan yang menghibur penonton di film perdananya. Akhirnya saat layar credit bergulir, penulis tak merasakan emosi apapun selain kekecewaan mendalam.

Kesimpulan

Dengan membaca pembahasan review film Assassin’s Creed di atas saja rasanya kamu sudah bisa menyimpulkan sendiri. Film ini tidak memuaskan. Penulis bukan tipe perfeksionis yang mengharapkan sebuah film sempurna. Bahkan Warcraft dan Suicide Squad pun bisa terasa oke. Tapi kelemahan film ini begitu besar hingga mengabaikannya pun sulit.

Tidak percaya dengan review film Assassin’s Creed ini? Filmnya sudah bisa mulai kamu nikmati sejak hari ini. Kamu bisa menentukan sendiri apakah filmnya memang seburuk pendapat yang tersaji di sini atau lebih baik.

 

 

 

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
50 %

SHARE
Previous articleDemam “Om Telolet Om” pun Menyebar ke Selebritis dan DJ Ternama Dunia!
Next articleSelain Bikin Tambah Cantik, Ternyata Baju Karakter Atelier Firis Berkekuatan Magis
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.