Kehebatan Jurus Baru Hit yang Ternyata Mirip dengan Jutsunya Obito Uchiha

jurus dragon ball super

Pasca pertarungan pertamanya melawan Goku, Hit sudah mengembangkan kemampuannya dengan batasan bahkan sampai setengah menit. Kemudian selama pertarungan keduanya melawan Goku selama episode 71 dan 72 kemarin, Hit terbukti berhasil menyempurnakan tekniknya tersebut. Dalam dua episode Dragon Ball Super terakhir, Hit memperlihatkan satu jurus baru pengembangan Time-Skip (Toki-Tobashi), yaitu melalui Intangility.

Mengenal Time-Skip (Toki-Tobashi), Teknik Baru Hit yang Bikin Goku Kewalahan

Teknik Time-Skip milik Hit yang digunakannya selama melawan Goku dalam Dragon Ball Super 72 ternyata berbeda... Apa sih sebenarnya Time-Skip ini? Apa bedanya dengan teknik menghentikan waktu yang dimiliki Guldo (pasukan Ginyu)?
Baca Juga

Kami sudah menjelaskan sebelumnya, Time-Skip (atau Toki-Tobashi) merupakan jurus khas Hit (seperti Kamehameha milik Goku), dan merupakan teknik yang hanya bisa dipelajari dan dikuasai beberapa orang saja. Menggunakan Time-Skip, penggunanya bisa melompati waktu sepersepuluh detik, dan dalam waktu yang sangat terbatas tersebut, mereka mampu bergerak bebas. Ketika Hit menggunakan teknik ini, mereka melihatnya akan menganggap dia menghilang, dan muncul kembali di tempat lain.

Dari hasil latihannya selama satu tahun, Hit menciptakan teknik baru yang cukup merepotkan Goku selama bertarung dalam episode 72 kemarin. Saat Hit melakukan Time-Skip, jurus baru Dragon Ball Super ini bisa menyimpan waktu yang sudah dia lompati, menyimpannya, dan menggunakannya untuk menciptakan sebuah ruang kecil dimana dia bisa menjadi tidak bisa disentuh.

Walau Animasinya “Hancur,” Masih Ada 10 Fakta Menarik dalam Dragon Ball Super 72

Bukan kali ini saja animasi Dragon Ball Super kelihatan berantakan, namun ternyata masih ada adegan lainnya yang sangat mengecewakan selama episode 72. Apakah karena kekonyolan Vegeta, dan ternyata begitu mudahnya Hit dikalahkan?
Baca Juga

Selama menggunakan ability barunya ini, tubuh Hit bakal diselimuti dengan cahaya berwarna ungu, dan dia tidak bisa disentuh oleh semua serangan fisik. Goku sendiri menyadari jika teknik baru ini berbeda dari Time-Leap-nya yang berhasil dia lumpuhkan setahun lalu, dan mengambil kesimpulan jika serangan fisik tidak bekerja padanya, maka teknik yang memanipulasi ki mungkin bisa menembusnya.

Lebih tepatnya, sebenarnya Hit masuk ke dalam dimensi alternatif yang dibuat dari waktu yang telah ‘disimpan’ menggunakan Time-Skipnya, dan dengannya dia bisa bebas bergerak diantara ruang paralel tersebut. Karena itulah, dia hanya bisa dilihat saja, namun tidak disentuh.

Kekurangan teknik ini, Hit tidak dapat melakukan serangan fisik standar dari dalam dalam dimensi ini, namun dia bisa melepaskan Ki blast dari dalam dimensi tersebut untuk menyerang musuh.

Kemiripannya dengah Kamui dalam Cerita Naruto


Karena esensinya Time-Skip baru milik Hit ini mampu memanfaatkan ruang dan waktu dan membuat tubuhnya tidak bisa diserang, banyak yang kemudian menyamakannya dengan Jikukan Ninjutsu/Space-Time Ninjutsu Kamui dari cerita Naruto.

25 Jutsu Terkuat dalam Serial Naruto!

Dari sekian banyaknya jutsu/teknik dalam serial Naruto, Jutsu manakah yang terkuat?
Baca Juga

Kamui sendiri adalah teknik dōjutsu Mangekyō Sharingan yang menciptakan bentuk unik dan khusus dari ninjutsu ruang-waktu, yang memungkinkan penggunanya melakukan dua hal yang berbeda, satu untuk berpindah cepat, dan yang kedua, tidak bisa disentuh.

Menggunakan Kamui, penggunanya bisa mengirimkan target masuk dan keluar dari dimensi lain, di mana mereka tidak dapat melarikan diri. Menurut Kakashi, teknik ini sangat maju, karena tidak membutuhkan segel atau tato summon untuk bisa melakukannya. Bahkan Minato Namikaze mengakui bahwa teknik ini melebihi kemampuannya dan Hokage Kedua dalam menggunakan ninjutsu ruang-waktu.

Perbedaan Kamui dengan Time-Skip


Meskipun esensinya sama, namun penerapan teknik memanfaatkan dimensi paralel oleh Hit dalam Dragon Ball Super, dan Kamui (yang lebih identik dengan Madara dan Obito Uchiha) ini berbeda.

Pengguna Kamui akan membentuk spiral kosong berpusat pada mata yang digunakan untuk mengaktifkannya, dan kemdian bisa menarik target ke dalam, mendistorsi bentuk mereka sampai mereka bisa dipindahkan ke dimensi lain.

Dengan menyerap tubuh mereka sendiri ke dalam distorsi ini, pengguna dapat melakukan perpindahan tempat ke hampir semua lokasi yang mereka inginkan. Bila menggunakan Kamui untuk berpindah tempat, apapun yang disentuh pengguna akan ikut berpindah bersamanya, dan chakra mereka menjadi tidak bisa dilacak (sama seperti Hit, yang Ki-nya tidak bisa dilacak ketika berada dalam dimensi paralel Time-Skip).

Sala satu perbedaan Kamui dengan Time-Skipnya Hit adalah menggunakan Kamui, bukan hanya pengguna yang bisa dimasukkan dimensi Kamui, namun juga lawan. Dan saat lawan berada di dalam dimensi Kamui, penggunanya bisa mengeluarkan mereka kapan saja dari matanya.

Perbedaan lainnya, jika kemampuan Hit dibatasi jarak, dan dia hanya bisa menembakkan Ki blast dari dalam dimensi yang disimpannya, maka Kamui lebih fleksibel. Terutama yang digunakan oleh Obito, masing-masing matanya bisa memanfaatkan Kamui untuk jarak pendek dan jarak jauh.

Kamui menggunakan mata kanan untuk penggunaan jarak pendek mirip dengan apa yang diperlihatkan Hit. Ketika mengaktifkan Kamui dengan mata kanannya, setiap bagian tubuh Obito seakan tumpang tindih dengan objek lain dan akan berpindah ke dimensi Kamui, membuatnya tampak seolah-olah pengguna dapat menembus melalui benda padat.

Dengan kondisi tubuh yang tumpang tindih, pengguna bisa menyembunyikan diri mereka dan menghapus semua jejak chakra-nya. Hal ini juga memungkinkan pengguna bebas bergerak dari dalam tanah, dan menyergap lawan dari bawah.

Melihat beberapa kemiripannya tersebut, apakah mungkin Hit ini mempelajari Time-Skipnya dari Obito Uchiha, ya?

SHARE
Previous articleMengenal Time-Skip (Toki-Tobashi), Teknik Baru Hit yang Bikin Goku Kewalahan
Next articleNokia E1 Bakal Temani Nokia D1C, Android Baru Nokia Bangkitkan E Series?
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.