Sejarah Industri Game Indonesia – Bekraf Game Prime 2016

bekraf game prime 2016 jakarta

Bekraf Game Prime adalah acara konferensi, seminar, dan pameran bisnis ke bisnis (B2B) game terbesar di Indonesia. Game Prime Asia merupakan evolusi dari acara B2B Game Developer Gathering, yang berganti nama pada tahun ke-9 penyelenggaraannya untuk mengakomodir elemen yang lebih luas di industri game — tidak terbatas hanya untuk pengembang game (game developer).

Lebih dari 3700 Orang Padati BEKRAF Game Prime 2016, Barometer Industri Game Indonesia

Banyak ilmu dibagikan, banyak game lokal yang bisa dimainkan, dan juga dapat banyak kolaborasi baru tercipta!
Baca Juga

Game Prime Asia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2016 di dua kota: 22 Oktober 2016 di Surabaya dan 29-30 November 2016 di Jakarta. Pada tahun tersebut, Game Prime Asia digelar dengan tajuk Bekraf Game Prime 2016: Are We on the Right Direction? dan merupakan hasil kolaborasi Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Asosiasi Game Indonesia, Duniaku.net, Dicoding, GCM, dan Indiegames.com.

Secara total, Bekraf Game Prime dihadiri oleh 4.500 orang; 3.700 orang di Jakarta, 800 orang di Surabaya.

Berawal dari Game Developer Gathering

liputan gdg prime 2015
Game Developer Gathering (GDG) sendiri telah berjalan selama lebih dari 8 tahun. GDG pertama diselenggarakan atas inisiatif Kris Antoni dari Toge Productions dengan tujuan menciptakan kolaborasi bagi game developer. Selama bertahun-tahun acara ini diselenggarakan dalam skala kecil.

Pada tahun 2014, setelah hampir dibatalkan karena ketiadaan pengurus, Ami Raditya dan Robi Baskoro dari Duniaku.net mengajukan diri untuk melanjutkan acara tersebut. GDG terus dipegang Duniaku.net hingga tahun kedelapan-nya, dengan Robi Baskoro sebagai Chairman.

Setelah sempat mengalami perdebatan mengenai siapa yang akan menyelenggarakan GDG 2016, akhirnya diputuskan acara ini dipegang kembali oleh tim Duniaku.net. Untuk menciptakan acara dengan skala yang jauh lebih besar, Duniaku.net mengirimkan proposal kerjasama kepada Narenda Wicaksono, CEO dan co-founder Dicoding, yang menjadi co-committee dan juga berperan sentral dalam penyelenggaraan acara ini. Acara ini juga mendapatkan dukungan AGI di bawah kepemimpinan Andi Suryanto.

Mengapa akhirnya GDG berubah menjadi Game Prime? Simak jawabannya di halaman 2!

1
2
SHARE
Previous article13 Game Android dan iOS Paling Ditunggu Selama 2017
Next articleGame PC Murah! Cuma Rp13 Ribu Kamu Bisa Dapat 4 Game Assassin’s Creed!
Tertarik dengan dunia game sejak kecil. Baginya, game tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar dan refleksi diri. Game yang ia senangi antara lain Grand Theft Auto V, seri Europa Universalis, seri Crusader King, dan seri Romance of the Three Kingdoms.