ZTE Blade V8 Pro, Android Berteknologi iPhone 7 Plus, Harga Hanya Rp3 Jutaan

Spesifikasi ZTE Blade V8 Pro

Event Consumer Electronics Show 2017 (CES 2017) berlangsung mulai 5 Januari hingga 8 Januari 2016. Banyak pabrikan elektronik dunia yang mengkonfirmasikan produk terbaru mereka yang bakal dipasarkan di sepanjang tahun 2016 ini. Salah satunya ZTE yang mengenalkan seri Blade baru, ZTE Blade V8 Pro.

Seri Blade biasanya dikenal melalui spesifikasi dengan harga yang sepadan, dan ZTE melanjutkannya melalui ZTE Blade V8 Pro. Walaupun dari namanya terkesan ini sekadar upgrade minor, namun ZTE Blade V8 Pro mengusung beberapa perubahan yang menjadikannya siap bersaing dengan spesifikasi para pesaing tahun 2017 ini.

Android-nya Ronaldo Sekeren Orangnya! Kamera Sony 23MP, RAM 4GB, Dijual 2 Jutaan!

Selain keren, CR7 ternyata juga pinter ya milih smartphone Android.... Gadgetnya ini punya CPU Snapdragon terbaru, storage 128GB., RAM4GB, bahkan kamera Sony Exmor 46MP yang seharusnya hanya ada di HP berharga 8 jutaan!
Baca Juga

ZTE Blade V8 Pro sendiri sudah dipatok harganya nanti sekitar Rp3 jutaan saja, dan menjanjikan spesifikasi kelas flagship, seperti dengan disematkannya dua kamera dan sensor sidik jari, selain juga mengadopsi fitur yang sangat dicari pengguna smartphone di negara berkembang, yaitu dua slot kartu SIM dan microSD, yang sayangnya, hybrid (slot micro SD menggunakan ruang kartu SIM kedua).

Spesifikasi ZTE Blade V8 Pro

Spesifikasi ZTE Blade V8 Pro antara lain, layar 5.5 inchi dengan resolusi Full HD 1920 x 1080-pixel, berlapis kaca 2.5D yang sedikit melengkung pada semua sisinya (dan memberi kesan nyaman selama menggenggamnya, layarnya dilindungi Gorilla Glass 3.0, prosesor Qualcomm Snapdragon 625 yang sudah teruji sangat irit baterai, dipadukan dengan RAM 3GB dan ROM 32GB, baterai berkapasitas 3140mAh yang mendukung pengisian cepat Qualcomm Quick Charge 2.0, sensor fingerprint dan kameranya ada dua dengan besar resolusinya 13-megapixel.

Dibandingkan smartphone berkamera ganda lainnya yang diboyong vendor smartphone selama CES 2017, ZTE Blade V8 Pro memang mengajukan harga yang termurah, dengan kualitas yang bisa diadu dengan para pesaingnya. Huawei sendiri juga membawa Honor 6x, yang sudah dikonfirmasikan sejak pertengahan Oktober 2016 lalu di Cina, namun yang satu ini dual-camera-nya juga di bawah ZTE kualitasnya, selain harganya juga lebih mahal. Asus juga mengenalkan ZenFone 3 Zoom pertama kali selama CES 2017 ini, mengajukan dual-camera, namun harganya belum diungkapkan.

Dengan dua kamera, kalian bisa bereksperimen lebih dalam dengan kamera smartphone ini, seperti mengambil foto dengan efek bokeh atau depth-of-field yang dalam (latar belakang yang kabur/blur), seperti yang bisa kalian lakukan dengan smartphone kelas atas yang harganya di atas Rp10 jutaan, iPhone 7 Plus.

Dari presentasi ZTE selama CES 2017, ZTE Blade V8 Pro menawarkan pengaturan bokeh yang mudah. Kalian tinggal menggeser slider ke atas untuk memilih antara aperture kecil (untuk efek lebih bokeh), atau ke bawah untuk membukanya lebih lebar (agar efek bokeh berkurang). Hal itu bisa dicapai melalui pengaturan software-nya, dengan dukungan sensor monochrome kedua pada ZTE Blade V8 Pro yang berfungsi menangkap detail lebih banyak. Kalian juga bisa mengedit kembali focal point hasil foto menggunakan cual-camera tersebut untuk menentukan titik yang berbeda, dan menggeser fokus bokeh-nya.

Fitur lain dual-cameranya seperti menggunakan kamera kedua yang bersensor monokrom, kalian bisa melihat viewfinder menampilkan gambar hitam putih langsung, sebelum kalian mengambil fotonya (semacam life preview). Selain itu, kamera utama 13-megapixel ZTE Blade V8 Pro juga bisa merekam video berkualitas 4K. Untuk kamera selfie-nya, kalian juga bakal terpuaskan dengan sensor sebesar 8-megapixel. Sayangnya, kita belum mendapatkan data ZTE menggunakan sensor apa untuk Blade V8 Pro ini.

Di sisi desain, memang tidak ada yang istimewa dari ZTE Blade V8 Pro ini. Di bawah layarnya ada tombol Home fisik, yang berfungsi ganda untuk sensor sidik jari. Melalui sensor tersebut, kalian juga bisa membuka aplikasi tertentu melalui layar lock screen, bergantung pada sidik jari apa yang kalian pindai di sana. Sayangnya, kalian tetap perlu menekan dulu tombol powernya yang berada di sisi kanan untuk mengaktifkan layar, sebelum bisa membuka kunci layarnya. Dan itu jelas tidak praktis.

Selain itu, sisi belakang ZTE Blade V8 Pro ini tampak lebih macho berkat penggunaan material karet yang berpola, sehingga memberi efek genggaman tangan yang lebih kuat. Keseluruhan materialnya berbahan plastik, namun sangat kokoh. Bahkan beratnya mencapai 185-gram (menambah keyakinan jika ZTE hanya menggunakan material berkelas untuk membangunnya).

Mungkin satu-satunya yang akan menghalangi smartphone ini dikenal (terutama di Indonesia) adalah tidak adanya distributor resmi yang mengusungnya. Selain itu, pengunaan Android Marshmallow, belum Android 7 Nougat, juga bisa menjadi pertimbangan konsumen membelinya. Tapi, hei, konektor USB-nya bahkan sudah USB Type-C lho!

Spesifikasi ZTE Blade V8 Pro

  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 625, 4x Cortex-A53 @ 2.0GHz dan 4x Cortex-A53 @ 2.0GHz
  • GPU: Adreno 506 @ 650 MHz
  • Memory: 3GB LPDDR3 RAM
  • Storage: 32GB + microSD
  • Layar: 5.5-inch 1920×1080 IPS LCD
  • Dimensi dan berat: 156 x 77 x 9.1 mm, 185 gram
  • Modem: Qualcomm X9 (Integrated), 2G / 3G / 4G LTE (Category 7 untuk unggah dan 13 untuk unduh)
  • Ukuran SIM: 2x NanoSIM
  • Kamera selfie: 8MP
  • Kamera utama: 2x 13MP, PDAF, Auto HDR, dual LED flash
  • Baterai: 3140 mAh (12.09 WHr), non-replaceable
  • Konektivitas: 802.11a/b/g/n/ac, BT 4.2, NFC, GPS/GNSS, USB-C 2.0
  • Versi OS: Android 6.0.1 Marshmallow

SHARE
Previous articleTernyata, Benedict Cumberbatch Ditakdirkan Menjadi Sherlock Holmes Sejak Lahir
Next article5 Informasi Film Great Wall yang Harus Kamu Tahu Sebelum Nonton
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.