Ini Mediatek Helio P25, CPU Octa-Core 2.5GHz Terkencang di Kelas Menengah

Qualcomm yang dikenal sebagai vendor chipset papan atas dunia sudah mengenalkan dua silikon terbarunya, Snapdragon 653 dan Snapdragon 835 akhir tahun lalu. Dan kini giliran dari Cina, Mediatek menyambutnya dengan prosesor baru MediaTek Helio P25.

Baca Juga

Melalui sebuah press release, kemarin Mediatek mengumumkan chipset baru MediaTek Helio P25. Memang bukan nama yang asing, karena akhir September 2016 lalu mereka sudah sedikit mengungkapkan Helio P25 ketika melakukan press-release untuk Helio X30, chipset tergaharnya yang dibangun dengan proses 10nm. Sedangkan untuk P tipe baru ini disebutkan menawarkan kemampuan premium dan ditujukan untuk gadget baru yang mengadopsi dua sensor kamera, atau jamak dengan sebutan dual-camera.

Ini 5 Spesifikasi Xiaomi Mi6 yang Bakal Bikin Geger Dunia Smartphone Android 2017

Xiaomi Mi5 dengan CPU 4 core saja hasil benchmark-nya mencapai 130 ribuan, bagaimana Xiaomi Mi6 dengan CPU 8 core yang diklaim jauh lebih irit baterai ini ya? Semoga saja casingnya tidak seperti Xiaomi Mi5 yang begitu mudahnya dipatahkan!
Baca Juga

Helio P terbaru yang menjadi penerus Helio P10 dan Helio P20 ini dibangun menggunakan teknologi proses 16nm, memiliki delapan core prosesor, serta memiliki teknologi Image Signal Processor (ISP) tersendiri yang pastinya sangat idel untuk fitur fotografi, terutama yang memaksimalkan dua kamera.

Dalam pernyataan persnya, MediaTek Helio P25 meningkatkan keefisienan image signal-processing (ISP) hardware dalam menghasilkan pengaturan kedalaman depth-of-field (DOF), pengaturan pembukaan cahaya otomatis yang lebih baik, serta efek kamera lainnya yang lebih canggih. Klaimnya, mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi dalam semua kondisi cahaya.

MediaTek menambahkan, 12-bit Dual ISP dalam MediaTek Helio P25 memungkinkan sebuah hardware mengadopsi kombinasi satu kamera maksimal dengan resolusi 24-megapixel, atau dua kamera masing-masing 13-megapixel (13MP + 13MP), ada fungsi optimalisasi dual camera, mendukung Video HDR seperti tipikal kemampuan chipset papan atas, lengkap dengan preview penuh, serta high performance auto exposure dengan Turbo 3A.

Chipset ini juga disebutkan mampu terus-menerus meningkatkan pengalaman visual penggunanya yang mengedepankan fotografi mobile serta fitur multimedia lainnya menggunakan proses 16nm FinFET yang dikenal efisien. Satu hal lagi, chipset ini juga dilengkapi dengan modem LTE yang lebih baik, meningkatkan proses unggah data di jaringan 4G LTE, bisa ditandemkan dengan memory LPDDR4x (teknologi yang juga dimiliki oleh Snapdragon 835), yang mendukung kapasitas RAM hingga 6GB.

Skandal Kebocoran Data Adups Berlanjut! Hisense hingga Mediatek Diduga Terinfeksi

Android Lenovo, Gionee, Hisense, Mediatek, Helio, dan bahkan ZTE diduga menjalankan software Adups yang memiliki backdoor mengumpulkan dan membocorkan data pengguna smartphone. Bagaimana cara membersihkannya?
Baca Juga

LPDDR4X yang diproduksi Samsung Semiconductor ini sebenarnya sama seperti LPDDR4, dengan bandwidth yang sama, namun di atas kertas akan lebih hemat baterai.

Selain fitur fotografi, kecepatan into Cortex-A53 yang diusung MediaTek di sini juga bukan main-main. Mencapai 2.5GHz untuk semua core-nya, dan dipastikan memberi kekuatan yang maksimal, namun tetap efisien berkat proses 16 nm. Selain itu, di sisi grafis, ada dukungan GPU terbaru dari ARM, Mali-T880 yang memiliki dua shader core yang kecepatannya 900MHz, dipastikan juga mendukung selama pengoperasian aplikasi video dan gaming.

Helio seri P selama ini dikenal sebagai chipset kelas menengah, namun sayangnya tidak terlalu populer dibandingkan Helio X. Semoga saja dengan perkembangan baru ini bisa meningkatkan performa sekaligus makin banyak Android yang akan menggunakannya.

Sumber: MediaTek

SHARE
Previous articleSatu Mimpi Armin dan Eren Terwujud di Attack on Titan 90
Next articleCerita Hero Dota 2: Lina dan Rylai, Dua Saudari Penyihir Elemen yang Nggak Pernah Akur
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.