6 Film Mengecewakan yang Membunuh Karir Sutradaranya

film mengecewakan

Tak hanya merugi dan dihujat kritikus, 6 film mengecewakan ini juga sukses membunuh karir dari sutradaranya sendiri. Apa saja? Ini dia contoh-contohnya!

1

Dragonball Evolution

Wow, Remake The Raid Versi Hollywood akan Dibintangi Frank Grillo!

Resmi sudah, Frank Grillo yang memerankan Crossbones di Captain America: Civil War akan menjadi bintang utama The Raid versi Hollywood! Akan seperti apa ya?
Baca Juga

Salah satu film mengecewakan untuk penikmat animanga jelas adalah Dragonball Evolution. Jelas, Dragonball sulit untuk diadaptasi ke layar lebar. Tapi tetap saja hasil jadi film ini begitu kacau dan menggelikan. Gagal meraih untung dan diejek kritikus, Dragonball Evolution adalah judul yang ingin dilupakan oleh fan.

Justin Wong selaku sutradara Dragonball Evolution menjadi korban kegagalan epik ini. Kalau kamu melihat halaman IMDB-nya, kamu akan menemukan hal menarik: Wong tidak lagi menjadi sutradara layar lebar setelah Evolution. Semua karya berikutnya sebagai sutradara adalah tayangan televisi.

Saat seorang sutradara gagal, studio Hollywood akan lebih berhati-hati dalam mengontraknya. Bila ini terjadi ya si sutradara antara harus beralih menggarap serial TV atau mencoba membuat film independen.

2

Green Lantern

Martin Campbell bukan sutradara kacangan. Kalau kamu melihat halaman IMDB-nya, kamu akan melihat banyak judul populer. Sebut saja Golden Eye, The Mask of Zoro, dan Casino Royale. Lalu datang Green Lantern, dan karir Campbell berikutnya sempat terjebak membuat film TV saja.

Kalau saja film ini sukses, seharusnya DC Extended Universe akan mulai jauh lebih cepat. Namun karakterisasi yang tidak terlalu bagus, efek yang bahkan di tahun 2011 saja terasa biasa saja, dan cerita yang kelewat padat sehingga membingungkan membuat Green Lantern kandas. Karir Campbell sebagai sutradara pun turut hancur bersamanya.

Ryan Reynolds sebagai bintang utama film ini juga sempat terpengaruh karirnya. Namun dia akhirnya bangkit lagi lewat perannya sebagai Deadpool yang luar biasa kocak.

Untuk Campbell, dia mulai menangani film layar lebar lagi lewat The Foreigner dan Across the River and Into the Tress. Patut ditunggu apakah kedua film itu membuat Campbell bisa memperoleh kepercayaan studio Hollywood untuk proyek film besar lagi.

3

Fantastic Four 2015

Fantastic Four adalah tim pahlawan super populer Marvel. Judul yang satu ini memiliki banyak sekali karakter menarik, seperti empat tokoh utamanya yang memiliki kekuatan super beraneka rupa. Bahkan karena lisensinya berada di Fox, Marvel tidak bisa memunculkan tokoh seperti Annihilus, Dr. Doom, Super Skrull, dan Galactus di film mereka sendiri.

Dua film pertamanya terasa hambar dan biasa saja. Tapi ternyata hambar dan biasa saja justru jauh lebih baik saat dibandingkan dengan film 2015 ini.

Film mengecewakan ini tercipta karena Josh Trank dan Fox sebagai studio. Trank dikabarkan bersifat tidak profesional sepanjang syuting dan berkelahi dengan Miles Teller (yang ia rekrut sendiri) serta tidak menyukai Kate Mara. Naskahnya pun memiliki banyak unsur kontroversial, seperti menggunakan ucapan “It’s clobbering time!” favorit The Thing sebagai kata-kata favorit kakak Thing saat menyiksanya.

Di sisi lain, Fox juga memberi modal yang lebih sedikit dari perkiraan dan mengatur isi film di luar kehendak Trank. Jadi jelas masalah film ini bukan hanya satu saja sumbernya.

Setelah menyutradarai Fantastic Four yang tergolong salah satu film mengecewakan 2015 ini, Josh Trank sempat hiatus panjang sebagai sutradara. Tapi dia berpotensi bisa bangkit dengan Fonzo, film tentang si gangster legendaris Al Capone. Kecuali kalau ada drama ngaco lagi saat penggarapannya tentu saja.


 

Baca Juga

Apa lagi film mengecewakan yang begitu kacau hingga membunuh karir sutradaranya? Kamu bisa membaca lanjutannya di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous articleAsal-Usul Laura alias X-23 Terungkap di Klip Pendek Logan!
Next article3 Kejadian Penting di One Piece 856 – Apakah Konflik Sanji dan Luffy Berakhir?
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.