3 Kejadian Penting di One Piece 856 – Apakah Konflik Sanji dan Luffy Berakhir?

one piece 856

Setelah bab sebelumnya, pembaca mungkin penasaran: apakah konflik Sanji dan Luffy akhirnya bisa berakhir? One Piece 856 memberi jawabannya!

Seperti biasa, pembahasan One Piece 856 ini berhubungan dengan adegan yang belum terjadi di animenya. Jadi kalau kamu belum mengikuti kisah One Piece hingga alur Whole Cake Island, awas spoiler.

SPOILER ALERT!!!

1

Pekoms

zoan

Salah satu pengungkapan besar di One Piece 856 adalah nasib Pekoms. Masih ingat adegan ini?

Bege mengeksekusi Pekoms, yang terjatuh ke lautan penuh hiu. Setelah itu nasib Pekoms tak diketahui. Dia adalah pemakan Devil Fruit jadi bila dibiarkan dia pasti mati.

Nah, di bab ini Jinbe menyampaikan begini.

One Piece 856

Jinbe berhasil menyelamatkan Pekoms sebelum dia tewas. Jadi walau dia tidak muncul di bab ini, sepertinya Pekoms masih hidup. Akhirnya dia bisa membeberkan apa sebenarnya rencana Capone Bege yang sejauh ini begitu misterius.

2

Sanji dan Luffy

pudding terbunuh

Sekarang mari kita beralih ke kejadian terbesar di One Piece 856: bagaimana kelanjutan konflik Luffy dan Sanji setelah mereka sepakat sama-sama pergi ke lokasi mereka berduel?

Sanji ingin sekali kembali menjadi kokinya kelompok Topi Jerami. Tapi ia tidak ingin meninggalkan keluarganya.

Ya, kematian keluarga Vinsmoke sebenarnya akan memastikan kebebasan Baratie yang sekarang sedang diincar mereka sebagai sandera. Tapi rupanya hati Sanji begitu baik hingga ia tidak bisa membiarkan keluarga yang telah menyiksanya sejak kecil untuk dibasmi begitu saja oleh Big Mom.

Luffy pun membuat keputusan mengejutkan di sini: ia berketetapan untuk mengacaukan sekalian pernikahan Big Mom. Padahal (dia juga memang belum tahu) Brook sudah memperoleh salinan Poneglyph, jadi dia mau pergi sekarang juga tidak ada masalah.

Entah bagaimana sebaiknya Sanji menyelamatkan keluarganya. Kalau ia berhasil pun keluarga Vinsmoke tidak akan berterima kasih. Mereka terlihat terlalu angkuh untuk itu. Tapi jika Luffy benar-benar sukses melakukannya, sudah pasti Big Mom akan murka.

Bahkan mungkin Big Mom akan begitu murka hingga ia akan mengirim orang untuk mengejar Luffy ke Wano. Akan menarik apa yang terjadi bila kru Big Mom masuk ke area kekuasaan kelompok Kaido.

3

Misteri Bobbin

Kejadian ini sebenarnya singkat, hanya satu halaman. Tapi ini rasanya akan luar biasa penting sehingga kamu jangan melupakannya.

Pembaca bab sebelumnya pasti masih ingat Bobbin. Pemburu bayaran yang satu ini adalah yang memergoki Sanji. Dia cukup kuat hingga tidak langsung K.O. begitu menerima tendangan dari koki kru Topi Jerami itu.

Dengan kekuatan hipnotisnya, dia bisa dengan mudah membuat Sanji tidur dan menyeretnya ke Pudding untuk ditangani. Tapi Sanji dapat menemui Luffy dengan lancar. Sementara itu Bobbin justru tumbang dengan tubuh berdarah di jalanan.

Siapa pelaku kejadian ini? Sudah jelas bukan Pudding, yang sebelumnya menyerang Reiju. Tapi lihat baik-baik kata-kata Bobbin sebelum dia ambruk. “Those bastards.” Dia diserang lebih dari satu orang.

Siapa lagi geng yang bekerja berkelompok dan taktis kalau bukan geng Capone Bege. Sejak menangani Pekoms, Bege bekerja di balik layar, tidak melakukan apa-apa meski terjadi kerusuhan di Whole Cake Island.

Yang menjadi pertanyaan adalah: kenapa Bege menyerang Bobbin? Seharusnya Bobbin tidak akan berpengaruh apa-apa pada rencana Bege. Bila benar geng Bege yang melakukannya, maka motivasi kelompok ini cukup membuat penasaran.

 


 

Baca Juga

Itulah tiga kejadian penting di One Piece 856. Kalau kamu mau sekalian membaca spekulasi kejadian besar yang mungkin terjadi akibat tiga momen di atas, kamu bisa lanjut membaca ke halaman kedua!

1
2
SHARE
Previous article6 Film Mengecewakan yang Membunuh Karir Sutradaranya
Next article[Video] Review MSI GS43 VR Phantom: Gaming Laptop Ringan, Performa Jempolan!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.