4 Hikmah yang Bisa Kita Ambil dari Kasus Video Antisemit PewDiePie

kasus video antisemit pewdiepie
Sumber: kotaku.com

Kasus video antisemit PewDiePie menghebohkan jagat gaming dunia. Di video itu ia menunjukkan tulisan “Death To All Jews” yang sontak menuai reaksi keras dari banyak pihak, termasuk Disney dan YouTube.

7 Fakta Mengejutkan PewDiePie di Balik Kekocakannya di Depan Kamera

Pasti kamu belum tahu sisi lain kehidupan PewDiePie berikut ini!
Baca Juga

Pada video yang dipublikasikan pada 11 Januari 2017 tersebut, PewDiePie alias Felix Kjellberg membayar dua orang melalui situs Fiverr untuk membuat dan menunjukkan spanduk bertajuk “Death To All Jews”. Fiverr sendiri adalah sebuah situs freelance di mana kamu bisa membayar orang untuk melakukan apapun dengan harga minimal US$5.

Video ini pun mendapatkan reaksi keras dari berbagai media, terutama Wall Street Journal yang juga melaporkan kasus ini kepada dua pihak yang bekerja sama dengan PewDiePie: Disney dan YouTube. Alhasil, kedua perusahaan tersebut memutuskan kerja sama dengan PewDiePie.

Disney, melalui salah satu divisi mereka yang bernama Maker Studios, mengumumkan pembatalan kerja sama mereka di Revelmode, sebuah paltform yang berisi video, game, aplikasi, dan merchandise.

YouTube sendiri membatalkan musim kedua dari acara Scare PewDiePie yang merupakan salah satu program dari YouTube Premium. YouTube juga mencabut PewDiePie dari “Google Preferred”.

PewDiePie Meminta Maaf, Namun Kecam Wall Street Journal

Melalui video di atas, PewDiePie meminta maaf kepada para pihak yang merasa tersinggung atas leluconnya yang berlebihan tersebut. Ia berkata bahwa, “Saya minta maaf atas kata-kata yang telah saya gunakan, saya tahu bahwa hal itu menyinggung orang-orang dan saya akui bahwa lelucon tersebut terlalu berlebihan.”

“Saya sangat percaya bahwa kamu bisa membuat lelucon tentang apa saja tapi saya juga percaya ada cara yang benar untuk melakukan itu, dan ada pula cara yang kurang baik, untuk membuat lelucon tentang sesuatu,” ungkap pria asal Swedia tersebut.

“Ini adalah hal yang akan saya pertimbangkan ke depannya,” ujarnya.

Walaupun begitu, PewDiePie juga tak menahan kekecewaannya terhadap media-media, terutama Wall Street Journal yang ia anggap menyudutkan Disney dan YouTube untuk memutuskan kerja sama dengannya. Ia juga menyayangkan bahwa media sekelas Wall Street Journal tak melihat keadaannya secara keseluruhan dan hanya mengambil hal negatif darinya di luar konteks “untuk agenda mereka sendiri”.

Di akhir videonya, ia pun berkata,”Saya masih di sini, masih membuat video-video. Upaya yang bagus, Wall Street Journal. Coba lagi, br*ngs*k.”

Tentunya tak hanya PewDiePie saja yang bisa mengambil hikmah dari insiden ini. Kita sebagai gamer pun bisa mendapatkan pelajaran. Apa saja yang bisa kita pelajari dari kasus video antisemit PewDiePie? Inilah dia:

Bintang-bintang YouTube Memiliki Pengaruh Sosial yang Sangat Besar

channel youtube pewdiepie

Felix tahu bahwa ia dan rekan-rekan bintang YouTuber lainnya memiliki pengaruh besar di komunitas mereka masing-masing. Hal itu ia sampaikan pada video permintaan maafnya tersebut. Ia bahkan mengatakan bahwa, “Old school media tidak menyukai internet personalities karena mereka takut kepada kami. Kami memiliki pengaruh dan suara yang sangat besar, dan sepertinya mereka tidak mengerti hal itu. Itulah kenapa mereka melakukan pendekatan (sudut pandang) dengan cara ini kepada kami.”

Apa yang PewDiePie katakan ada benarnya. Bayangkan, dengan jumlah pelanggan sebanyak 53 juta, apa yang dimainkan atau dikatakan olehnya pasti akan mendapat perhatian khalayak banyak. Apa yang ia mainkan kemungkinan besar akan ingin dimainkan juga oleh penontonnya. Apa yang ia benci, kemungkinan besar pula akan dibenci oleh penontonnya.

Dengan pengaruh sebesar itu, tentu konsekuensi yang diemban pun tak kecil. Kebaikan, keburukan, dan hal-hal yang mereka ucapkan pasti akan diperhatikan bahkan ditiru banyak orang. Hal itulah yang membuat poin berikutnya menjadi penting.

Simak hikmah kasus video antisemit PewDiePie lainnya di halaman kedua!