Selain Percepat Update MIUI, Fitur CPU Xiaomi Surge S1 Ini Bisa Bikin Snapdragon Keok

Xiaomi Surge S1

Xiaomi tidak perlu sampai harus buka booth di Mobile World Congress 2017 di Spanyol untuk membuat mata dunia berpaling. Sesuai undangan yang sudah disebarkan sebelumnya, kemarin mereka menggelar konferensi pers, mengumumkan chipset pertama buatan sendiri, Xiaomi Surge S1, yang sebelumnya disebut prosesor Pinecone, dan juga gadget pertama yang menggunakannya, Xiaomi Mi5c.

Baca Juga

Setiap produsen smartphone memiliki chipset atau SoC (system-on-a-chip) yang diproduksi oleh pabrikan lainnya, seperti Qualcomm atau MediaTek. Kecuali, Apple A, Samsung Exynos, dan Huawei Kirin. Memiliki chipset sendiri artinya memungkinkan produk mereka dirilis lebih cepat dari vendor lainnya, karena tidak perlu bergantung pada pasokan chipset yang bersangkutan.

Xiaomi Redmi 5 Disiapkan, Ini Bocoran Spesifikasi Penerus HP Termurah Xiaomi

Xiaomi bakal sibuk, setelah Redmi Note 4 Snapdragon, Redmi Note 4X, Xiaomi Mi6, Xiaomi Mi5c, kini ada Redmi Pro 2, Xiaomi Mi Max 2, Mi Mix 2, dan juga, Redmi 4S atau Redmi 5.
Baca Juga

Seperti misalnya, pada kasus Snapdragon 835, semua vendor smartphone berbondong-bondong memesan ke Qualcomm, jatah sedikit, dan ternyata, Samsung menuntut eksklusifitas awalnya untuk Galaxy S8. Dengan chipset yang diproduksi sendiri seperti ini, setidaknya skenario “monopoli” semacam itu bisa dihindari ke depannya oleh Xiaomi.

Apalagi menjual sebuah smartphone flagship lebih awal sepertinya juga masih dipercaya menjadi strategi pemasaran yang tepat, seperti LG yang tidak mempedulikan Snapdragon 835, memilih Snapdragon 821 untul LG G6, agar smartphone tersebut bisa dijual lebih awal dari Galaxy S8.

Kembali pada Xiaomi Surge S1, ini merupakan chipset in-house generasi pertama Xiaomi. Kami sudah sering mengulasnya, dan ternyata bocoran selama ini benar. Xiaomi Surge S1 cocok dengan konfigurasi Pinecone V670. Keseluruhan sistemnya 64-bit, dengan delapan inti prosesor ARM Cortex-A53 yang kecepatannya maksimal 2.2GHz. Kedelapan core tersebut didesain dalam dua sirkuit terpadu atau die. Satu die untuk empat inti yang bertugas untuk “berlari” kencang, dengan maksimal kecepatannya 2.2GHz. Sedangkan empat core Cortex-A53 lainnya dikunci pada batas 1.4GHz untuk komputasi ringan.

Selain CPU Xiaomi Pinecone, Benarkah Xiaomi Mi5c Juga Gunakan Snapdragon 821?

Xiaomi bakal kembali membuat gebrakan melalui Pinecone, prosesor mobile terbarunya ini bakal diungkapkan 28 Februari nanti. Benarkah Xiaomi Mi5c dan Xiaomi Mi6 akan menjadi yang pertama menggunakannya?
Baca Juga

Melengkapinya, ada pengolah grafis alias GPU yang familiar untuk kelas menengah, dan juga, pengguna MediaTek. GPU ARM Mali-T860 MP4 dengan empat core (tidak disebutkan berapa kecepatannya), yang diklaim Xiaomi 40% lebih efisien dari Mali-T760. Kemampuan lainnya Xiaomi Surge S1 seperti dual microphone voice reduction, HD calling (familair dengan julukan VoLTE), 32-bit high-performance DSP untuk voice processing dan 14-bit dual ISP untuk mendukung kinerja image processing, serta baseband yang bisa diperbarui secara OTA.

Gunakan CPU Snapdragon dan Sony Exmor Terbaru, Ini Detail Spesifikasi Redmi Pro 2

Selain Xiaomi Mi Max 2, tahun ini kita juga akan mendapatkan penerus Redmi Pro. Berikut beberapa teknologi canggih yang akan kalian temukan di dalamnya.
Baca Juga

Menurut Xiaomi, 14-bit dual ISP-nya akan mendukung pemrosesan foto bersama algoritma Surge ISP akan meningkatkan sensitifitas kamera dalam menerima cahaya hingga 150%. Sistem ini juga memiliki algoritma dual noise reduction untuk membantu meminimalkan noise dari setiap hasil foto, serta menjaga detail meskipun diambil dalam kondisi ruangan minim cahaya.

Xiaomi juga memberi gambaran kinerjanya melalui beberapa data hasil benchmark, jika chipset mereka ini kemampuannya sebanding, bahkan lebih baik dari wakil MediaTek dan Qualcomm. Angka yang dihasilkan lebih cepat dari Snapdragon 625 dan MediaTek P10, namun di belakang MediaTek P20 menurut AnTutu, GeekBench 4.0 CPU multi-core benchmark, dan GFXBench Manhattan secara off-screen.

Gara-gara Samsung, Xiaomi Mi6 Bisa Dijual Lebih Murah dan “Lebih Cepat” dari Galaxy S8

Selain tiga versi Xiaomi Mi6 dan dengan harga mulai 3 jutaan, ternyata Android tergahar Xiaomi ini masih punya senjata lainnya agar bisa bersaing dengan smartphone lainnya yang menggunakan CPU Snapdragon 835.
Baca Juga

Langkah Xiaomi beranjak ke chipset mereka ini sendiri bisa berarti lebih, dari sekadar lebih cepatnya produk mereka diperkenalkan ke pasaran. Bisa jadi akan lebih cepat dukungan pembaruan software (update OS), karena mereka sendiri yang bertanggung jawab memperbarui driver chipset-nya sehingga tidak perlu menunggu vendor produsen chipset hanya untuk melakukan pembaruan software, namun sekaligus juga memperlambat perkembangan custom ROM untuk chipset bersangkutan karena kemungkinan besar hanya smartphone Xiaomi yang menggunakannya. Kecuali, Xiaomi berbaik-hati merilis driver-nya.

Spesifikasi Xiaomi Surge S1

  • Octa-core 64-bit chipset (4xA53 cores 2.2GHz + 4xA53 cores 1.4GHz)
  • 28nm High-Performance Computing (HPC) process
  • Mali-T860 quad-core GPU
  • AFBC + ASTC image compression technology
  • 32-bit high-performance DSP for voice processing
  • 4-bit dual ISP; enhanced image processing capabilities
  • Surge ISP algorithm improves camera light sensitivity by 150%
  • Dual noise reduction algorithm reduces noise and preserves image detail in low light
  • Upgradable baseband; programmable modem, OTA upgradeable
  • VoLTE high-quality call and video support
  • Chip-level security; TEE architecture, strict compliance with safety regulations

Sumber: Xiaomi

SHARE
Previous articleSimak Spesifikasi PC Mass Effect Andromeda dan Rekan-rekan Barumu!
Next articleCerita Hero Dota 2: Naix si Lifestealer Pembantai Manusia
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.