Ini 5 Film Animasi 3D CGI yang Bisa Jadi Tontonan Seru Buat Nemenin Akhir Pekanmu!

Film Animasi 3D CGI
Hello world!

Film animasi dengan sentuhan 3D memang bukan hal yang baru. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kualitas visual yang dihasilkan juga semakin spektakuler.

Selain menjamin kualitas visual yang asyik untuk disaksikan, film-film animasi 3D juga kerap mampu menghadirkan atmosfer atau suatu adegan yang akan sangat sulit untuk direpresentasikan dalam film live-action-nya.

Film animasi 3D CGI juga barang kali menjadi ajang pelarian kita yang merasa risi dengan film adaptasi live-action yang digarap oleh Hollywood. Cerita yang melenceng, plot yang tak sesuai, jalan cerita yang mudah ditebak, hingga karakter yang sama sekali tak ada dalam game atau animenya namun entah kenapa tiba-tiba muncul di film tersebut.

Berikut 5 film animasi 3D CGI yang bisa jadi rekomendasi tontonan kamu yang berencana untuk berakhir pekan di rumah saja.

1

Tekken: Blood Vengeance

Film Animasi 3D CGI
Tekken: Blood Vengeance.

Sebagian besar dari kita pasti mengenal nama ini sejak seri ketiganya. Sebuah game fighting terobosan yang menawarkan banyak kemajuan, utamanya dalam hal mekanik dan variasi kombonya yang njelimet tapi fantastis. Lagipula, berapa banyak sih dari kalian yang pernah memainkan atau setidaknya tahu bahwa Tekken 1 dan Tekken 2 itu ada?

Sebagai pelipur lara dari kegagalan film live-action-nya, Bandai Entertainment meluncurkan animasi 3D berjudul Tekken: Blood Vengeance. Kisah ini mengambil alur cerita alternatif antara Tekken 5 dan Tekken 6. Bintangnya adalah Xiaoyu, yang menyamar sebagai mata-mata untuk mencari informasi mengenai seorang siswa bernama Shin Kamiya.

Apa yang ditakutkan para penggemar beratnya menjadi kenyataan. Adaptasi live-action adalah langkah yang keliru. Ada banyak hal yang menyimpang dalam film tersebut. Namun, jika harus menyebut salah satunya, itu adalah para para karakternya. Terutama Jin.

Film Animasi 3D CGI
Devil Jin.

John Foo malah tampak seperti memerankan Jin yang masih berusia belasan tahun. Sebagai cosplayer, ia lumayan mirip. Hanya saja tubuhnya terlalu kecil dan pendek. Ototnya juga terlihat feminin dibanding Jin yang kita harapkan. Biar begitu, memang sulit mencari aktor yang paling tepat secara penampilan untuk memerankan Jin. Makanya, sejak awal gagasan live-action banyak ditentang.

Karakter Tekken 7 ini Ternyata berasal dari Indonesia!

Dikaitkan dengan pahlawan nasional, nama cewek jago kick boxing Josie Rizal langsung melejit menjadi salah satu trending topic!!
Baca Juga

Beruntung, Bandai berhasil sedikit mengobati kekecewaan para fans. Puncak film animasi ini juga dieksekusi nyaris sempurna dengan menyuguhkan pertarungan spektakuler antara keluarga lintas generasi, JIn, Kazuya, dan Heihachi. Kita juga bisa melihat transformasi Jin menjadi bentuk iblisnya. Hal yang tak mampu dan nyaris mustahil dilakukan oleh adaptasi live-action-nya.

2

Resident Evil Degeneration

Film Animasi 3D CGI
Si ganteng.

Lupakan adaptasi live-action Resident Evil yang karut marut itu. Mari kita bersepakat untuk menganggap film tersebut tak pernah ada sekaligus berharap sutradara jempolan langganan Oscar macam Nolan atau Inarritu sudi mencipta ulang film live-action tersebut di masa mendatang.

Dalam film ini, kita akan disuguhkan dengan duo alumni Resident Evil 2: Claire Redfield dan Leon Scott Kennedy. Berlatar tujuh tahun pasca insiden Racoon City (RE 2) atau berselang satu tahun usai aksi heroik Leon menyelamatkan putri presiden AS di RE 4.

Jalan cerita film ini, entah kenapa cukup mengecewakan. Plotnya seperti menjiplak alur cerita gamenya yang mengisahkan mengenai perusahaan farmasi korup dan jahat yang bertanggung jawab atas semua kekacauan yang terjadi.

Reuni antara Claire dan Leon yang lama tak berjumpa juga mendapat porsi yang sedikit. Sepertinya semua yang terjadi di Racoon City tak terlalu berkesan bagi mereka hingga keduanya tak begitu acuh satu sama lain. Capcom malah sibuk ‘merekayasa’ kisah cinta Leon dengan Angela yang berakhir murahan di mata para penggemarnya.

Kualitas CGI juga patut jadi sorotan utama. Gesture para pemain tampak kaku dan kurang halus. Adegan final juga berakhir anti-klimaks, terlalu mudah diprediksi dan jauh dari kesan menegangkan. Lemahnya segi visual juga yang mungkin berimbas pada wajah Leon yang tampak sedikit … bengis. Jauh dari kesan imut keanime-animean seperti di RE 4.

Biar bagaimanapun, film ini menjadi tonggak baru usaha Capcom dalam melebarkan sayap salah satu francis game paling menguntungkan mereka.

Lanjut ke halaman kedua…