Ingin Pamerkan Game di Singapura? Daftarkan Dirimu di Indie Prize Casual Connect Asia 2017!

indie prize casual connect asia 2017

Ingin memamerkan karya di hadapan ratusan pelaku industri game internasional? Daftarkan karyamu di Indie Prize Casual Connect Asia 2017!

Casual Connect Asia 2017 kembali akan digelar tahun ini, tepatnya pada tanggal 16 hingga 18 Mei 2017 mendatang. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini Casual Connect Asia 2017 masih diselenggarakan di Singapura, tepatnya di Hard Rock Hotel, Sentosa Island Singapura.

Nah, satu ajang yang selalu “menemani” perhelatan Casual Connect Asia adalah Indie Prize. Sesuai dengan namanya, Indie Prize selalu dimanfaatkan oleh developer-developer game indie dari seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk memamerkan karya dan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Selain itu, ajang Indie Prize ini juga tidak jarang menjadi titik balik kesuksesan seorang developer, dimana di ajang ini mereka bisa bertemu dengan stakeholder dari industri game negara lain untuk menjalin kolaborasi.

indie prize casual connect asia 2017

Dalam beberapa tahun terakhir, developer Indonesia bisa berbicara banyak di ajang Indie Prize ini. Sebut saja di tahun 2014, ada Toge Productions yang membawa pulang gelar Best Desktop Game untuk Infectonator: Survivors yang saat itu mereka kembangkan dan Mintsphere yang membawa pulang piala di kategori Most Promising Game in Development lewat Trigger Princess (yang akhirnya “di-upgrade” menjadi Fallen Legion dan siap rilis untuk PS4 dan PS Vita).

Mengintip Aktivitas Developer Indonesia Peserta Indie Prize Casual Connect Asia 2016!

Meskipun cuma empat studio yang jadi peserta Indie Prize Showcase, namun developer Indonesia yang datang ke Casual Connect Asia 2016 cukup banyak lho!
Baca Juga

Lalu selanjutnya, di tahun 2015 Indonesia juga berhasil mempertahankan “tradisi” membawa pulang gelar lewat An Octave Higher dari Kidalang yang menyabet gelar sebagai Best Game Narrative. Sayangnya, “tradisi” membawa pulang gelar ini belum berhasil dilanjutkan oleh developer-developer indie Indonesia yang berkompetisi di ajang tersebut tahun 2016 lalu.

Bagaimana dengan tahun 2017 ini?

indie prize casual connect asia 2017

Para peserta Indie Prize yang berhasil lolos seleksi berhak mengikuti Indie Showcase yang diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Casual Connect yang terdekat dari negara asal mereka. Karena yang terdekat dari Indonesia adalah Singapura, maka jika lolos kamu akan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karyamu selama Casual Connect Asia 2017.

Selain mendapatkan kesempatan memamerkan karya selama Casual Connect Asia 2017 dalam Indie Showcase, developer yang lolos seleksi juga mendapatkan banyak keuntungan lain, seperti akses menimba ilmu dalam berbagai kelas di Casual Connect, kesempatan menjalin networking dengan publisher dan developer lain dalam networking party, hingga mendapatkan tool-tool pengembangan game secara gratis!

indie prize casual connect asia 2017

Punya game yang sudah atau belum dipublikasikan, dan ingin memamerkannya kepada industri game dunia? Kabar baiknya, pendaftaran Indie Prize Casual Connect Asia 2017 saat ini sudah dibuka! Kamu bisa mendaftarkan dirimu dan juga game yang kamu kembangkan melalui tautan di bawah ini PALING LAMBAT TANGGAL 20 Maret 2017 mendatang.

Indie Prize Casual Connect Asia 2017: Formulir Pendaftaran

Sebelum mengisi formulir pendaftaran, ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi agar studiomu masuk dalam kriteria “indie” yang ditetapkan oleh panitia. Pertama, sebagian besar dari studiomu harus milikmu dan timmu, dengan kata lain tidak ada investor luar yang memiliki lebih dari 50% saham studiomu. Selanjutnya, game yang didaftarkan harus sudah bersifat playable dan 50% dari IP-nya adalah milik timmu.

10 Game Terbaik di Indie Prize Asia 2016 Versi Duniaku yang Wajib Kamu Mainkan!

Di antara 90 game lebih yang terdaftar, inilah 10 game terbaik di Indie Prize Asia 2016 pilihan Duniaku!
Baca Juga

Jika sudah memenuhi persyaratan di atas, segera daftarkan dirimu. Siapa tahu, tahun ini giliranmu yang membawa pulang gelar untuk Indonesia, dan dapat kesempatan emas berkolaborasi dengan developer atau publisher game internasional!

SHARE
Previous articleCerita Hero Dota 2: Kardel Sharpeye, Sniper terhebat di Desanya
Next articleCerita Hero Dota 2 : Jakiro, Naga Cacat Lahir yang Dibuang oleh Induknya Sendiri
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.