3 Hal yang Membedakan Seiyuu di Jepang dengan Pengisi Suara di Indonesia

Perbedaan Seiyuu vs Voice Actor

Perbedaan kultur dan kematangan industri hiburan di Jepang dan Indonesia ternyata mengakibatkan perbedaan yang signifikan untuk pelaku di dalamnya. Termasuk seiyuu alias pengisi suara.

Seiyuu alias pengisi suara merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari industri hiburan di Jepang. Yap, mulai dari anime hingga game, seiyuu selalu memegang peranan penting untuk memberikan “nyawa” kepada karakter, baik 2D maupun 3D yang muncul di media hiburan tersebut.

Baca Juga

Tahukah kamu, bahwa seiyuu di Jepang ternyata jauh lebih dikenal dibandingkan animator yang notabene adalah orang yang juga memegang peranan tidak kalah penting dalam menghasilkan sebuah karya? Bagaimana perbandingannya dengan pengisi suara di Indonesia? Berikut adalah beberapa perbandingannya.

1

Gaji Seiyuu vs Pengisi Suara

Seiyuu vs Voice Actor
Gambaran gaji seiyuu di Jepang. Sumber: Crunchyroll

Yap, itulah fakta yang ada di industri hiburan Jepang. Seiyuu adalah salah satu orang dengan gaji tertinggi dalam sebuah karya. Penghasilan seiyuu setiap tahunnya sangat besar, bahkan bisa mendekati angka Rp1 miliar. Jauh lebih besar dibandingkan animator, yang notabene justru memiliki pendapatan paling rendah dalam sebuah karya animasi.

Jika seiyuu mengantongi gaji hingga ratusan juta rupiah dalam setahun, pengisi suara di Indonesia sebaliknya. Mereka hanya digaji ala kadarnya, bahkan lebih rendah dari gaji para animatornya. Terkecuali, sang pengisi suara juga merupakan seorang aktor yang sudah memiliki nama besar dari film-film yang pernah dibintanginya.

2

Perlakuan Bak Artis vs Kurang Dianggap

Perbandingan Seiyuu vs Voice Actor

Seiyuu diperlakukan bak artis, bahkan ada juga beberapa seiyuu yang memiliki talenta “ganda” sebagai penyanyi. Di Jepang bisa dibilang seiyuu adalah salah satu public figure. Nama mereka dikenal di mana-mana bak selebritis.

Jika di Jepang seiyuu dipuja-puja layaknya selebritis, bahkan seringkali menjadi “nilai jual” dari sebuah karya, maka tidak di Indonesia. Tidak banyak pengisi suara yang dikenal di Indonesia. Bahkan mungkin, pengisi suara di Indonesia hanya dianggap sebagai “pelengkap” saja, agar karakter bisa bersuara dan membawakan cerita.

Bahkan, terkadang pengisi suara di Indonesia ini “merangkap” sebagai aktor, atau aktor yang “dipinjam” hanya untuk mengisi suara. Berbeda dengan Jepang, yang mana seiyuu sudah menjadi sebuah profesi utama, dan sangat jarang ada aktor yang merangkap sebagai seiyuu di negara tersebut.

3

Ekspos Media

Seiyuu banyak mendapatkan dukungan dan diekspos media-media. Bagi yang suka menonton anime atau memainkan game-game Jepang, pasti kamu mengenal nama-nama seperti Daisuke Namikawa (Prison School), Yoshimaya Hosoya (Haikyuu!) dan Mamoru Miyano (One Punch Man). Hal ini membuat seiyuu lebih dikenal dibandingkan animatornya. Bisakah kamu menyebutkan beberapa animator dari anime-anime tersebut?

Sayangnya, kultur seiyuu dan pengisi suara di Indonesia bak langit dengan bumi.  Satu tes kecil, bisakah kamu menyebutkan minimal 3 nama pengisi suara dari Indonesia yang kamu anggap populer? Kurangnya ekspos media inilah yang membuat pengisi suara di Indonesia kurang dikenal -kecuali memang profesi aslinya adalah aktor atau penyanyi.

Kenali Karyanya, Kenali Seiyuu-nya

Perbandingan Seiyuu vs Voice Actor

Berbicara mengenai beberapa nama tenar di dunia seiyuu Jepang, ada beberapa nama yang mungkin sudah sering kamu dengar. Daisuke Namikawa mungkin yang ada di daftar teratas dengan keterlibatannya di beberapa anime, mulai dari Prison School, Digimon Adventure Tri, hingga Boruto: Naruto the Movie).

Bagi yang suka bermain game, mungkin nama-nama seperti Yuuichi Nakamura (pengisi suara Fei Long di Street Fighter dan Cid di FF XIII) dan Hiroshi Kamiya (Zeri di Valkyria Chronicles dan Jonathan di Shin Megami Tensei) adalah beberapa diantaranya. Ada nama lain yang jadi favoritmu?

“Dimanjakan” Seiyuu dalam Game Otome

Berbicara masalah seiyuu di game, salah satu genre game yang sering menggunakan seiyuu sebagai nilai jualnya adalah Otome. Yap, mengingat dalam genre yang dibuat khusus untuk gamer wanita ini “pria-pria tampan” menjadi nilai jual utama, maka tentu saja kehadiran para seiyuu bisa jadi salah satu nilai jual utamanya. Salah satunya adalah game mobile Yume100 yang bisa dibilang salah satu game Otome mobile terlaris di Asia.

Bagi penggemar game Otome, judul Yume100 mungkin sudah tidak asing di telinga. Game mobile ini menghadirkan ratusan pangeran yang bisa kamu rekrut untuk menjadi anggota party dalam menyelesaikan misi dan pertarungan. Gabungan gameplay puzzle match 3 dengan visual novel yang disajikan pun cukup adiktif, dan pasti membuatmu ingin mengumpulkan ke seluruh pangerannya.

Terdapat lima tipe pangeran yang dipisahkan dari status utamanya seperti Passion (merah), Cool (biru), Gentle (hijau), Cute (kuning), dan Sexy (ungu). Masing-masing tipe pangeran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing melawan tipe lainnya. Dari ratusan pangeran tersebut, terdapat beberapa pangeran yang menjadi favorit dari para pemain Yume100, baik karena skill maupun juga karena seiyuu-nya yang menawan.

Temui Lebih dari 100 Pangeran Tampan dalam Game Otome Terbaik di Mobile Ini!

Yume100 akhirnya hadir dalam bahasa Indonesia! Yuk, temui pangeran idamanmu di game ini!
Baca Juga

Kamu bisa men-download Yume100 melalui tautan di bawah ini:

Penasaran, kira-kira siapa pangeran favorit para pemain Yume100? Lanjut ke halaman kedua!

1
2
SHARE
Previous articleBenarkah Ada Adegan Mid-Credits di Film Power Rangers? Ini Jawabannya!
Next articleKabar Gembira, Radiant Historia Remake akan Dirilis untuk Nintendo 3DS!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.