7 Fakta Kaname Tousen dari Bleach 

Gara-gara nasib kawannya, ia akhirnya khianati Soul Society

caption

Kaname Tousen adalah salah satu antagonis serial Bleach yang ternyata memiliki latar belakang yang cukup kelam. Hal inilah yang membuat shinigami satu ini sempat menjadi salah satu antagonis utama dalam ceritanya.

Apa saja sih fakta menarik dari shinigami satu ini? Simak pembahasannya berikut ini!

Baca Juga: 7 Fakta Shuhei Hisagi di Bleach, Shinigami dengan Potensi Tak Biasa

1. Kehilangan teman masa kecilnya

captionKaname Tousen dan temannya yang gugur. (Dok. Pierrot/Bleach)

Sejak kecil, Tousen memiliki seorang teman perempuan yang sangat diidolakannya. Bisa dibilang visi keadilan pria satu ini terinspirasi dari keinginan temannya tersebut untuk menciptakan kedamaian.

Akan tetapi, sebuah tragedi terjadi di mana teman Tousen tersebut tewas di tangan suaminya sendiri. Ironisnya, pelakunya justru tak ditangkap dan diadili Central 46 sehingga membuat Tousen tak terima.

Dalam novel Bleach Cant Fear Your Own World, diketahui bahwa nama teman Tousen adalah Kakyō dan suami sekaligus pembunuhnya adalah antagonis utama novel itu sendiri, Tokinada Tsunayashiro.

Ia sendiri tidak diadili karena masih merupakan bagian dari Lima Bangsawan Agung.

Keinginan Tousen untuk balas dendam pun terselesaikan setelah Tokinada mati di tangan seorang assasin tak dikenal.

2. Menjadi salah satu dalang terfitnahnya kelompok Visored

captionPengkhianatan Kaname Tousen. (Dok. Pierrot/Bleach)

Kejadiannya sendiri terjadi saat Tousen masih berpangkat kursi ke-5 dalam Divisi ke-9 yang kala itu masih dipimpin oleh Kensei Muguruma.

Pada saat itu, divisi tersebut ditugaskan untuk menyelidiki kasus hilangnya para penghuni Rokungai. Bersama sang wakil kapten, Mashiro Kuna dan rekan-rekannya, Tousen pun ikut diterjunkan untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Akan tetapi, rupanya semua itu hanya akal-akalan dari Aizen. Semua anggota Divisi ke-9 termasuk Kensei pun diserang oleh Tousen dalam sekejab.

Di situlah, Kensei pun mengetahui bahwa Tousen dan Aizen telah berkomplot sejak lama. Sayangnya, Hollowfikasi yang dialami membuatnya dan juga Mashiro membuatnya terfitnah sehingga mereka terpaksa kabur ke dunia manusia bersama kelompok Shinji dan Urahara.

3. Sangat membenci Kenpachi Zaraki

captionTousen melawan Kenpachi. (Dok. Pierrot/Bleach)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kenpachi Zaraki memang kurang begitu disukai para kapten lainnya karena sifatnya yang liar dan suka seenaknya.

Akan tetapi, dari semua kapten, hanya Tousen yang benar-benar membencinya dari lubuk hatinya. Hal itu disendiri dilatarbelakangi kenyataan bahwa Zaraki merebut jabatan kapten divisi ke-11 dengan membunuh pemilik jabatan sebelumnya.

Oleh karena itu, Tousen pun menganggap Zaraki tak akan membawa perubahan yang baik kecuali kekacauan dan kehancuran yang selaras dengan sifat maniaknya tersebut. Hal itu sempat ia katakan selama pertarungannya dengan Zaraki selama insiden eksekusi Rukia.

Padahal, pertarungan antar kapten dan calon pewarisnya itu sendiri merupakan adat para Kenpachi yang telah dilakukan secara turun-temurun.

4. Salah satu panutan Shuhei Hisagi

captionTousen bicara ke Hisagi. (Dok. Studio Pierrot/Bleach)

Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu idola Hisagi adalah Tousen sendiri.

Alasan mengapa Hisagi begitu mengidolakannya adalah ia merasa bahwa hanya Tousen yang memahami ketakutannnya pasca kejadian serangan para Hollow.

Sang kapten bahkan memuji prinsipnya tersebut dan mengatakan seharusnya para shinigami juga mengikuti prinsip Hisagi jika ingin bertahan hidup dan memahami batasan diri.

Oleh karena itu, rasa hormat Hisagi pun tak pernah berubah meski Tousen telah berkhianat. Ia malah bertekad untuk membawa pulang sang kapten entah bagaimanapun juga.

Keinginan Hisagi sendiri sudah terkabulkan setelah Tousen menyadari kesalahannya.

5. Satu-satunya shinigami yang memiliki mode Ressureccion

captionHollowfikasi dari Tousen. (Dok. Pierrot/Bleach)

Selain Ichigo dan para Visored, Tousen juga merupakan shinigami yang sejauh ini memanfaatkan unsur Hollow demi meningkatkan kekuatannya sendiri.

Tousen memiliki teknik Hollowfikasi yang meningkatkan semua aspek kemampuannya termasuk regenerasi super cepatnya. Selain itu, ia juga mampu membuka Garganta tanpa menggunakan alat layaknya para Arrancar.

Selain itu, ia juga memiliki mode Ressureccion-nya sendiri yang bernama Suzumushi Hyakushiki: Grillar Grillo.

Saat berada dalam mode ini, Tousen berhasil mendapatkan penglihatannya lagi dan mampu menembak Cero.

6. Eksistensi yang memiliki kekebalan total terhadap Kyouka Suigetsu

captionKaname Tousen vs Hirako Shinji. (Dok. Pierrot/Bleach)

Kyouka Suigetsu memang tergolong sebagai zanpakuto yang mengerikan. Hampir semua personil Gotei 13 dan juga para Visored tak bisa berbuat banyak begitu melihat pedang satu ini.

Hal itu dikarenakan pedang satu ini memerlukan satu persyaratan sederhana: target harus melihat pelepasan Shikai-nya.

Sejauh ini hanya ada tiga orang yang diketahui bisa bertahan dari efek hipnotis zanpakuto tersebut: Ichigo yang belum pernah melihatnya, Gin yang mengetahui rahasia kelemahan pedang tersebut dan Tousen yang difabel netra sejak awal.

Kondisi difabel netra inilah yang membuat Tousen justru memiliki peluang tertinggi untuk mengalahkan Aizen sebelum menyatu dengan Hogyoku.

Tampaknya, faktor inilah yang mendasari alasan Aizen untuk merekrut Tousen sejak awal. Selain mendapatkan bawahan yang kuat, ia juga tak perlu khawatir akan diserang karena musuh alami pedangnya sendiri justru berada di pihaknya.

7. Dikalahkan oleh Hisagi

captionSaat Hisagi mengalahkan Tousen. (Dok. Pierrot/Bleach)

Akhir riwayat Tousen bisa dibilang sangat ironis: mati di tangan bawahannya sendiri.

Selama pertarungan di dimensi palsu kota Karakura, Tousen berhasil mendesak Komamura dan Hisagi. Ia bahkan mampu mendominasi keduanya setelah menggunakan wujud Hollowfikasi-nya.

Puncaknya, akhirnya Tousen pun menggunakan Ressureccionn miliknya sehingga ia berhasil mendapat penglihatannya yang ia idamkan sejak lama. Sayangnya, hal itu justru menjadi blunder karena insting tajamnya justru malah menumpul.

Oleh karena itu, Hisagi pun berhasil mendaratkan serangan kejutannya dan menusuknya dengan Shikai miliknya tepat di kepala Tousen. Alhasil, Tousen pun kalah total di tangan bawahannya sendiri.

Di akhir hidupnya, Tousen pun sadar akan tindakannya selama ini dan berterima kasih kepada mantan rekan-rekannya. Sayangnya, ia malah tewas di depan mata Komamura dan Hisagi sebelum menyelesaikan ucapannya.

Itulah fakta-fakta menarik dari Kaname Tousen, shinigami yang hanya ingin keadilan demi sahabatnya.

Bagaimana pendapat kalian? Jangan lupa tulis di kolom komentar, yah!

Baca Juga: 8 Fakta Sosuke Aizen, Penjahat Terkeren dari Bleach

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU