Radiant Historia… History in the Remaking

Judul Game   : Radiant Historia
Dev/Pub          : Atlus
Platform          : DS
Tanggal Rilis : 22 Februari 2011

Pernah membuat data save sebelum menjumpai poin penting dalam sebuah game, seperti membuat keputusan yang mempengaruhi jalan permainan selanjutnya, atau hidup mati karaktermu? Menghadapi kenyataan yang di satu sisi membuat karakter hidup, atau di sisi lain justru membunuhnya. Kamu mungkin bisa pakai trik klasik, pilih salah satu opsi, dan lihat efeknya, reload data save dan pilih opsi lainnya. Bisa dikatakan mencurangi permainan karena fasilitas save point, memungkinkanmu menarik waktu dengan mudah kebelakang, dan memulai kembali mengambil keputusan. Nah, Radiant Historia kamu bakal lebih sering mencurangi permainan semacam itu, karena memang cara tersebut dilegalkan hukum dunia Radiant Historia, mulai 22 Februari 2011 nanti, ketika versi U.S.-nya dirilis!

Game ini pernah diulas dalam salah satu artikel Zigma pada edisi 94, dan datang dari developer yang memang ahli menciptakan sistem gameplay menarik. Sebagian besar team Radiant Historia terdiri dari orang-orang yang menangani game seperti Persona 3, Strange Journey, Nocturne, dan Etrian Odyssey. Selain juga dilengkapi mereka yang telah mengerjakan game sebelumnya, Radiata Stories. Pasti kamu masih ingat kan, role-playing game (RPG) buatan tri-Ace dan Square Enix tersebut, yang mengandalkan konsep persistent world, dimana semua NPC memiliki kehidupan sendiri, lifestyle, pekerjaan, kepribadian, rumah, dialog dan juga jadwal yang berlainan. Kemudian musiknya, jika Radiata digubah oleh komposer serial Grandia, Noriyuki Iwadare, maka untuk Radiant kamu bakal lebih terpukau, karena komposernya adalah Yoko Shimomura. Wanita berbakat ini makin tenar namanya, apalagi karyanya dalam dua RPG PSP, Last Ranker dan The 3rd Birthday membuat saya sangat terbuai.

Historia bermula ketika karakter utama Stocke, salah seorang petugas di cabang Special Intelligence militer kerajaan Alistel, bergerak bersama beberapa anak buahnya menuju wilayah musuh Granorg, untuk menyelamatkan rekan mereka yang tertangkap. Walaupun berhasil menemukan rekannya, mereka justru dikepung pasukan Granorg. Anak buah Stocke, Raynie dan Marco terbunuh. Stocke sendiri menderita luka berat dan kemudian terbawa arus sungai.

Ketika sadar, rupanya Stocke sudah berada di dunia Historia, dunia dimana perubahan waktu dan ruang tidak berlaku, yang tercipta oleh sihir “Souma.” Di sana dia bertemu dua bersaudara kembar, Lippti dan Teo, yang memberinya item spesial buku White Chronicle. Menggunakan item tersebut, Stocke bisa menembus waktu, dan merubah masa lalu. Si kembar juga mengatakan pada Stocke bahwa jika segala sesuatu terus berjalan sesuai garis kehidupan saat ini, maka dunia bakal berakhir. Tugas Stocke adalah menciptakan masa depan yang tidak mengarah ke akhir dunia.

Menggunakan White Chronicle, pertama kalinya Stocke memutar waktu, menyelesaikan tugasnya, dan mencegah dua anak buahnya terbunuh. Selanjutnya, Stocke bisa mengakses Historia dari world map. Sedangkan selama permainan, dia juga bisa langsung berpindah ke Historia melalui “Time Seal.” Begitu berada di Historia, Stocke bisa menggunakan White Chronicle untuk berpindah waktu. Di sana juga Teo dan Lippti bisa memulihkan HP dan MP-nya.

Awalnya, buku tersebut kosong. Seiring kamu dan Stocke lebih jauh bermain, dan menemui poin penting dalam sejarah, maka setiap pengalaman yang kamu alami bakal dicatat ke dalam buku tersebut sebagai Time Seal. Kemudian kamu bisa memilih seal tersebut ketika ingin menembus waktu dan merubah masa lalu.

Sempat melihat demo trailer game ini, dari pertama hingga beberapa poin percabangan skenario. Awalnya, saya kuatir jika game ini menyodorimu dua skenario (Standard History dan Alternate History) dengan banyak beberapa opsi yang berujung pada percabangan waktu – yang pastinya bakal membuat frustasi dan membingungkan. Seperti salah satu opsi di awal game, satu membuat karakter tewas, dan lainnya melanjutkan hidup dengan yang lain. Agaknya mirip dengan konsep memilih petualangan kita sendiri, seperti pada kebanyakan game RPG Barat. Namun Radiant Historia mengemasnya lebih sederhana, sebatas melatih kesigapan kita untuk bolak-balik menembus waktu dan merubah efek dari opsi tadi suatu saat nanti

Dan untuk menjaga efek berantai dari opsi yang kamu pilih, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kamu bisa mengikuti semuanya melalui Time Seal yang tertera pada White Chronicle. Semua lengkap tertera di sana, baik timeline dan rute yang kami pilih, sehingga kamu tidak perlu kerepotan menyiapkan secarik kertas lebar untuk mencatat apa yang sudah kamu pilih dan efeknya, seperti yang sering saya lakukan dulu ketika sedang membuat guide… hehe! Konsep merubah kenyataan dalam game ini memang bukan yang pertama. Banyak game lain, terutama RPG klasik dari Jepang yang telah menerapkan. Kamu tahu efek dari tindakan atau opsi di masa lalu terhadap masa depan, dan kini memiliki kuasa untuk merubahnya. Chrono Trigger atau Chrono Cross misalnya. Namun dalam Radiant Historia, konsep tersebut menjadi hukum utama.

Namun dari apa yang saya amati, menjadikan konsep menembus waktu ini sebagai menu utama juga ada sisi minusnya. Bayangkan saja, ada ratusan skenario dengan puluhan ribu dialog yang bakal kamu hadapi di sini. Dan setiap skenario memiliki beberapa opsi yang memicu skenario lain, plus dialog yang berbeda. Yang saya bingung, dalam satu skenario, dimana saya yakin telah memodifikasi efeknya dengan kembali ke masa lalu, tidak ada petunjuk nyata yang mudah saya dapati di awal dialog yang mengiringi tindakan perubahan sejarah tadi. Justru developer sengaja menyisipkan sedikit perubahan dialog-nya di tengah, atau bahkan akhir satu perubahan skenario, memaksa kita untuk kembali membaca ulang keseluruhan dialog skenario yang kita rubah dari awal hingga akhirnya. Kalau saya, yang memang lebih suka makanan pokok bernama “Story,” semua dialog pasti saya baca ulang, tak peduli itu sama atau tidak, sehingga bakal tahu jika ada perbedaannya nanti. Namun bagi tipikal gamer yang pokoknya “tamat saja,” tentu bakal kehilangan nikmat utama memainkan Radiant Historia.

Menemukan dimana poin skenario yang kamu perlukan untuk dirubah memang mudah, namun menemukan efek perubahannya dalam dialog antar karakter, itu yang susah. Saran saya, jangan men-skip dialog setelah berusaha merubah sejarah, agar kamu tidak melewatkan dimana perubahan yang telah terjadi dalam dialog karakternya. (Ura)

Stocke, Raynie, Marco mencoba menyelamatkan secret agent yang tersesat di awal Radiant Historia. Namun dia justru berakhir di dunia misterius Historia. Gambar ketiga menunjukkan satu diantara banyak opsi yang bakal kamu hadapi – bergabung dengan pasukan, atau tetap menjadi intelligence officer.

Pasca perjalanan pertama Stocke ke Historia, kamu bisa kembali ke sana dari world map atau special seal yang kamu temui di sepanjang permainan. Begitu berada di dalam Historia, kamu bisa gunakan “Byakushiorku” untuk melompati waktu. White Chronicle diselimuti misteri mengenai sihir Souma, berisi rahasia untuk mengendalikan waktu, tidak ada yang tahu siapa penciptanya, dan untuk tujuan apa.

Walaupun berbekal buku tersebut, Stocke tidak tidak bisa keluyuran sesukanya menembus waktu. Seiring kamu lebih jauh menyelami ceritanya, dalam buku itu terbentuk “time seal” spesial yang menandakan suatu poin penting dalam sejarah. Dan hanya melalui “time seal” itu saja kamu bisa melompati waktu, yang diperlihatkan pada setiap halaman buku tersebut berbentuk ikon warna biru. Buku tersebut bisa merekap perjalananmu melalui dunia, dengan cara memilih ikon warna biru pada setiap halamannya. Itu juga bisa kamu lakukan melalui bagian story dari menu camp. Selain memberi kemampuan menembus waktu, buku tersebut juga memberi Stocke penglihatan akan masa depan, seperti ketika orang-orang terdekatnya tewas.

Tersedia Sembilan Bidang Untuk Berpijak

Dalam pertarungan, musuh ditempatkan dalam bidang 3×3, jadi ada 9 kotak dimana mereka berdiri. Tugasmu, mengatur posisi musuh dalam bidang tersebut, serta giliran menyerang karakter dan musuh (yang ditunjukkan pada layar atas). Kamu bisa manipulasi giliran tersebut dengan cara memilih opsi “Change.” Pilihan menu tersebut bakal mengganti posisi karakter yang saat itu menerima gilirannya, dengan musuh atau rekan lainnya. Menarik bukan sistem turn-based-nya. Kamu bisa dengan mudah mempercepat giliran karakter penyembuhmu, atau jika dibutuhkan karakter penyerang, bisa juga dimajukan. Bahkan dengan memajukan giliran musuh, dan membuat mereka segera menyerang. Triknya, misalnya menghadapi boss, dan status DEF karakter baru saja di-boost, majukan saja giliran menyerang boss tersebut, sehingga karaklkter menerima serangan dengan pertahanan maksimal. Atau, bisa kamu majukan karakter yang bertugas meng-heal, setelah giliran boss menyerang dan HP team berkurang banyak. Trik lainnya, atur supaya giliran karakter terjadi berurutan, sehingga bisa menghasilkan serangan kombo.

Manusia dan Binatang, Menjadi Satu

Di dunia Vainguer, daratan dimana manusia dan binatang hidup berdampingan, kerajaan suci di Timur, Alicetel dalam situasi perang melawan Granorg, negara besar di Barat yang dipimpin Queen Protea. Di masa perang, Alicetel perlahan berubah menjadi gurun, dan wabah aneh merubah penduduknya menjadi pasir (Sandman Disease). Karena fenomena aneh tersebut, banyak yang percaya itu akibat Granorg dan kekuatan jahat yang mereka gunakan. Stocke sebagai salah satu Alicetel makin yakin bahwa wabah tersebut akibat perang suci melawan Granorg, setelah dia bertemu Tio dan Lipty yang memberinya White Chronicle, dan si kembar meminta bantuannya untuk menyelamatkan Vainguer dari kehancuran.

Selain pemuda 19 tahun Stocke yang dikenal berbakat dan sering diserahi tugas menjalani misi berbahaya, ada beberapa Alicetel lain yang bakal bergabung denganmu. Seperti Rainey dan Marco. Cewek dan cowok 17 tahun tersebut dulunya seorang mercenary, namun setelah kelompok prajurit bayarannya hancur, dia diambil oleh Heis dan dimasukkan sebagai bagian agen Special Intelligence. Rainey mahir menggunakan tombak.

Heis sendiri merupakan pemimpin agen intel Alicetel. Dikenal tenang, sabar, dan penuh perhitungan, walaupun bisa menjadi kejam untuk membela anak buah dan agen intelnya, yang masih belum diakui oleh pemerintah Alicetel. Figur lainnya adalah Roche, pria 21 tahun ini teman baik Stocke dan menjadi kapten recruit corp Alicetel. Sepertinya memiliki hubungan khusus dengan Sonia, yang pernah membantunya ketika lengannya diubah menjadi lengan mekanik “Gauntlet,” yang menggunakan kekuatan “Madō,” memungkinkan Roche menggerakkan lengannya dengan pikiran.

Sedangkan Sonia, love interest-nya Roche, merupakan dokter ternama di Alicetel. Dia dikenal ahli soal “Mana” dan juga “Madō,” yang akhirnya dia gunakan untuk membantu Roche menggerakkan lengan mekaniknya. Sonia sangat dewasa, dan memiliki kepribadian yang kuat. Sedangkan Keel, menjadi salah satu angota recruit corp. Dia mengagumi atasannya, sebagaimana Roche juga mengagumi Stocke.

Kemudian dari sisi Granorg, kamu bakal kenalan dengan si cantik Eruca dan ibu tirinya, Protea. Eruca adalah putri King Victor dan istri pertamanya (yang telah meninggal), sekaligus pewaris tahta resmi Granorg. Istri kedua Victor tak lain adalah Protea, yang berhasil mencuri hati Victor dan menikahinya. Tak lama setelah menikah, secara misterius Victor terbunuh. Otomatis Protea naik tahta merampas hak Eruca.

Tarik atau Dorong, Kumpulkan Jadi Satu

Sebelumnya saya sebutkan, 9 bidang/grid tempat dimana musuh berdiri. Nah, posisi musuh dalam bidang tersebut juga bisa dimanipulasi. Setiap karakter memiliki skill “Grid Movement” yang mampu memaksa musuh berpindah bidang, entah itu ke kiri-kanan, ke depan (mendekatimu), atau mendorong ke belakang. Gunakan manuver tersebut, kamu bisa memaksa semua musuh berada dalam satu baris sama pada bidang 3×3 tadi. Tinggal lancarkan serangan yang efek jangkauannya lebar, maka kamu bisa melukai mereka sekaligus. Dipadu dengan giliran karakter berurutan, terjadilah kombo, makin besar damage-nya, makin banyak experience dan uang yang kamu kumpulkan. Kemudian makin dekat posisi musuh denganmu, maka efek damage juga lebih besar. Atau jika musuh kamu dorong dan berbagi bidang dengan yang lain, tinggal kamu lakukan satu serangan pada satu musuh, efeknya mengenai mereka berdua. Juga ada serangan karakter yang gerakannya lurus ke depan. Manfaatkan dengan mengatur musuh berbaris lurus horizontal, dan lakukan serangan tersebut (ketiga karaktermu) untuk melukai mereka semua, untuk menghasilkan efek multiplier 9x,

Kerajaan Manusia Setengah Kambing

Salah satu area dalam dunia Radiant Historia (yang belum saya bahas dalam Zigma #94) adalah Celestia, kerajaan manusia setengah binatang. Lokasinya di hutan di Timur Alistel (saya bahas pada edisi #94). Penduduk Celestia hidup seperti manusia lainnya, namun mereka memiliki kemampuan untuk memanipulasi Mana. Ada satu pohon di Celestia dipenuhi Mana, dan melindungi penduduknya. Dan juga ada beberapa suku di Celestia yang memilih terasing dari manusia sejak 200 tahun lalu, seperti suku Bruto. Sedangkan suku Satyr (setengah kambing) lebih terbuka, dan terkadang melakukan kerjasama dagang dengan manusia. Selama aktifitas dagang antara Satyr dan manusia, adalah para Satyr yang masuk ke dunia manusia. Sedangkan manusia tidak bisa masuk ke Celestia, yang terlindungi sihir. Para Celestia yang bakal kamu temui seperti Ath, cewe dari suku Satyr. Lalu kakak perempuan Ath, Reeze. Ada juga Satyr penghibur keliling bernama Banossa. Kemudian dari suku Bruto ada Gafka, pejuang yang dibuang dari negara Bruto setelah terlibat pertarungan dengan manusia. Untunglah suku Satyr mau menerimanya.

Untuk memerangi pembajakan, Atlus merilis versi US game ini sepaket dengan bonus CD musik berisi aransemen piano dari soundtrack Radiant Historia. Mereka yang sudah memainkan versi Jepangnya, pasti sadar betapa spesial musik Yoko Shimomura dalam Radiant Historia. Dan CD ini, berisi aransemen piano, yang tidak kamu dapatkan jika membeli original soundtrak-nya.



SHARE
Previous articleHeavy Rain Siap Ke Layar Lebar
Next articleDark of The Moon Trailer and NEW Optimus Prime!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.