Dragon Ball Kai… Batu, Gunting atau Kertas?

Judul Game   : Dragon Ball Kai Ultimate Butoden
Pub/Dev          : Bandai Namco / Game Republic
Platform          : DS
Tanggal Rilis : 03 Februari 2011

Serial animenya di-remake, tentu saja jadi sasaran empuk produsen game. Kedua kalinya untuk DS Bandai Namco memberikan Dragon Ball Kai: Ultimate Butoden yang memang adaptasi langsung. Game yang telah dirilis di Jepang 3 Februari lalu ini menggunakan genre 3D fighting. Dengan kemampuan DS, sepertinya agak memaksa yah! Mengingat adaptasi game pertamanya, yaitu Dragon Ball Z: Attack of the Saiyans yang dirilis November 2009 lalu bergenre action adventure, memang lebih pas jika game Kai kedua ini mengusung genre fighting.

Saya menyukai Kai pertama, karena memadukan adventure dan sedikit elemen fighting yang sederhana. Nah, karena yang kedua murni fighting, seperti tersirat dari subtitle “butoden,” developer membuat sistem pertarungannya berbeda dengan prekuelnya. Kontrol Ultimate Butouden sederhana. Karakter bakal otomatis melancarkan serangan lemah meskipun kamu tidak memerintahkannya. Kamu juga bisa melancarkan serangan super dengan berteriak ke arah microphone DS.

Pertarungannya juga bakal berlangsung dalam dua bidang, darat dan udara. Para ”Z Fighter” di sini bisa melancarkan tiga tipe serangan: lemah, kuat dan melempar/membanting. Nah, tiga jenis tersebut dikembangkan dengan mekanisme batu-guntung-kertas, dengan serangan lemah mengalahkan serangan melempar, dan melempar lebih unggul dari serangan kuat, sementara serangan kuat lebih superior dari yang lemah.

Sistem pertahannya disebut “Neutral Guard.” Karaktermu otomatis bertahan ketika musuh menyerang, dan kamu tidak menekan tombol apa pun. Sayangnya, hanya untuk menahan serangan lemah. Kamu juga bisa menekan B untuk menghindari serangan kuat dan serangan melempar, namun pertahanan “B” tersebut tidak berlaku untuk serangan lemah, nah lho!

Di luar serangan standar, kamu bisa aktifkan serangan spesial dengan memasukkan kombinasi tombol, atau menyentuh ikon Dragon Ball pada layar sentuh. Layar bawah juga dimanfaatkan menempatkan tombol untuk meningkatkan level “Ki” karakter. Ki bakal berkurang ketika melancarkan spesial.

SPOILER ALERT!!

Namun yang paling saya sukai adalah elemen adventure-nya yang terjaga, melalui mode Story yang hebat. Apalagi ada skenario “What If,” yang meskipun alternatif, namun tetap kreatif. Seperti salah satu skenario What If, Frieza menghabisi Goku (dengan cara yang sama dia menghabisi Krillin dalam skenario asli versi manga/anime) dan kemudian Krillin mampu berubah menjadi Super… rambutnya tumbuh memanjang, dan membalas Frieza… Ah, seandainya Tenkaichi Tag Team yang dirilis sebelumnya untuk PSP bisa seperti itu… Sementara ini, Ultimate Butoden adalah game fighting Dragon Ball terbaik untuk handheld, tinggal menunggu versi translasinya, kapan ya bakal dirilis…!?

Jika penasaran dengan roster karakternya yang mencapai 52 karakter, berikut ini mereka yang bisa kamu mainkan. Karakter yang paling mengejutkan dan menjadi daya jual ada di urutan terbawah:

  • Goku
  • SSJ Goku
  • SSJ2 Goku
  • SSJ3 Goku
  • Kid Gohan
  • Teen Gohan
  • SSJ Teen Gohan
  • SSJ2 Teen Gohan
  • Gohan
  • SSJ Gohan
  • Vegeta
  • SSJ Vegeta
  • SSJ2 Vegeta
  • SSJ2 Majin Vegeta
  • SSJ Gogeta
  • SSJ Vegetto
  • Future Trunks
  • SSJ Future Trunks
  • SSJ3 Gotenks
  • Goten
  • SSJ Goten
  • Trunks
  • SSJ Trunks
  • Bardock
  • Broly
  • Krillin
  • Piccolo
  • Yamcha
  • Tenshinhan
  • Chaozu
  • Videl
  • Raditz
  • Nappa
  • Dodoria
  • Gurdo
  • Ginyu
  • Zaabon
  • Recoom
  • Freeza
  • Mecha Freeza
  • Android 16
  • Android 17
  • Android 18
  • Android 20
  • Perfect Cell
  • Fat Buu
  • Super Buu
  • Kid Buu
  • Mr.Satan
  • King Kai

Jika membeli versi originalnya, kamu bakal mendapatkan item bonus kartu Vegeta yang dicetak terbatas. Sayangnya, kartu tersebut hanya bisa digunakan bersamaan dengan game arcade berbasis collectible card Dragon Ball Heroes, yang juga hanya ada di Jepang.

Untuk menggunakan gerakan spesial, caranya cukup mudah. Kamu tinggal menekan/menyentuh pada touchscreen gerakan yang kamu inginkan jika bar gerakan spesial karaktermu telah penuh. Namun kamu tetap bisa memasukkan serangkaian tombol untuk mengeluarkan gerakan spesial, jadi tergantung selera saja.

Nah, kalau yang satu ini baru kejutan yang sangat WTF namun mengagumkan!! Karena King Kai, salah satu penguasa galaksi di dunia Dragon Ball tersebut, untuk pertama kalinya bisa dimainkan dalam sebuah game Dragon Ball. Dewa yang selera humornya tinggi ini, dan juga sempat menjadi salah satu gurunya Goku, merupakan karakter terakhir yang dikonfirmasikan, setelah Android  16. Untuk bertarung, dewa nyentrik ini menggunakan gerakan seperti “Shumi no Drive” dan “Saikou no Gag.” Serangannya sekocak tingkahnya, seperti Shumi no Drive, dimana dia mengendarai mobil dan menabrak musuh. Atau Saikou no Gag yang membuatnya mengeluarkan telepon raksasa. Hingga melempar balok kayu ke arah musuh.  Sebelumnya dewa berkulit biru ini muncul hanya mengisi bagian cerita, yaitu sebagai boss dalam Dragon Ball Z: Super Saiya Densetsu (SNES), Dragon Ball Z: The Legacy of Goku (GBA), dan Dragon Ball Z: Buu’s Fury (GBA)! (Ura)


SHARE
Previous articleFF IV Complete Collection… Tak Ada “Final” Untuk “Fantasy”
Next articleFebruari yang Padat… Semua Pilihan Genre Ada di Sini!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.