Sepak Bola yang Lebih “Menyentuh”

Judul Game     : PES 2011
Dev / Pub          : Konami
Platform            : Android, iOS, Windows Phone 7

Saat pertama kali mendengar bahwa PES 2011 akan juga hadir di beberapa gadget dengan kontrol sentuhan seperti iOS dan Android, saya pribadi kurang yakin PES 2011 ini juga akan menjadi game bola terbaik yang pernah ada di mobile, mengikuti jejak FIFA milik EA dan Real Football milik Gameloft. Nyatanya, setelah mencoba memainkannya beberapa pertandingan, saya tanpa ragu memberikan predikat game bola mobile terbaik kepada PES 2011. Betapa tidak, disaat game bola mobile lainnya hanya mengandalkan fitur virtual joystick sebagai kontrolnya, PES 2011 ini dengan pedenya menggunakan salah satu kontrol “aneh” yang inovatif dengan menggunakan Accelerometer! Game ini memiiki tiga mekanisme utama untuk kontrolnya, yaitu virtual joystick, virtual joystick one touch dan accelerometer itu sendiri. Kamu bisa memilih salah satu dari kontrol tersebut dengan menyesuaikan, mana diantara kontrol tersebut yang menurut kamu nyaman untuk digunakan. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing mekanisme kontrol tersebut:

Menggunakan Accelerometer

Jika kamu memilih untuk menggunakan mekanisme kontrol dengan menggunakan accelerometer, maka kamu bisa menggerakkan pemain kamu dengan memiringkan gadget kamu ke kiri, kanan, bawah dan atas. Semakin besar derajat kemiringan gadget kamu, maka semakin cepat pula pemain kamu berlari. Game ini juga menyediakan fitur kalibrasi, sehingga kamu bisa mengatur sensitivitas dari accelerometer kamu, dan kamu bisa menyesuaikan dengan posisi badan kamu saat memainkan game ini (ya, accelerometer dalam game ini jauh lebih responsif daripada accelerometer milik game lain saat digunakan dalam posisi tubuh kamu sedang tidur!).

Untuk menendang bola, kamu hanya perlu memberikan sentuhan atau menahan jari kamu lebih lama di seluruh bagian layar. Sebagai contoh, sentuh dengan cepat untuk memberikan passing, tahan jari di kotak penalti untuk menendang bola ke gawang, atau seret jari kamu ke sebuah arah untuk memberikan umpan terobosan. Kontrol ini cocok bagi kamu yang memiliki jari-jari jumbo, dan kesulitan saat memainkan game yang hanya menyediakan virtual joystick saja (seperti FIFA, Real Football, atau Prince of Persia: Forgotten Sands).

Menggunakan Virtual Joystick – Button

Sebuah mekanisme yang tidak asing bagi kamu yang suka memainkan game-game iOS dan Android. Ya, di layar akan tampak tiga buah tombol virtual, dua disisi kanan, dan satu yang lebih besar disisi kiri. Satu tombol di sisi kiri berfungsi sebagai tombol analog virtual, dimana bisa kamu gunakan untuk menggerakkan pemain kamu ke seluruh sisi lapangan, dan dua tombol di sebelah kiri digunakan untuk melakukan berbagai macam aksi, seperti passing, shooting, through pass atau melakukan tackling.

Beberapa feint (trik dalam dribble) yang biasa kamu gunakan di versi konsol juga bisa kamu temui di versi sentuh ini, seperti melakukan backheel hanya dengan menggunakan kombinasi tombol B dengan analog virtual tersebut. Kontrol ini cocok bagi kamu yang tidak memiliki jari yang jumbo, namun akan menjadi masalah apabila jari kamu terlalu besar, karena kemungkinan besar jari kamu akan sering sekali menyentuh tombol sentuh bawaan gadget (seperti tombol home virtual) saat akan menyentuh tombol A atau B. Untung saja, game ini menyediakan fitur auto pause apabila kamu keluar dari permainan yang sedang berlangsung (entah disengaja, seperti membuka email, atau secara tidak sengaja seperti menyentuh tombol home bawaan gadget).

Menggunakan Virtual Joystick – One Touch

Pada dasarnya, mekanisme ini sama dengan mekanisme sebelumnya, bedanya hanya dalam mekanisme ini kamu tidak akan menemui tombol A atau B di layar! Ya, kedudukan kedua tombol tersebut digantikan oleh mekanisme kontrol yang mirip dengan accelerometer, yaitu dengan sentuhan jari, menahan atau men-drag jari ke seluruh bagian layar. Yah, bisa dikatakan mekanisme ini adalah mekanisme campuran dari kedua mekanisme sebelumnya.

Kontrol ini cocok bagi kamu yang tidak suka menggunakan accelerometer karena memiliki analog virtual di sebelah kiri layar, namun memiliki jari-jari yang cukup besar sehingga tidak perlu dipusingkan dengan “ketidaksengajaan” saat menekan tombol A atau B yang berimbas keluar dari permainan yang sedang berlangsung. Jadi, kamu bisa memainkan jempol kanan kamu di bagian mana saja di seluruh layar untuk melakukan shooting, passing atau tackling.

Bagaimana dengan Gameplay-nya?

Gameplay PES 2011 saya anggap masih menjadi gameplay yang terbaik, termasuk untuk versi mobile ini. Bagi kamu yang sudah mencoba Real Football atau FIFA di iOS atau Android lantas mencoba game ini, maka kamu tentu tidak akan kesulitan untuk memainkan game ini. Untuk grafisnya sendiri, game ini berada satu tingkat diatas Real Football dan FIFA versi sentuh. Juga untuk mode-mode yang disediakan, game ini cukup banyak menawarkan mode, seperti Exhibition, Cup, League dan Training. Game ini juga bisa dikatakan tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi untuk memainkannya, dan bisa dimainkan dengan lancar di gadget-gadget Android mid-end (dengan kemampuan processor sekitar 600 MHz).

Kekurangan dari game ini, yang pertama adalah tidak adanya komentator di sepanjang pertandingan, yang menyebabkan pertandingan terasa sepi. Lalu, kekurangan yang kedua adalah tidak adanya mode Become a Legend seperti PES 2011 versi konsol. Selain itu, fitur game plan dalam game ini juga sangat sederhana, tidak ada mekanisme drag and drop seperti PES 2011 versi konsol. Namun, dibandingkan dengan dua pesaing utamanya (Real Football dan FIFA) saya anggap PES 2011 ini lebih unggul dalam hal kontrol, grafis dan juga gameplay-nya. Penasaran dengan Gameplay in game-nya? Simak deh gameplay trailer berikut ini!


SHARE
Previous articleFebruari yang Padat… Semua Pilihan Genre Ada di Sini!
Next articleAlvin si Mercernary Siap Menemani Jude dan Milla
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.