Selamat Jalan Guitar Hero!!

Tak ada lagi band yang mengikuti jejak Metallica...

Saat saya membuka sebuah website, saya dikejutkan oleh sebuah berita –yang membuat saya kaget, shock dan seakan tidak percaya, Guitar Hero (GH) sudah dihentikan pengembangannya! Ya, bagi penggemar berat GH sejak pertama kali kemunculannya di PS2 pada tahun 2005 lalu, berita ini cukup mengejutkan, dan menurut saya mengingat umurnya baru seumur jagung (bandingkan dengan franchise-franchise besar macam PES, FIFA atau Final Fantasy) masih terlalu dini bagi Activision menghentikan pengembangan game ini..

Apa alasan Activision menghentikan pengembangan game ini? Menurut kabar yang beredar, Activision menghentikannya karena ingin lebih fokus kepada hal baru yang mereka sebut dengan “world’s best interactive experience”. Apa yang mereka maksud, masih menjadi tanda tanya besar. Namun, mengingat nama GH yang sudah menjadi “ikon” utama rythm game dalam satu dekade terakhir, tentu membuat banyak orang berpikiran bahwa Activision berani mengorbankan sesuatu yang besar, dengan tujuan untuk mencapai hal yang lebih besar pula! Kabar terakhir dari akun Twitter seorang jurnalis game Kanada, Geoff Keighley malah menyebutkan bahwa Activision kini tengah fokus mengembangkan sebuah komunitas digital Call of Duty yang mereka sebut sebagai “best-in-class digital community surrounding the Call of Duty franchise”. Hmm, sebesar itukah proyek mereka hingga rela mengorbankan GH?

You (still) rocks!

Saat pertama kali berita ini dirilis, banyak fans GH (termasuk saya) yang sempat berharap bahwa Activision hanya menghentikan pengembangannya sementara, dan melanjutkannya suatu waktu apabila mereka sudah memiliki ide baru. Namun, Activision buru-buru memupuskan harapan tersebut dengan mengatakan bahwa mereka SANGAT MUNGKIN untuk menghentikan pengembangan GH untuk SELAMANYA. Cukup menyedihkan, dan lagi-lagi statement tersebut sangat “memukul” para fans GH di seluruh dunia. Bukan hanya fans GH saja yang bersedih, bahkan dalam statement resminya, Harmonix selaku kreator asli GH (sebelum mengembangkan Rock Band) juga mengaku turut bersedih dengan kabar tersebut. Untuk menyiasati hal ini, Harmonix juga menjanjikan akan membawa sedikit aroma GH di game Rock Band mendatang sebagai bahan “nostalgia” untuk para penggemar GH.

Sebagai salah satu “pelopor” rythm game, banyak yang menyukai GH karena gameplay-nya yang benar-benar berbeda dan inovatif jika dibandingkan dengan rythm game yang sebelumnya bermunculan. Bahkan, GH bisa juga saya anggap sebagai titik balik kejayaan rythm game, karena semenjak GH diluncurkan, banyak judul-judul lain yang “mengekor” dengan menawarkan gameplay yang hampir-hampir mirip, katakan saja Rock Band dan Ultimate Band. Bisa dibayangkan bagaimana nantinya perang rythm game jika tanpa ada nama GH sebaga pesertanya? Yah, bayangkan saja bagaimana melihat pertarungan di kelas game fighting 2D tanpa ada Street Fighter atau persaingan di lapangan hijau tanpa ada nama FIFA disana…

Is there anybody will save us?

Oiya, selain menghentikan pengembangan GH, Activision juga menghentikan pengembangan True Crime: Hongkong. Namun, jika dibandingkan dengan penghentian pengembangan True Crime, tentu berita penghentian pengembangan GH lebih menjadi fokus di beberapa media. Lantas bagaimana dengan kabar serial Hero lainnya (seperti DJ Hero dan Band Hero)? Activision tidak memberikan konfirmasi yang lebih jelas. Namun, sepertinya Activision masih akan terus mempertahankan kedua seri tersebut.

Sekali lagi, selamat jalan Guitar Hero. Semoga Activision tidak mengambil keputusan yang salah dengan menghentikan pengembanganmu. Jangan sampai kedepannya kita juga melihat franchise lain seperti Call of Duty mengalami nasib yang sama…(Febrizio)

See you next time..(maybe)

SHARE
Previous articleKinect : Terobosan Baru Microsoft untuk Melawan Rivalnya
Next articlePenyederhanaan Marvel vs Capcom 3. Good, Bad, or Ugly?
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.